Jumat, 29 Mar 2019 10:48 WIB  •  Dibaca: 6,907 kali
RI Baru Kuasai 9% Industri Maritim
MedanBisnis - Jakarta. Menteri Koordinator Bidang Kemaririman Luhut Binsar Pandjaitan mengimbau para generasi muda untuk melek di dunia maritim. Khususnya, para generasi muda yang berkecimpung di dunia startup.
Sebagai negara maritim, Luhut menilai Indonesia baru sedikit menguasai sektor industri di dunia kemaritiman. Setidaknya kata Luhut Indonesia hingga kini hanya menguasai 9% industri maritim.

"Kita negara maritim terbesar di dunia, tapi kita baru menguasai 8%-9% industrinya di sektor ini. Jadi saya berharap kepada generasi muda untuk bisa menjadikan sektor maritim sebagai bagian dari industri digital," kata Luhut di depan pegiat startup pada acara Thinkubator 2019 di Kota Kasablanka, Jakarta, Kamis (28/3).

Luhut juga mengatakan bahwa pemerintah sangat mendukung pihak manapun yang akan mengembangkan startup lokal. Apalagi yang berkaitan dengan kemaritiman.

Dia  berpesan kepada generasi muda yang ingin terjun ke dunia startup agar jangan mudah putus asa."Saya ingin mendorong generasi muda untuk mengelola kekayaan Indonesia lewat jalur teknologi dengan bijak. Jangan ragu-ragu, pemerintah akan mendukung kalian selama itu untuk kepentingan dan kemajuan nasional," kata Luhut.

Dijajah Teknologi
Luhut juga mengemukakan Indonesia harus mulai mengejar ketertinggalannya di bidang teknologi. Jika hal itu tidak dilakukan, Indonesia bisa dijajah lewat teknologi.

"Kita tidak akan mungkin dijajah secara teritorial. Yang ada bisa penjajahan teknologi atau ekonomi, itu perkiraan strategis. Oleh karena itu postur kita harus mengarah ke sana. Tanpa kita masuk teknologi tadi kita ketinggalan," katanya.

Di era seperti sekarang ini, Luhut mengatakan Indonesia harus mempersiapkan infrastruktur jaringan nirkabel 5G, serta memanfaatkan teknologi robotik dalam berbagai kegiatan."Kita suka tidak suka harus siapkan 5G, robotik, karenanya setiap infrastruktur yang kita bangun, kita bangun politeknik yang bisa sesuaikan itu," sebutnya.

Luhut menambahkan saat ini pemerintah tengah mendorong revolusi industri 4.0 di mana teknologi digital mengambil peranan penting. "Kemarin saya di Malang, presiden masih instruksi 4.0 di mana pemerintah mendorong ini lebih bagus. Proses pengambilan keputusannya tidak berbelit-belit," tambahnya. (dtf)
 
Berita Terkait