Selasa, 12 Mar 2019 12:59 WIB  •  Dibaca: 285 kali
Korupsi Dana Sosialisasi Aparatur Pemerintah Desa
Mantan Kepala Pelayanan Sosial Dipenjara 16 Bulan
MedanBisnis - Medan. Edita DB Siburian, mantan Kepala UPT Pelayanan Sosial Anak Balita Bapemas Sumut, dijatuhi hukuman penjara selama 16 bulan atau setahun empat bulan dan denda Rp 50 juta dengan subsider dua bulan kurungan, dalam kasus korupsi Dana Sosialisasi Peningkatan Aparatur Pemerintah Desa 2015. Perbuatan Edita mengakibatkan negara menderita kerugian Rp 4,5 miliar dari pagu anggaran Rp 41 miliar lebih.
Hukuman terhadap Edita dibacakan majelis hakim Pengadilan Tipikor Medan diketuai Sri Wahyuni Batubara, dalam persidangan di Ruang Cakra III Gedung PN Medan, Senin (11/3) sore.

Dalam amar putusannya, majelis hakim menyebutkan Edita Siburian selaku pejabat pembuat komitmen pada kegiatan pelatihan peningkatan kapasitas aparatur pemerintahan desa yang dilaksanakan di 15 kota/kabupaten se-Sumut pada 2015 secara bersama-sama melakukan korupsi.

"Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam pasal 3  jo pasal 18 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas  UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP," papar majelis hakim.

Sebelumnya dalam kasus ini, JPU Agustini meminta terdakwa dihukum dua tahun penjara dan denda Rp 50 juta dengan subsider dua bulan kurungan. Menyikapi putusan itu, baik jaksa maupun terdakwa yang didampingi kuasa hukumnya menyatakan pikir-pikir.

Dijumpai usai persidangan, Adi Mansar selaku kuasa hukum Edita mengaku belum mempunyai sikap tegas atas putusan itu. Namun dia bersikukuh kliennya itu sama sekali tidak menikmati uang kerugian negara karena sudah dibayar terdakwa terdahulu.

"Klien kami ini diadili karena jabatannya. Dia kan PPK, dia yang tanda tangani kontrak. Jadi hakim tetap menganggap dia bersalah. Kalau kerugian negara sama sekali tidak dinikmatinya," jelas Adi Mansar.

Dugaan korupsi tersebut dilakukan terdakwa bersama Rahmat Jaya Pramana Suprijatna (Direktur PT Ekspo Kreatif Indo), Saksi Budhianto Suryanata (Direktur PT Proxima Convex), Taufik (Direktur PT Mitra Multi Komunication), dan Matharion Nainggolan (Direktur PT Shalita Citra Mandiri). (zulfadli siregar )
 
Berita Hukum Lainnya
Rabu, 27 Mar 2019 11:57 WIB
Rabu, 27 Mar 2019 11:55 WIB
Selasa, 26 Mar 2019 11:37 WIB
Selasa, 26 Mar 2019 11:32 WIB
Selasa, 26 Mar 2019 11:31 WIB
Jumat, 22 Mar 2019 12:21 WIB
Jumat, 22 Mar 2019 12:20 WIB