MedanBisnis - Senin, 18 Maret 2019 - page 1

Medan
Bisnis
Membangun Indonesia yang Lebih Bh aik
Indeks Berita
Berita
INDUSTRI & PERDAGANGAN
Baca di halaman...
2
PLN: TAMBAHAN DAYA 240 MW SEGERA MASUK
syarakat," katanya.
Budi Karya Sumadi mene-
rangkan, pengembangan Pela-
buhan Sibolga ini dilakukan PT
Pelindo I meliputi perluasan
dermaga
multipurpose
sepan-
jang 153 meter,
container yard
dengan kapasitas 20.000 teus.
Terminal Pelabuhan Sibolga
dibangun tiga lantai dengan
luas 300meter persegi. Kemu-
dian ada jembatan langit (
sky-
bridge)
yang menghubungkan
ruang tunggu penumpang ke
dermaga pelabuhan. "Ren-
cananya juga akan dikembang-
kan sebagai pelabuhan curah,"
ungkapnya.
Terminal ini dibangun mirip
bandara, di dalamnya ada
ruang tunggu, ruang VIP,
ruang menyusui, ruang panel,
ruang perkantoran untuk
Syahbandar,
Imigrasi,
Kesehatan, Karantina, ruang
loket dan lainnya.
Peresmian Pelabuhan Sibol-
ga ditandai penekanan tombol
sirine dan penandatanganan
prasasti oleh Presiden Jokowi
didampingi Menteri Perhu-
bungan Budi Karya Sumadi,
Dirut Pelindo I, Gubernur
Sumut Edi Rahmayadi, Wali-
kota Sibolga Syarfi Hutauruk
dan tokoh masyarakat Sibolga
Akbar Tandjung.
Badi Karya menegaskan, Pe-
labuhan Sibolga merupakan
pelabuhan yang terbaik dan
terbesar di bagian barat Pulau
Sumatera. "Menurut penga-
laman saya, pelabuhan ini yang
paling baik di bagian barat
Sumatera. Paling besar dan
secara teknis juga memung-
kinkan kapal-kapal yang besar
itu bisa mengangkut barang
karena memiliki draf yang
dalam yaitu 9 meter," ujarnya.
Selain itu, Budi juga meng-
apresiasi desain Pelabuhan
Sibolga yang unik karena dapat
mengakomodir kegiatan bong-
kar muat dan pelayanan pe-
numpang secara berdekatan.
"Pelabuhan ini memang unik
karena kegiatan bongkar muat
dan penumpang itu sangat
berdekatan. Saya pikir ini suatu
desain yang baik. Menyelesai-
kan masalah penumpang,
menghindari
crossing
, tapi
tetap bisa mengakomodasi
kegiatan bongkar muat," jelas-
nya.
Ke depannya, Pelabuhan
Sibolga tidak hanya akanmela-
yani penumpang serta distri-
busi logistik saja. Namun juga
akan dibangun pelabuhan cu-
rah cair guna memudahkan
distribusi komoditas yang ada
di Sibolga, di antaranya
crude
palm oil
(CPO) atau minyak
sawit. "Pelabuhan ini bisa un-
tuk penumpang, bisa untuk
kontainer, dan yang akan da-
tang akan dibangun juga pela-
buhan curah cair. Karena dari
Sibolga ini ada potensi untuk
ekspor beberapa komoditas,"
terangnya.
z
dtf
Pesona Wisata Bahari Nias Masih Terlupakan
KEUANGAN & BURSA
Baca di halaman...
3
Pelabuhan Sibolga
dari Masa ke Masa
Jokowi bak seorang nakhoda kapal. "Kita akan kembangkan layar
yang kuat. Kita akan hadapi semua badai dan gelombang samudera,"
katanya, dalam pidatonya, setelah disumpah sebagai presiden RI di
Gedung DPR-MPR, Senayan Jakarta, 20 Oktober 2014 silam. Cita-cita
menjadi negaramaritim telah ditancapkan.
