Senin, 25 Mar 2019 11:21 WIB  •  Dibaca: 4,991 kali
Hasyrat Macbeth di Masa Lalu Saja
Saya percaya Joko Widodo dan Prabowo Subianto tidak akan seperti Macbeth dalam sandiwara berjudul "Macbeth" karya William Shakespeare dari abad 17 itu. Macbeth tega membunuh Raja Duncan hanya karena ramalan tiga nenek sihir bahwa ia akan jadi raja Skotlandia.
Syahdan, ketika Raja Duncan menginap di puri Macbeth, niat jahat itu pun ditunaikan.

Eh, malah Macbeth menuduh para penjaga yang melakukannya. Serta-merta para penjaga itu dibunuhnya. Tanpa lebih dulu menyeretnya ke peradilan yang adil dan terbuka.

 Namun setelah menaiki takhta, Macbeth mulai mengidap penyakit paranoia yang akut. Dia dihantui rasa bersalah yang luar biasa.

 Belakangan, dia kembali dirasuki nujuman kaum paranormal. Disebutkan, bahwa Fleance, putra Bancuo, seorang sahabatnya, akan menjadi raja baru di masa depan.

 Merasa terancam, Macbeth lantas membunuh Banquo dan berupaya membunuh anaknya, Fleance.

 Setelah kekejian itu, Macbeth nyaris gila. Dia merasa melihat momok di siang bolong dari orang-orang yang telah dibunuhnya.

 Macbeth kerap meracau. "Siapa yang membawa ajaran berdarah, akan mendapatkan yang sama, yang berbalik, merongrong ia yang memulainya," ujar Macbeth, mengigau. Belakangan igauannya terbukti.

 Saya kira bukan hanya membunuh yang dianggap cara jahat untuk berkuasa. Strategi politik yang kotor, curang dan melancarkan hoax menjelek-jelekkan rival politik adalah cara keji yang patut dikutuk. Termasuk membujuk rakyat dengan money politics secara terang-terangan atau terselubung.

 Ingatlah Macbeth yang kemudian mencurigai bangsawan Macdulf, lalu, membunuh semua keluarganya, berbalik menjadi bumerang. Banyak ningrat yang  membelot dan bersekutu dengan pemberontak yang dipimpin oleh Macdulf dan Malcolm, anak Raja Duncan.

 Lagi-lagi darah berlelehan. Macbeth terbunuh dalam suatu pertempuran. Kepalanya, aduh, dipenggal oleh Macdulf.

 Tragedi itu terjadi di zaman old. Tapi zaman sudah berubah. Kita percaya bahwa Pilpres dan Pileg 2019 akan berlangsung dengan damai. Jujur, adil dan demokratis.  (Bersihar Lubis)
 
Berita Terkait
Sabtu, 28 Okt 2017 08:44 WIB
Sabtu, 29 Apr 2017 08:36 WIB
Rabu, 02 Mar 2016 08:21 WIB