Jumat, 29 Mar 2019 11:23 WIB  •  Dibaca: 2,958 kali
Kementan: Temanggung Produsen Bawang Putih Kedua Terbesar
MedanBisnis - Temanggung. Kabupaten Temanggung merupakan sentra nasional penghasil bawang putih kedua setelah Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB). Saat ini, ada lahan seluas 3.300 hektare yang ditanami bawang putih. Diharapkan nantinya luas lahan tanaman bawah putih di Kabupaten Temanggung bisa mencapai 10.000 hektare.
"Ya ini sentra kedua nasional setelah Lombok Timur. Nomor dua terluas. Nah ini ada potensi 10.000 (hektare), jadi kontribusinya semakin besar tahun ini," kata Dirjen Hortikultura Kementerian Pertanian (Kementan) Suwandi di sela-sela Panen Raya Bawang Putih di Desa Petarangan, Kecamatan Kledung, Kabupaten Temanggung, Kamis (28/3).

Dikatakannya, Lombok Timur luas tanaman bawang putihnya sekitar 2.000 sampai 3.000 hektare. Adapun panen raya bawang putih yang dilangsungkan di Desa Petarangan, Kecamatan Kledung, Kabupaten Temanggung berada di lereng Gunung Sumbing.

Sedangkan total luasan tanaman bawang putih di Kabupaten Temanggung ada 3.300 hektare. "Hari ini, saya bersyukur dan apresiasi kepada Kabupaten Temanggung bisa panen di lokasi ini 400 hektare dan total pertanaman se-Temanggung ada 3.300 hektare. Ini akan dipanen semua dan seluruh hasil panen akan diproses dijadikan benih," kata Suwandi.

Sementara, Bupati Temanggung M Al Khadziq mengatakan, potensi lahan di Kabupaten Temanggung yang bisa ditanami bawang putih seluas 10.000 hektare. Sedangkan untuk sampai tahun ini baru bisa tanam di lahan seluas 3.300 hektare.

"Ya potensi lahan di Kabupaten Temanggung ada 10.000 hektare lebih sedikit ya. Nah, sementara sampai tahun ini, baru bisa tanam 3.300 hektare. Karena itu, kita serukan kepada petani agar hasil panen yang 3.300 hektare ini semuanya dijadikan bibit saja. Kemudian ditanam sendiri, swasembada bibit maka luasannya bisa tiga kali lipat. Jadi bisa 10.000 hektare,” kata dia.

Dikatakannya, lahan ada di sekitar 7-8 kecamatan di Kabupaten Temanggung. Dan setelah bibit bisa mencukupi kebutuhan sendiri, maka ini dijadikan bawang konsumsi.

"Kita serukan agar dibuat bibit, apalagi harga jualnya lebih tinggi daripada dijual sebagai harga konsumsi. Karena kalau harga konsumsi paling cuman Rp 13.000 –Rp 15.000 per kilogram (kg), sementara kalau dijadikan bibit sekilo bisa Rp 50.000-Rp 60.000, minimal Rp 50.000. Ada beda treatment dijadikan bibit sama konsumsi. Tinggal disimpan saja sudah bisa jadi bibit," ujar dia. (df )
 
Berita Terkait
Rabu, 27 Mar 2019 10:49 WIB
Selasa, 26 Mar 2019 10:58 WIB
Rabu, 20 Feb 2019 10:01 WIB
Selasa, 19 Feb 2019 09:57 WIB
Kamis, 14 Feb 2019 10:09 WIB
Rabu, 13 Feb 2019 10:45 WIB
Jumat, 08 Feb 2019 10:10 WIB