Jumat, 28 Sep 2018 14:18 WIB  •  Dibaca: 607 kali
Video Perusakan Viral
Pimpinan TNI Diminta Bertindak
MedanBisnis - Medan. Kasus perusakan yang diduga dilakukan oknum aparat di toko "Tom Rider" milik Jhoni di Jalan Brigjen Hamid Medan, sesuai rekaman video yang beredar masih viral di media sosial.
Banyak pihak yang mengharapkan kekerasan oleh para oknum itu tidak dibiarkan, meski antara Jhoni sebagai pelaku penganiayan terhadap korban Pelda Muhammad Chalid, sudah melakukan perdamaian. Untuk itu Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto diminta mengambil tindakan tegas.

"Upaya perdamaian antara pelaku dengan korban itu, tidak serta merta harus membuat pimpinan tertinggi TNI untuk membiarkan dugaan kekerasan ala premanisme itu. Tindakan tegas dan evaluasi perlu dilakukan, apalagi sejumlah oknum itu mengenakan seragam dinas, saat diduga melakukan perusakan tersebut. Rekaman kerusakan di toko ini terlihat parah. Masyarakat bisa resah," ujar aktivis anti kekerasan, Agus Yohanes kepada wartawan, Rabu (26/9).

Dalam rekaman itu, kata Agus, terlihat kaca spion mobil dalam keadaan patah, beberapa sepedamotor berada dalam posisi di lantai, pecahan kaca berserakan dan pintu di dalam toko juga jebol. Jika benar melakukan penganiayaan dan penyanderaan terhadap korban, pelaku harusnya diamankan dan diserahkan ke ke pihak kepolisian untuk proses hukum.

"Penganiayaan dan penyekapan yang dilakukan Jhoni dan Jaya seharusnya diserahkan ke polisi. Sebab, hanya polisi yang memiliki kewenangan menangani kasus itu," kata Agus yang merupakan rekan Munir pendiri Komisi Untuk Orang Hilang dan Tindak Kekerasan (Kontras) ini.

Tidak hanya aktivis, pengacara kondang Hotman Paris Hutapea juga memberikan reaksi atas kejadian itu. Melalui akun Instagram, @hotmanparisofficial, Hotman Paris memberikan pesan yang ditujukan ke Panglima TNI dan meminta pihak berwajib melakukan penyelidikan atas kejadian itu.

Sebelumnya, Danlanud Soewondo Kolonel Dirk P Lengkey mengakui perdamaian dilakukan atas pemikiran ke depan yang lebih panjang. Ditambah lagi, karena tahun ini merupakan tahun politik, sehingga pihak TNI AU beralasan bahwa keharusan bagi prajurit dalam menyambut Pilpres yang netral dan tidak mengganggu dengan adanya perkara tersebut. (diur)
 
Berita Nasional Lainnya
Sabtu, 29 Sep 2018 10:41 WIB
Sabtu, 29 Sep 2018 10:39 WIB
Sabtu, 29 Sep 2018 10:39 WIB
Sabtu, 29 Sep 2018 10:38 WIB
Jumat, 28 Sep 2018 14:21 WIB
Jumat, 28 Sep 2018 14:14 WIB