Sabtu, 18 Agt 2018 09:58 WIB  •  Dibaca: 2,162 kali
RAPBN 2019
Anggaran Infrastruktur Rp 420,5 Triliun
MedanBisnis—Jakarta. Pemerintah memastikan bakal meningkatkan pembangunan infrastruktur pada tahun 2019. Anggaran yang dialokasikan mencapai Rp 420,5 triliun. Presiden Joko Widodo mengatakan, alokasi anggaran infrastruktur dari tahun ke tahun terus naik.
Pada tahun 2014, seperti dimuat Kompas.com, Kamis (16/8) malam, alokasi anggaran infrastruktur hanya sebesar Rp 154,7 triliun. Anggaran tersebut kemudian ditingkatkan ketika masa awal pemerintahannya pada 2015 menjadi Rp 256,1 triliun.

"Dalam perencanaan RAPBN 2019 diupayakan naik menjadi Rp 420,5 triliun," kata Presiden saat menyampaikan Pidato Nota Keuangan dan RAPBN 2019 di Kompleks Parlemen.
Presiden menegaskan, pembangunan infrastruktur dilakukan guna memperkuat konektivitas serta menyambungkan berbagai potensi di seluruh wilayah Indonesia.

Selain itu, pembangunan infrastruktur juga bertujuan untuk memeratakan pembangunan, menumbuhkan kegiatan ekonomi baru serta meningkatkan distribusi barang dan jasa.
"Yang hasil akhirnya adalah meningkatkan kesejahteraan masyarakat, pengurangan kemiskinan dan pengangguran, serta pengurangan ketimpangan," ucap Presiden.

Sejak 2015-sekarang, pemerintah telah membangun jalan nasional sepanjang 12.783 kilometer, 11 bandara baru. Sementara sejak 2016-sekarang sudah 369 kilometer spoor rel kereta yang dibangun.
Pemerintah juga memberikan penjaminan pada program pembangunan infrastruktur energi prioritas seperti pembangkit tenaga listrik 10.000 MW tahap satu, infrastruktur digital berupa akses internet di daerah non komersial dan broadband di desa.

"Kemudian penjaminan program penyediaan air minum kepada 11 PDAM dan penjaminan program kerja sama pemerintah dengan badan usaha," tutur dia.
Peruntukan Anggaran Infrastruktur
Lantas, untuk apa saja penggunaan anggaran tersebut? Presiden Joko Widodo mengungkapkan, pembangunan infrastruktur akan fokus pada penyelesaian pembangunan di daerah.

"Dengan menggunakan dana APBN sebagai katalis, pemerintah berencana membangun 667 kilometer ruas jalan nasional baru, 905 kilometer jalan tol, 48 unit bendungan, dan 162 ribu hektar jaringan irigasi," kata Presiden.
Sejak 2015 hingga sekarang, pembangunan infrastruktur terus digenjot. Misalnya, 12.783 kilometer jalan nasional telah dibangun, direkonstruksi serta dilebarkan. Pemerintah juga telah membangun 11 bandara baru, dan 369 kilometer spoor rel kereta.

Di samping itu, pemerintah juga telah memberikan penjaminan pada program pembangunan infrastruktur energi prioritas, seperti pembangunan tenaga lisrik 10.000 MW tahap pertama.

Kemudian, infrastruktur digital berupa akses internet di daerah non komersial dan broadband di desa, penjaminan program penyediaan air minum bagi 11 PDAM, serta penjaminan program kerja sama pemerintah dengan badan usaha.
"Di sisi lain, dalam rangka menyediakan perumahan bagi masyarakat, pemerintah telah memfasilitasi kepemilikan 781.000 unit rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah melalui dana bergulir, subsidi bunga, bantuan uang muka dan insentif perpajakan," tutur Presiden. Pemerintah juga akan melakukan berbagai terobosan untuk mempercepat pembangunan infrastruktur melalui skema pembiayaan pembangunan di luar APBN dengan melibatkan pihak swasta.

"Namun, dalam situasi global yang bergejolak, pemerintah akan berhati-hati menjaga pembiayaan infrastruktur agar resiko tetap terjaga dan berkelanjutan," tegas Presiden Jokowi. (kc)
 
Berita Terkait
Sabtu, 18 Agt 2018 09:58 WIB
Kamis, 29 Okt 2015 07:28 WIB
Rabu, 30 Sep 2015 09:09 WIB
Rabu, 29 Okt 2014 20:50 WIB