Eh, kini Jokowi meresmikan Pelabuhan Sibolga denganwajah baru,
Ahad (17/3) lalu. Ada dermaga multipurpose sepanjang 153 meter,
pembangunan
containeryard
,pemasangan
crane
dermaga(
fixcrane
)
serta perluasan dermaga feri 400 m2 yang dihubungkan
skybridge
sepanjang 150meter ke terminal penumpang
Dermaganyabisadisandariempatkapalsekaligusdanluaslapangan
penumpukan 6.000 m2 yang dapat menampung petikemas hingga
18.000 box/tahun atau 20.000 teus/tahun.
Tak heran jika arus barang pada 2018 mencapai 7.105 TEUs
meningkat dari 2017 sebesar 6.739TEUs. Aruspenumpangpada2018
mencapai 73.085 orang, meningkat dari 2017 sebesar 54.215 orang.
Sayapunteringatceritaorang-orangtua.Syahdan,dierapenjajahan
kolonial Belanda, kapal-kapal dari Eropa hilir mudik ke Pelabuhan
Sibolga.
Sebetulnya,sudahsejakabadke-17,pelabuhanlautsepertiPadang,
Barus, Sibolga dan Singkel aktif dikunjungi pedagang dari Eropa dan
Asiamembeli hasil hutan, batu permata, kopi, lada dan emas. Bahkan
di abad ke 19, pemerintah Belanda membentuk Nederlands Handel
Matschappij, sebuahmaskapai ekspor-impor antara Eropa dan pantai
barat.
Tak ayal, hingga pertengahan abad ke-20, para petani karet, lada
dan kopi di Tapanuli cukupmakmur.
Namun, tibalah era pantai timur Sumatera dengan pembukaan
perkebunanolehBelandamembuatPelabuhanSibolgapunredupdari
arus perdagangan pindah ke pantai timur. Bahkan hingga sekarang.
Jika pun nanti dibangun
storage
untuk CPO di Pelabuhan Sibolga,
rasanya produk CPO di eks Keresidenan Tapanuli itu belum prosfektif
diekspor dari sana. Saya kira, Pelabuhan Sibolga hanya akan menjadi
pelabuhan lokal dan nasional.
Pelabuhan Sibolga belum akan dilirik perdagangan internasional.
Kaum eksportir dan importir masih lebih suka melalui Pelabuhan
BelawandanKualatanjungkarenalebihstrategisdaridankeEropaserta
Asia Pasifik. **
KOLOM
‰
Bersihar Lubis
Madina Segera Punya
Bandara Bukit Malintang
Kemenhub Siapkan Pembangunannya
„
zamharir rangkuti
MedanBisnis
Panyabungan
Pembangunan Bandara Bukit Malintang di Kabupaten
Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara akan segera
dilaksanakan. Pembangunan tersebut bisa dimulai karena
bandara ini telah memenuhi persyaratan administratif dan
teknis pembangunan bandara.
Persyaratan itu berdasarkan Surat Keputusan Menteri
Perhubungan RI Nomor KP 1278 tahun 2018 tentang
penetapan lokasi Bandar Udara Bukit Malintang Kabupaten
Mandailing Natal, Sumatera Utara.
Selain itu, Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal juga
telahmenyerahkan sertifikat tanah kepada Kemenhub sehingga
pembangunan bandara ini sudah bisa segera dimulai. Hal
ini disampaikan oleh Menteri Perhubungan Budi Karya
Sumadi pada saat peninjauannya ke titik lokasi pembangunan
bandara. "Kalau saya lihat tanah sudah diserahkan, kami
antusias untuk melaksanakannya dan Inshaa Allah akhir tahun
2021 selesai," ujar Budi dalam keterangannya, Minggu (17/
3).
