User ID Password  
HOME   |   Tentang Kami   |   Pasang Iklan   |   Index Berita   |   Iklan Baris Gratis   |   Hubungi Kami Daftar Menjadi Member   |   Login
Membangun Indonesia yang Lebih Baik
 
 
Berita Terkini Hari Ini
BERITA TERKINI SELENGKAPNYA
E-paper
Foto Berita
Efek Pencetak Laba (RPH)
UNIC 530 24.2%
LPIN 500 9.09%
EMTK 425 5.14%
Last update: 19 Jan 2017
Efek Pencetak Rugi (RPH)
PLIN -1,210 -24.95%
UNVR -500 -1.22%
BLTZ -300 -3.57%
Last update: 19 Jan 2017
Volume Terbesar
MYRX 1,226,525,824
BUMI 666,299,712
BIPI 636,601,728
Last update: 19 Jan 2017
Transaksi Tertinggi
BUMI 283,225,732,200
TLKM 211,356,583,000
BMRI 201,033,695,000
Last update: 19 Jan 2017
Efek Teraktif
GZCO 12,708 Freq
ISSP 8,141 Freq
BIPI 7,973 Freq
Last update: 19 Jan 2017
Kurs Valuta Asing
Mata Uang Beli Jual
USD 13,315.00 13,449.00
SGD 9,345.17 9,444.52
JPY 11,606.52 11,724.35
MYR 2,992.81 3,025.65
CNY 1,938.33 1,957.84
THB 376.56 380.45
HKD 1,716.29 1,733.61
EUR 14,215.09 14,362.19
AUD 10,082.12 10,190.31
GBP 16,446.69 16,613.55
Last update: 20 Jan 2017 11:05 WIB
Hukum
Kamis, 17 Jan 2013 07:23 WIB - http://mdn.biz.id/n/7590/ - Dibaca: 821 kali
Tersangka Pemalsu Materai Diduga Dilepas
MedanBisnis - Medan. Oknum petugas di Polresta Medan diduga telah melakukan "86" alias "main mata" dan melepas M Yunus, salah satu tersangka pemalsu materai. Hal itu terungkap dalam sidang lanjutan kasus pemalsuan materai di Ruang Cakra II Pengadilan Negeri (PN) Medan, Rabu (16/1) sore.
Pada persidangan terdakwa Tama itu, jaksa penuntut umum (JPU) Amrizal Fahmy menghadirkan Budianto sebagai saksi dari kepolisian. Menurut Budi, penangkapan bermula dari informasi yang didapat Polresta Medan bahwa ada dua pria kerap mengedarkan materai palsu.

Berdasarkan informasi itu, pada 24 Oktober 2012 Budi bersama timnya bergerak ke lokasi yang sudah jadi target di kawasan Jalan Sutomo Medan dan melakukan pengintaian. Di lokasi itu, mereka melihat Tama dan M Yunus turun dari mobil Avanza membawa materai untuk dijual di salah satu kedai. "Kami melihat mereka (Tama dan Yunus-red) di depan kedai. Mereka membawa materai," kata Budi kepada majelis hakim yang diketuai I Dewa Gede Ngurah Adhyana.

Lantas, lanjut Budi, yakin materai yang dibawa Tama dan M Yunus palsu, mereka langsung melakukan penangkapan. "Materainya ada di dalam mobil. Kata mereka (Tama dan Yunus-red) materainya dari Jakarta dan ada sekitar 50 blok materai palsu yang mereka bawa," ujar Budi, kemudian menjelaskan satu blok materai palsu dijual seharga Rp 50 ribu.

Mendengar penjelasan dari Budi bahwa Tama menjual materai palsu bersama M Yunus, ketua majelis hakim I Dewa Gede Ngurah Adhyana tampak bingung, karena M Yunus sama sekali tidak ditahan dan tidak dibawa ke pengadilan untuk diadili. "Dia (Tama-red) ini kan berdua. Mana temannya satu lagi? Kenapa tidak ditangkap?" tanya Dewa Gede.

"Saya kurang tau yang mulia," hanya itu dilontarkan Budi menjawab keheranan ketua majelis hakim, sehingga merebak dugaan oknum petugas Polresta Medan yang melakukan penangkapan terhadap Tama telah sengaja melepas M Yunus karena disinyalir telah disuap olehnya.

Majelis hakim akhirnya menunda sidang dan akan dilanjutkan pekan depan, dengan agenda mendengarkan keterangan saksi ahli untuk mengetahui perbedaan antara materai palsu dan asli.

Sementara dalam kasus itu, JPU Amrizal Fahmy menjerat terdakwa dengan pasal 253 KUH Pidana. (irvan sugito)
Iklan Baris Gratis Dilihat lebih dari 15,000 visitor setiap harinya Pasang
Informasi pemasangan barrier gate, jual barrier gate dan Barrier Gate Otomatis, hubungi NICE Automatic Gate sekarang juga! Terima kasih!
KIRIM KOMENTAR
Silakan login terlebih dahulu untuk bisa memberikan komentar atau
klik daftar untuk menjadi member MedanBisnisDaily.com
KOMENTAR ANDA
Tidak ada komentar pada berita ini!