User ID Password  
Home   |   Tentang Kami   |   Pasang Iklan   |   Index Berita   |   Hubungi Kami Daftar Menjadi Member   |   Login
Membangun Indonesia Yang Lebih Baik
 
Ex. OPM
 
Berita Terkini
E-paper
Foto Berita
Kurs Valuta Asing
Mata Uang Beli Jual
USD 11,550.00 11,600.00
SGD 9,298.70 9,355.70
JPY 113.36 114.20
MYR 3,625.59 3,665.51
CNY 1,861.30 1,878.25
THB 361.65 365.75
HKD 1,489.90 1,497.25
EUR 15,550.95 15,642.65
AUD 10,855.85 10,937.75
GBP 19,615.45 19,724.75
Last update: 26 Jul 2014 09:00 WIB
Hukum
Kamis, 17 Jan 2013 07:23 WIB - http://mdn.biz.id/n/7590/ - Dibaca: 392 kali
Tersangka Pemalsu Materai Diduga Dilepas
MedanBisnis - Medan. Oknum petugas di Polresta Medan diduga telah melakukan "86" alias "main mata" dan melepas M Yunus, salah satu tersangka pemalsu materai. Hal itu terungkap dalam sidang lanjutan kasus pemalsuan materai di Ruang Cakra II Pengadilan Negeri (PN) Medan, Rabu (16/1) sore.
Pada persidangan terdakwa Tama itu, jaksa penuntut umum (JPU) Amrizal Fahmy menghadirkan Budianto sebagai saksi dari kepolisian. Menurut Budi, penangkapan bermula dari informasi yang didapat Polresta Medan bahwa ada dua pria kerap mengedarkan materai palsu.

Berdasarkan informasi itu, pada 24 Oktober 2012 Budi bersama timnya bergerak ke lokasi yang sudah jadi target di kawasan Jalan Sutomo Medan dan melakukan pengintaian. Di lokasi itu, mereka melihat Tama dan M Yunus turun dari mobil Avanza membawa materai untuk dijual di salah satu kedai. "Kami melihat mereka (Tama dan Yunus-red) di depan kedai. Mereka membawa materai," kata Budi kepada majelis hakim yang diketuai I Dewa Gede Ngurah Adhyana.

Lantas, lanjut Budi, yakin materai yang dibawa Tama dan M Yunus palsu, mereka langsung melakukan penangkapan. "Materainya ada di dalam mobil. Kata mereka (Tama dan Yunus-red) materainya dari Jakarta dan ada sekitar 50 blok materai palsu yang mereka bawa," ujar Budi, kemudian menjelaskan satu blok materai palsu dijual seharga Rp 50 ribu.

Mendengar penjelasan dari Budi bahwa Tama menjual materai palsu bersama M Yunus, ketua majelis hakim I Dewa Gede Ngurah Adhyana tampak bingung, karena M Yunus sama sekali tidak ditahan dan tidak dibawa ke pengadilan untuk diadili. "Dia (Tama-red) ini kan berdua. Mana temannya satu lagi? Kenapa tidak ditangkap?" tanya Dewa Gede.

"Saya kurang tau yang mulia," hanya itu dilontarkan Budi menjawab keheranan ketua majelis hakim, sehingga merebak dugaan oknum petugas Polresta Medan yang melakukan penangkapan terhadap Tama telah sengaja melepas M Yunus karena disinyalir telah disuap olehnya.

Majelis hakim akhirnya menunda sidang dan akan dilanjutkan pekan depan, dengan agenda mendengarkan keterangan saksi ahli untuk mengetahui perbedaan antara materai palsu dan asli.

Sementara dalam kasus itu, JPU Amrizal Fahmy menjerat terdakwa dengan pasal 253 KUH Pidana. (irvan sugito)
BERITA TERKAIT
KIRIM KOMENTAR
Silakan login terlebih dahulu untuk bisa memberikan komentar atau
klik daftar untuk menjadi member MedanBisnisDaily.com
KOMENTAR ANDA
Tidak ada komentar pada berita ini!
Partisipasi Menggunakan Facebook