Bandara yang terletak di Kecamatan Bukit Malintang,
Kabupaten Mandailing Natal ini akan dibangun dengan
panjang
runway
1.600 m dan terminal penumpang dengan
kapasitas 500.000 penumpang per tahunnya. "Memang kita
rencanakan untuk dapat didarati oleh pesawat ATR 72,
sehingga panjang
runway
1.600 meter, serta bangunan
terminalnya kira-kira untuk kapasitas 500.000 penumpang
dalam setahun," jelasnya.
Menhub Budi kemudian juga menyampaikan target-target
dengan adanya Bandara Bukit Malintang Kabupaten
Mandailing Natal. Pertama, adalah memperluas konektivitas
di wilayah NKRI.
Menhub juga ingin dengan adanya bandara ini akan
mendorong sektor pariwisata dan perekonomian di Kabupaten
Mandailing Natal."Target dibangunnya bandara ini satu
adalah mempersatukan NKRI dan tercipta koneksi yang baik.
Kemudian yang kedua adalah mendorong sektor pariwisata,
karena turis pasti akan datang ke sini dikarenakan banyak
keindahan yang ada disini. Terakhir, agar ada peningkatan
kapasitas ekonomi dari kabupaten ini," ungkap Menhub.
Sementara Bupati Mandailing Natal Dahlan Hasan
Nasution yang turut mendampingi Menhub mengucapkan
terima kasih atas pembangunan bandara itu. Menurutnya,
bandara merupakan hal terdesak yang dibutuhkan oleh
masyarakat setempat khususnya untuk calon jemaah haji.
z
„
benny pasaribu
MedanBisnis
Medan
Kalau di Pantai Cermin, Ka-
bupaten Serdang Bedagai, Pro-
vinsi Sumatera Utara, setiap
bentangan pantai pasti sudah jadi
tempat wisata yang ramai dikun-
jungi.
Kemudian Pantai Bulbul di
Balige, Kabupaten Toba Samosir,
yang hanya secuil saja pantai
Danau Toba-nya, namun selalu
ramai dikunjungi masyarakat dari
berbagai daerah. Pantai Bulbul
kini kian terkenal.
Namun sebaliknya, dari cata-
tan MedanBisnis dalam suatu
kunjungan di Nias, 13-15 Maret
2019, Kepulauan Nias, Sumatera
Utara yang memiliki wisata
bahari kelas dunia, justru ter-
lupakan.
Pantai-pantai indah di tepian
laut Nias, hampir tak satupun diisi
aktivitas pariwisata. Dan juga
hampir tak ada pengunjung
wisata di sana. Sungguh ironi,
daerah wisata namun sepi kun-
jungan.
Persis hanya Pantai Sorake di
Nias Selatan yang "hidup".
Maklum, Pantai Sorake menjadi
pilihan para pe-surfing dunia
karena ombaknya yang me-
nantang nan indah.
Menurut warga setempat,
sedikitnya 10 orang per harinya
turis mancanegara menjajal
ombak Sorake. Ada juga satu-dua
orang turis lokal. Begitupun, itu
sudah sedikit mendongkrak
ekonomi warga. Rumah warga
setempat layaknya homestay bagi
turis.
Pantai yang mengelilingi per-
airan Nias memang sangat mem-
pesona. Liuk-liuk ombak yang
menakjubkan dan bentangan air
biru yang memanjakan mata.
Angin yang kencang seolah
membisikkan untuk betah di
sana.
Lambatnya perkembangan
wisata bahari Nias di tengah
potensinya yang luar biasa,
menunjukkan kurangnya per-
hatian pemerintah. Di sisi lain,
lambannya perkembangan itu
juga faktor kurang mengertinya
warga Nias mengelola pari-
wisata.
Padahal jika dikekola, dipas-
tikan mendorong kesejahteraan
warga Nias. Karena kekurang-
mengertian mengelola wisata,
wargaNias punmenggantungkan
hidupnya dari sektor pertanian
dan perkebunan, semisal
pertanaman padi, jagung, kelapa
dan karet dan ternak babi.
Begitu pun, banyaknya pohon
kelapa yang hampir dimiliki
setiap rumah tangga di pedesaan,
tak juga memberi dampak berarti
untuk kesejahteraan masyarakat.
