Selasa, 25 Sep 2018 12:13 WIB  •  Dibaca: 225 kali
Kominfo 'Tantang' Penyandang Disabilitas Bikin Apps
MedanBisnis - Jakarta. Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara membuka peluang komunitas penyandang disabilitas untuk membuat aplikasi dalam lomba membuat program atau Hackhaton.
Dia menuturkan teknologi tak membedakan setiap individu, termasuk warga yang memiliki kebutuhan khusus. Rudiantara menegaskan teknologi justru bisa menjadi peluang untuk peningkatan ekonomi.

Oleh karena itu, lanjutnya, pemerintah saat ini membahas kemungkinan pembuatan aplikasi yang melibatkan komunitas disabilitas.

"Saya berbicara kepada teman-teman apakah sudah pernah membuat tidak kegiatan yang kalau di dunia Internet disebutnya hackhaton? Hackhaton itu adalah lomba membuat program. Mengapa kita tidak membuat lomba atau melaksanakan program?," kata Rudiantara dalam keterangannya, Senin (24/9).

Dia menuturkan pihaknya secara konkret akan membuka peluang bagi penyandang disabilitas dan kebutuhan khusus dalam program Hackhaton. Rudiantara menuturkan komunitas itu harus menunjukkan bahwa mereka memiliki kelebihan dan kemampuan yang tak dimiliki orang lain.

Di sisi lain, kementerian itu juga mewajibkan televisi siaran untuk menyediakan tayangan bahasa isyarat Indonesia dalam program berita. Bahkan Kominfo juga menggelar Jambore TIK untuk Disabilitas serta membuka peluang rekrutmen ASN dari penyandang disabilitas.

"Kominfo mengeluarkan kebijakan bahwa bahasa isyarat televisi harus ada di setiap televisi yang izinnya diberikan oleh Kominfo. Memang, tidak bisa secara langsung sekaligus namun dilakukan secara bertahap," tegasnya.

Pemerintah Indonesia, menurut Rudiantara tidak membedakan masyarakat Indonesia yang berkebutuhan khusus maupun yang tidak. Beberapa kebijakan Kominfo juga ditujukan kepada warga yang berkebutuhan secara khusus.
(cnn)
 
Berita Terkait
Rabu, 03 Okt 2018 12:05 WIB
Rabu, 30 Mei 2018 07:55 WIB
Senin, 14 Mei 2018 10:20 WIB
Sabtu, 28 Apr 2018 08:13 WIB
Jumat, 09 Mar 2018 10:34 WIB
Jumat, 02 Feb 2018 08:19 WIB