Jumat, 08 Mar 2019 11:14 WIB  •  Dibaca: 242 kali
Sidang Gugatan Kampung Ramadhan Batal Digelar
MedanBisnis - Medan. Sidang gugatan tidak dibayarnya uang pelaksanaan Kampung Ramadhan dan Lintas Ramadhan 2016 sejumlah Rp 13 miliar, dengan tergugat I Hendra Arbie (mantan Komisaris Bank Sumut) dan T Erry Nuradi (mantan Gubsu), batal digelar di PN Medan, Rabu (6/3).
Sidang gugatan yang diajukan Herwin selaku pemilik Kampusi Promo itu, dengan agenda mendengar keterangan saksi dari pihak penggugat, batal digelar karena hakim ketua majelis Djaniko Girsang berhalangan hadir.

Diungkapkan Herwin melalui kuasa hukumnya, Enni Martalena Pasaribu, sehubungan kegiatan Pondok Ramadhan dan Lintas Ramadhan 2016 telah ada kesepakatan dengan pihak tergugat, Herwin ditunjuk sebagai pelaksana kegiatan.
"Nilai anggarannya Rp 13 miliar, kegiatan berlangsung selama bulan puasa, satu bulan penuh. Namun setelah selesai kegiatan, pembayaran tidak dilakukan sesuai kesepakatan," kata Enni, Kamis (7/3).

Pihaknya, lanjut dia, sebelumnya sudah pernah melakukan upaya mediasi dengan para tergugat namun terhadap hasil mediasi tersebut pihak tergugat belum bisa membayarnya. Lantas, setelah beberapa kali sidang digelar, diketahui tergugat ternyata sudah ada membayar kepada vendor-vendor yang ikut kerja sama dengan Kampusi Promo.

"Dalam perjalanan sidang ini kami melihat bukti-bukti ada beberapa kuitansi yang dibayar pihak tergugat kepada beberapa vendor yang bekerja sama tapi bukan melalui klien kami. Kami melihat nilainya belum ada Rp 13 miliar, lebih kurang baru Rp 1 miliar," ungkapnya.

Enni pun mengungkapkan, kliennya mengalami kerugian materiil Rp 10 miliar dan immateriil Rp 12 miliar. Bahkan, saat saat ini kliennya tidak bisa lagi bekerja karena barang-barangnya ditahan di tempat kegiatan.

"Saat itu klien kami melakukan kegiatan ini karena merasa yakin akan dibayar pihak tergugat. Karena pihak tergugat saat itu menjabat gubernur dan salah satunya Hendra Arbie saat itu menjabat sebagai komisaris di Bank Sumut. Artinya, kita sangat percaya mereka akan melakukan pembayaran, melihat kedudukan mereka saat itu sangat menentukan di Sumut," papar Enni.

Dijelaskan Enni, awal kliennya terpilih sebagai event organizer dalam kegiatan Kampung Ramadhan dan Lintas Ramadhan 2016 setelah mengajukan proposal tentang kegiatan tersebut. "Usai menyiapkan proposal, klien saya menyampaikan kepada pihak tergugat dan mereka melihat sudah cocok dengan angkanya sehingga klien saya mengerjakan kegiatan itu," katanya.

Artinya, imbuh Enni, dalam kegiatan itu sudah ada kesepakatan langsung antara penggugat dengan para tergugat secara lisan. Walaupun secara lisan, jelas dia, di dalam hukum perdata ada perjanjian tertulis dan tidak tertulis, yang berarti ada kesepakatan dan itu sah secara hukum.

Sedangkan kuasa hukum para tergugat, Syahrizal Fahmi, mengatakan dana kegiatan Kampung Ramadhan dan Lintas Ramadhan 2016 tidak menggunakan APBD Pemprovsu, dan hal itu sudah dinyatakan T Erry Nuradi saat pembukaan kegiatan tersebut.

Karenanya, menurut Syahrizal, gugatan yang diajukan penggugat kepada T Erry Nuradi maupun Hendra Arbie tidak berdasar. Selain itu, persoalan tersebut pernah dibawa penggugat ke ranah pidana pada 2017, namun laporan mereka di-SP3 Poldasu. (zulfadli siregar)
 
Berita Terkait
Senin, 07 Jul 2014 08:23 WIB