Hal yang mungkin berbeda jika
misalnya pabrik pengelolaan
kelapa digalakkan.
Sehingga tidak heran jika
Kepulauan Nias masih menjadi
daerah tertinggal di Sumut. Tak
cukup hanya dengan APBD lima
kabupaten/kota di Nias (Nias,
Nias Barat, Nias Utara, Nias
Selatan dan Gunung Sitoli),
menggenjot pembangunan.
Sejatinya harus disokong dari
APBD provinsi dan APBN.
Alokasi anggaran dari BUMN-
BUMN, juga mesti diperbanyak.
Satu contoh BUMN yang aktif
mengalokasikan dana pem-
bangunan di Nias adalah PT PLN
(Persero), yang membangun
sistem kelistrikan seperti gardu
induk dan transmisi serta listrik
desa.
BUMN lainnya adalah PT
Pertamina (Persero) yang terus
menambah pasokan bahan bakar
minyak, SPBU dan SPBU mini.
Kemudian stok kebutuhan gas
untuk rumah tangga dan pelaku
usaha juga ditambah.
Sekaitan dengan telah dilun-
curkannya Sail Nias Tahun 2019
bertemakan "Nias Menuju
Gerbang Destinasi Wisata Bahari
Dunia" di Grand BallroomHotel
Sultan Jakarta, Kamis (14/3)
malam, membuka kembali hara-
pan bangkitnya wisata bahari
Nias.
Pembukaan ditandai dengan
pemukulan Gendang 'Fodrahi'
bersama Wakil Gubsu Musa
Rajekshah, Bupati Nisel Hilarius
Duha selaku tuan rumah, Men-
kumham Yasonna Laoly selaku
Ketua Panitia Pusat Sail Nias
2019, Menko Bidang PMK Puan
Maharani selaku Wakil Ketua
Panitia Pengarah, dan mewakili
Menteri Pariwisata yakni Pena-
sehat Kehormatan Menteri Pari-
wisata Indroyono Susilo.
Sail Nias 2019 akan ber-
langsung Juli hingga September
2019 di lima kabupaten/kotaNias
dengan 17 rangkaian kegiatan.
Puncak acara direncanakan
terlaksana pada bulan September
di Teluk Dalam, Nisel.
Adapun beberapa rangkaian
diantara 17 kegiatan yakni World
Surf League Nias, Wonderful
Expo, Parade Kapal Nelayan
Tradisional, Seminar Warisan
Budaya Nias, Kuliner, Festival
Lompat Batu (Fahombo Batu),
Ekspedisi, Fetival Kepulauan,
Atraksi Terjun Payung, dan
lainnya.
Harapannya agar Sail Nias
Tahun 2019 bukan saja kegiatan
seremoni untuk menghabiskan
anggaran, akan tetapi harus
mampu mencapai sasaran bang-
kitnya wisata bahari Nias untuk
mendorong bertumbuhnya
perekonomian Nias.
z
BPR GODOK PRODUK UANG ELEKTRONIK
METROPOLITAN
Baca di halaman...
