Senin, 11 Mar 2019 12:45 WIB  •  Dibaca: 344 kali
BNN Punya Data Jaringan Narkoba di Indonesia
MedanBisnis - Jakarta. Badan Narkotika Nasional (BNN) menanggapi pernyataan capres Prabowo Subianto yang menyebut ada 72 kartel narkoba masuk ke Indonesia. BNN menegaskan mempunyai semua data terkait jaringan narkoba di Indonesia tapi tak akan menyampaikannya ke publik.
"Saya juga nggak ngerti, kartel ini, kartel itu, secara lengkapnya berapa tetapi tentu saja dari BNN tahu jaringannya, jaringan ini, jaringan itu, tetapi tentu saja saya tidak bisa sampaikan. Ini menjadi seakan-akan masyarakat menjadi takutlah, kartel ini, kartel ini," kata Kabag Humas BNN Sulistyo Pudjo, Sabtu (9/3).

Pudjo memastikan pihaknya akan terus bekerja untuk menangkap jaringan narkoba yang ada di Indonesia. Selain itu, BNN ingin mencegah beralihnya para pengguna menjadi pengedar narkoba.

"Yang penting bagaimana caranya kita tangkap terus yang gede-gede, kita hancurkan supply, kemudian para pengguna kita urus agar seperti yang disampaikan tidak menjadi pengedar," ujarnya.

Pudjo juga meminta dukungan masyarakat terkait upaya pencegahan dan pemberantasan narkoba. Menurut dia, upaya pemberantasan narkoba merupakan tugas seluruh elemen bangsa.

"Tolong semua pihak mendukung, jangan seakan-akan yang dilakukan ini yang dilakukan oleh aparat dan lain-lain ini salah atau melanggar UU karena itu tugas kita bersama," imbuhnya.

Sebelumnya, Prabowo berpidato di Kampus Universitas Kebangsaan Republik Indonesia (UKRI), Jumat (8/3). Prabowo awalnya berbicara soal bahaya narkoba yang menggerogoti generasi muda Indonesia. Dia menyampaikan data BNN hingga 2015.

"BNN sendiri mengatakan bahwa sampai 2015 pengguna narkoba itu 5,9 juta. Tapi nggak ada data dari 2016, 2017, dan 2018. Tapi kalau lihat kenaikan data penambahan sama, kemungkinan delapan juta. Delapan juta anak-anak kita kena narkoba. Berarti, bayangkan lebih besar dari penduduk Singapura. Kalau diteruskan sepuluh tahun lagi, bagaimana, mau? Dua puluh juta anak-anak kita candu narkoba," ujar Prabowo.

Prabowo lantas mengatakan, saat ini ada 72 kartel narkoba masuk ke dalam negeri. Menurut dia, jumlah tersebut berdasarkan data yang diterimanya dari BNN.

"Dari BNN sendiri, kepolisian, mengatakan ada 72 kartel internasional masuk Indonesia. Saya pakai semua data resmi, saya tidak ngarang, saya tidak berani bikin hoaks-hoaks," tandas Prabowo. (kan-dtn)
 
Berita Hukum Lainnya
Rabu, 27 Mar 2019 11:57 WIB
Rabu, 27 Mar 2019 11:55 WIB
Selasa, 26 Mar 2019 11:37 WIB
Selasa, 26 Mar 2019 11:32 WIB
Selasa, 26 Mar 2019 11:31 WIB
Jumat, 22 Mar 2019 12:21 WIB
Jumat, 22 Mar 2019 12:20 WIB