Rabu, 27 Mar 2019 10:38 WIB  •  Dibaca: 881 kali
Jargas Rampung
5.656 Rumah di Medan Dialiri Gas Bumi
MedanBisnis - Medan. Pemerintah melalui Kementerian ESDM telah merampungkan pembangunan  distribusi jaringan gas bumi untuk rumah tangga (jargas) Kota Medan untuk tahap pertama. Infrastruktur yang dibangun menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2018 sebanyak 5.656 sambungan rumah (SR) ini tersebar di Kecamatan Medan Denai, Kota Medan.
"Setelah rampung dibangun menggunakan dana APBN, selanjutnya jargas Kota Medan ini akan dikelola oleh PT PGN," kata Deputi Monetisasi dan Keuangan Satuan Kerja Khusus (SKK) Migas Parulian Sihotang saat meresmikan pengoperasian jargas ini di Kantor Kecamatan Medan Denai, Selasa (26/3).

Adapun Pasokan gas jargas kota Medan berasal dari PT Triangle Pase Inc dengan volume sebesar 0,2 mmscfd. Jargas Kota Medan tersebar di beberapa wilayah yakni Tegal Sari Mandala I, Tegal Sari Mandala II, Tegal Sari Mandala III, Tegal Sari I dan Tegal Sari III. Total investasi pembangunan jargas ini mencapai Rp 52 miliar.

Menurut Parulian, pemerintah terus berupaya mengoptimalkan pembangunan jargas melalui APBN untuk mewujudkan ketahanan energi serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Beberapa tujuan program jargas ini adalah untuk memberikan dampak positif kepada masyarakatmelalui penghematan pengeluaran biaya bahan bakar gas bumi, menuju ekonomi masyarakat mandiri dan ramah lingkungan serta mengurangi beban subsidi BBM dan/atau LPG pada sektor rumah tangga,” paparnya.

Pemerintah juga berkomitmen untuk mendukung seluruh aspek yang berkaitan dengan program pembangunan jargas ini. Diantaranya aspek regulasi yang menjamin kepastian alokasi gas bumi, mendorong BUMN dan swasta untuk dapat terlibat dalam penyediaan dan pendistribusian gas bumi melalui pipa untuk sektor rumah tangga yang optimal, menetapkan harga gas bumi khususnya untuk sektor rumah tangga yang optimum dan juga menyiapkan porsi subsidi yang tepat sasaran untuk mendukung program konversi.

“Jargas dibangun di daerah yang memiliki sumber gas atau dekat dengan sumber gas serta memiliki jaringan transmisi. Sehingga, masyarakat setempat dapat menikmati sumber daya alam yang ada di daerahnya,” tambah Parulian.

Direktur Infrastruktur dan Teknologi Dilo Seno Widagdo menilai keseriusan pemerintah dalam hal ini Kemen ESDM patut diapresiasi. Menurutnya, Kementerian ESDM secara terencana berupaya meningkatkan bauran energi serta menciptakan kedaulatan energi nasional.

“Jargas banyak dibangun pemerintah, karena itu PGN selaku operator layanan, mempunyai komitmen tinggi untuk bersama merealisasikan visi nasional,” ungkap Dilo.

Dia menilai, penggunaan Jargas di Kota Medan akan signifikan meningkatkan taraf hidup perekonomian masyarakat. Kota Medan, singgungnya, merupakan salah satu pusat industri yang maju di Provinsi Sumatra Utara.

Total jargas yang dibangun tahun 2018 di Provinsi Sumatera Utara mencapai 11.216 SR yang tersebar di Kab Deli Serdang sebanyak 5.560 SR dan Kota Medan 5.656 SR.

Dilo juga mengutarakan, bahwa sinergi antara kebijakan pemerintah dan kompetensi PGN akan memberikan banyak manfaat. “Ke depan, kami harapkan pembangunan Jargas akan lebih massif, karena gas bumi yang merupakan energi baik ini sangat efisien dan aman bagi penggunaan sehari-hari,” simpul Dilo.

Sejak dibangun pertama kali tahun 2009, total SR jargas yang terbangun dengan dana APBN hingga saat ini sebanyak 325.773 SR yang terdistribusi di 16 provinsi, 40 kabupaten/kota. Pada tahun 2019 rencananya akan dibangun sebanyak 78.216  SR jargas di 18 lokasi.

Di sisi lain, PGN juga konsisten membangun infrastruktur gas bumi nasional untuk meningkatkan pemanfaatan produksi gas bumi. Sampai saat ini, PGN tercatat telah mengelola jaringan infrastruktur pipa gas sepanjang 7.453 km.

Dari infrastruktur tersebut, PGN telah menyalurkan gas bumi sebagai energi baik ke 203.314 pelanggan dari berbagai segmen, seperti pelanggan industri manufaktur dan pembangkit listrik, pelanggan komersial (hotel, restoran, rumah sakit) dan Usaha Kecil Menengah (UKM), serta pelanggan rumah tangga yang tersebar di Sumatera Utara, Kepulauan Riau, Riau, Sumatera Selatan, Lampung, DKI Jakarta, Jawa Barat, Banten, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Utara dan Sorong Papua.

Terpisah, Rabitha, ibu rumah tangga konsumen gas bumi di Kecamatan Medan Denai, mengaku merasa gembira bisa mendapatkan aliran dari program Jargas. Dia memilih menggunakan gas bumi untuk keperluan memasak agar lebih hemat.
Karena sejak awal meyakini lebih murah, pemasangan Jargas di rumahnya juga atas inisiatif dia sendiri untuk mendaftar, bukan karena ditawarkan PGN.

Pemasangan instalasi Jargas di rumahnya pun tanpa ada pungutan biaya sama sekali.

Dia juga tidak mengkhawatirkan faktor keamanan dalam penggunaan gas bumi karena sudah diberikan pemahaman cara penggunaan instalasi yang dipasang di rumah. "Kualitas masakan menggunakan gas bumi juga tidak berbeda dengan LPG," tegasnya.

Sementara itu Asisten Ekbang Pemko Medan Khairul Syahnan yang mewakili Walikota Medan Dzulmi Eldin berharap, dengan adanya jargas ini dapat memenuhi kebutuhan energi yang bersih, murah dan ramah lingkungan serta efesien di tengah masyarakat Kota Medan.

Kata dia, kegiatan pembangunan jargas bumi untuk rumah tangga di Kota Medan telah dilaksanakan sejak tahun 2018 oleh Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM.

Menurut Khairul Syahan, Pembangunan Jargas ini adalah upaya pemerintah untuk memenuhi energi yang bersih, murah dan ramah lingkungan serta efisien. Artinya pengunaan Jargas akan mampu menghemat elpiji sebanyak 216 ton per bulan dan mengurangi subsidi sebesar Rp 1,5 miliar per bulan. (daniel pekuwali/ramita harja)
 
Berita Terkait
Kamis, 07 Feb 2013 09:36 WIB