11
MEDAN BARAT JUARA MTQ TINGKAT
KOTA MEDAN
DJIA
25.848,87
+138,93
JSX
6.461,18
+47,92
NIKKEI
21.450,85
+163,83
NASDAQ 7.688,53
+57,62
Harian Ekonomi Terbit 24 Halaman Harga Eceran Rp. 2500,- (dalam kota) Rp. 3000 (luar kota) Medan Bisnis Centre: Layanan Telepon: +6261-4521133
Penanggung Jawab Rubrik : Nurhalim Tanjung
Kurs
US$
„
Sumber
Emas
Sin$ RM
HKD JPY
„„
Sumber|ApepiSumut
Rp 593.500
Rp 590.500
Rp 445.625
Rp 416.500
Jenis
Harga/Gram
24 Karat
22 Karat
18 Karat [75%]
17 Karat [70%]
THB
HargaEmasdiPasaranMedan,4/3/2019
Rp 10.555 Rp 3.497
Rp 128,03
Rp 1.823
Euro
Rp 16.192
CNY
Rp 2.130
Indeks
Penutupan Perubahan
Bursa
„„
Sumber| Yahoo finance 15/3/2019
Rp 14.310
Komoditi
„
Sumber|Bappebti15/3/2019
Jenis
CPO
Kopi Robusta
Karet TSR 20
Jenis Perdagangan
Lokasi
Harga
Satuan
Kopi Arabika
- Forward bln Apr19
Roterdam
520,00
US$/MT
- SPOT
Medan
6.447
Rp/kg
- Futures bln Mar19
New York
93,95
Sen US$/lbs
- SPOT
Medan
48.323
Rp/kg
- Futures bln Mar19
London
1.475,00
US $/T
- SPOT
Lampung
22.021
Rp/kg
- Futures bln Apr19
Singapura
147,90
Sen US$/kg
- SPOT
Palembang
18.768
Rp/kg
Rp 450,71
Senin, 18 Maret 2019
Pelabuhan Sibolga Sudah
Bisa Disandari Kapal Besar
ngembangan
Pelabuhan
Sibolga yang telah dilakukan,
akan terjadi peningkatan jalur
logistik barang dan jasa. "Kita
akan tambah fasilitasnya agar
bisa
mengakomodir
peningkatan jalur logistik
barang dan jasa, kapasitas
kontainer sekarang mencapai
20.000 teus per tahun,
meningkat sangat drastis
sekali," kata Jokowi disambut
tepuk tangan.
Jokowi mengungkapkan, de-
ngan perluasan dan pengem-
bangan Pelabuhan Sibolga ini,
kapal besar ukuran 6.000 GT
sudah bisa bersandar, sebe-
lumnya hanya kapal ukuran
sampai 2.000 GT. "Artinya,
kapal besar sudah bisa sandar
di sini. Terminal penumpang-
nya dulu hanya 80 orang, seka-
rang bisa menampung 500 or-
ang. Tempat kapal feri dan
kapal kargo terpisah sehingga
bisa lebih efisien," ujarnya.
"Sekarang saatnya kita be-
kerja, biar makin banyak
barang dan jasa yang memper-
gunakan Pelabuhan Sibolga
ini. Kita juga akan terus men-
dorong pembangunan infra-
struktur agar ekonomi di Sibol-
ga dan sekitarnya jadi lebih
berkembang," tambah Jokowi.
Sebelumnya, Menteri Perhu-
bungan Budi Karya Sumadi
melaporkan, proyek pengem-
bangan Pelabuhan Sibolga ini
dikerjakan oleh kontraktor
lokal, setelah proses
ground
breaking
yang dilaksanakan
Presiden Jokowi pada 20Agus-
tus 2016. "Pelabuhan Sibolga
ini adalah suatu pelabuhan
lifestyle
yang akan dikembang-
kan sebagai suatu tempat bu-
kan hanya sebagai pelabuhan
tetapi tempat berkumpul ma-
MedanBisnis
Sibolga
Operasional gedung
terminal penumpang
yang dilengkapi fasilitas
mirip bandara beserta
dermaga Pelabuhan
Sibolga telah
diresmikan Presiden
Joko Widodo (Jokowi),
Minggu (17/3).
Presiden Jokowi berharap
dengan penataan dan pe-
PERESMIAN PENGEMBANGAN PELABUHAN SIBOLGA
Presiden Joko Widodo (tengah) didampingi Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (ketiga kiri),
Menteri BUMN Rini Soemarno, Dirut Pelindo I Bambang Eka Cahyana (kanan), Akbar Tandjung
(ketiga kanan) Wali Kota Sibolga M Syarfi Hutauruk (kiri) secara simbolis meresmikan pengembangan
Pelabuhan Sibolga, di Sibolga, Sumatera Utara, Minggu, 17 Maret 2019. Pelabuhan Sibolga dengan
fasilitas terminal penumpang yang memiliki konsep modern dengan sentuhan etnik dan dilengkapi
dengan dermaga multipurpose dengan panjang 153 meter, panjang tambatan 405 meter serta lapangan
penumpukan yang mampu menampung peti kemas hingga 20.000 TEUs pertahun tersebut diharapkan
akan menjadi simpul transportasi dan logistik di kawasan pantai Barat Sumatera.
WISATA BAHARI NIAS
Pantai Batu Lobang di Desa Hilisataro, Kecamatan Toma, Nias
Selatan adalah satu potensi wisata bahari, Jumat (15/3). Sayangnya,
wisata bahari Nias masih belum bergerak hingga saat ini.
Entrepreneur
Diusulkan 5% dari Populasi
MedanBisnis
Jakarta
Komite Ekonomi dan Industri
Nasional (KEIN) mengusulkan
pada Presiden Joko Widodo
(Jokowi) agar meningkatkan
jumlah
entrepreneur
hingga 5%
dari populasi penduduk Indone-
sia. Peningkatan jumlahnya ini
karena mengikuti tren
pertumbuhan
entrepreneur
di
berbagai negara di dunia.
"Dulu batasannya minimal
2% dan lalu berubah menjadi
3%. Sekarang seharusnya bata-
san dinaikkan lagi minimal
sebesar 5%," kata Ketua KEIN
Soetrisno Bachir, Usai ber-
ceramah di kalangan generasi
milenial yang masih menjadi
pelajar di SMKMuhammadiyah
Lemahabang dan Universitas
Muhammadiyah, Cirebon
dalam keterangan tertulis,
Minggu (17/3).
Pertimbangan batasan mini-
mal karena sejumlah negara se-
perti Singapura, Malaysia, Chi-
na, Amerika Serikat, dan Eropa
sudah memiliki
entrepreneur
lebih dari 5%. Mereka bergerak
di berbagai bidang usaha, ter-
utama ekonomi kreatif.
Dia menerangkan Presiden
Jokowi menyambut positif
peningkatan jumlah
entrepre-
neur
ini. Bahkan Presiden
mengarahkannya agar segera
dirumuskan pelaksanaannya.
KEIN mengusulkan jiwa
en-
trepreneur
ditumbuhkan sejak
sekolah menengah dan per-
guruan tinggi. Pelajar dan
mahasiswa adalah generasi
milenial yang memiliki se-
mangat besar untukmenjadi
en-
trepreneur
.
Sebenarnya, kelahiran
entre-
preneur
baru di berbagai daerah
sudah tampak. Sejumlah
entre-
preneur
tumbuh mulai skala
mikro dan kecil, tetapi ada juga
yang langsung kelompok usaha
menengah.
Namun demikian, semangat
entrepreneur
belum menyebar
secara merata, masih terbatas
pada kota-kota besar. Karena itu,
perlu dilakukan penyebaran
semangat ini melalui berbagai
forum secara merata hingga
perdesaan."Saya sudah keliling
Indonesia. Infrastruktur sudah
dibangun. Ini bagus untuk
mendorong daerah melahirkan
entrepreneur
," kata Soetrisno.
Kehadiran
entrepreneur
ini
akan membuka lapangan kerja
di berbagai daerah. Dengan
begitu, kata Soetrisno, akan ter-
cipta pemerataan distribusi
pendapatan dan peningkatan
kesejahteraan di berbagai da-
erah.
Dia melanjutkan, visi Jokowi
melahirkan atau menciptakan
entrepreneur
dalam lima tahun
ke depan suatu keniscayaan. Ini
perlu dukungan generasi mile-
nial sehingga visinya itu dapat
direalisasikan.
z
dtf
„
medanbisnis/benny pasaribu
„
medanbisnis/ariandi
Ikuti Perkembangan Teknologi
Distribusi Komoditas CPO Semakin Mudah
1 2,3,4,5,6,7,8,9,10,11,...16
Powered by FlippingBook