User ID Password  
Home   |   Tentang Kami   |   Pasang Iklan   |   Index Berita   |   Iklan Baris Gratis   |   Hubungi Kami Daftar Menjadi Member   |   Login
Membangun Indonesia yang Lebih Baik
 
 
Berita Terkini Hari Ini
E-paper
Foto Berita
Kurs Valuta Asing
Mata Uang Beli Jual
USD 11,990.00 12,020.00
SGD 9,427.60 9,467.65
JPY 112.01 112.62
MYR 366,605.00 370,623.00
CNY 1,954.80 1,968.15
THB 36,978.00 37,430.00
HKD 1,545.40 1,550.25
EUR 15,210.55 15,273.85
AUD 10,516.45 10,568.05
GBP 19,228.35 19,303.05
Last update: 23 Okt 2014 09:00 WIB
Agribisnis
Sabtu, 02 Mar 2013 07:58 WIB - http://mdn.biz.id/n/15741/ - Dibaca: 878 kali
Harga Gabah Petani Menurun, tapi Harga Bawang Meroket
MedanBisnis - Jakarta . Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat rata-rata harga gabah kering panen (GKP) di tingkat petani pada Februari 2013 mencapai Rp 4.265,58 per kilogram, turun 1,56% dibanding GKP periode Januari 2013 sebesar Rp4.333,19 per kilogram. Jumlah itu mencapai sebesar 29,26% di atas harga pembelian pemerintah (HPP) yang ditetapkan sebesar Rp 3.300 per kilogram.
Kepala BPS, Suryamin, kepada para wartawan di Gedung BPS, Jakarta, Jumat (1/3), mengatakan pemerintah memberlakukan HPP terbaru berdasarkan Inpres Nomor 3 Tahun 2012 tanggal 27 Februari 2012, yaitu GKP sebesar Rp 3.300 per kilogram di tingkat petani, dan Rp 3.350 per kilogram di tingkat penggilingan, sedangkan harga gabah kering giling (GKG) sebesar Rp 4.150 per kilogram di tingkat penggilingan.

Suryamin menjelaskan, monitoring harga gabah yang dilakukan terhadap 769 transaksi penjualan gabah selama Februari 2012 di 18 provinsi, transaksi didominasi penjualan GKP sebanyak 67,23%, disusul gabah kualitas rendah 24,32%, dan GKG 8,45%.

Dari observasi tersebut diketahui bahwa selama Februari 2013 harga rata-rata kualitas GKP di tingkat petani turun 1,56% menjadi 4.265,58 per kilogram dari Januari 2013 Rp4.333,19 per kilogram, di tingkat penggilingan turun 1,6% menjadi Rp4.341,11 per kilogram dari sebelumnya.
Sedangkan rata-rata harga gabah kualitas GKG di petani mencapai 4.724,86 per kilogram, turun 1,81% dan di tingkat penggilingan Rp 4.810,86 per kilogram atau naik 1,51%, sedangkan gabah kualitas rendah di petani juga merosot 7,19% menjadi Rp 3,475,13 per kilogram, dan di penggilingan anjlok 7,21% menjadi Rp 3.547,61%.

Selanjutnya, selama Februari 2013 harga gabah tertinggi di tingkat petani mencapai Rp 5.700 per kilogram yaitu GKP varietas Ciherang yang terjadi di Kecamatan Lelea, Kabupaten Indramayu, serta giga kecamatan lainnya yakni Pusakanagara, Binong, dan Compreng, Kabupaten Subang, Jawa Barat.

Sedangkan harga gabah terendah senilai Rp2.700 per kilogram dengan kualitas rendah yaitu varietas Ciherang yang terjadi di Kecamatan Cipanas, Kabupaten Lebak, Banten, dan varietas Situbagendit di Kecamatan Plumpang, Kabupaten Tuban, Jawa Timur.

Di tingkat penggilingan harga tertinggi mencapai Rp 5.790 per kilogram yaitu gabah kualitas GKP varietas Ciherang terjadi di tiga kecamatan yakni Pusakanagara, Bindong dan Compreng, Kabupaten Subang, Jawa Barat. Adapun harga terendah sebesar Rp 2.750 per kilogram, berasal dari gabah kualitas rendah varietas Situbagendit, Kecamatan Plumpang, dan Kabupaten Tuban, Jawa Timur.

Harga Bawang Meroket
Namun, kabar gembira bagi petani padi tersebut sepertinya tidak dinikmati petani bawang. Sebab, BPS mengungkapkan data inflasi bulan Februari sebesar 0,75%, dan dinilai cukup tinggi selama sepuluh tahun terakhir. BPS mengklaim inflasi itu disebabkan oleh kenaikan beberapa harga komoditas seperti bawang putih yang memberikan andil hingga 16%.

BPS mencatat, andil inflasi itu berdasarkan fakta perubahan harga mencapai 30,25%, dan kenaikan harga tertinggi di Bandung dan Serang mencapai 60 dan 56%. Lalu, tomat sayur memberikan andil 9,33% terhadap inflasi, dan kenaikan harga tertinggi di Bandung 138% dan di Cirebon 114%.

Komoditas lain yang mengalami kenaikan yaitu bawang merah, cabe merah, tomat buah dan cabe rawit. Harga bawang merah naik sekitar 14,11%. Kenaikan bawang merah andil 9,33% terhadap inflasi.

Melihat perubahan harga bawang yang mengalami kenaikan ini, Menteri Perdagangan Gita Wirjawan mendorong para petani untuk meningkatkan produksi bawang putih nasional mengingat harga bawang putih naik hingga 30,25%, sehingga memicu inflasi Februari 2013.

"Untuk bawang putih impor memang tinggi, oleh karena itu kita harus menggenjot produksi nasional," kata Gita. Untuk langkah antisipasi, pihaknya menyatakan itu sangat tergantung dengan cuaca di tempat-tempat yang memproduksi bawang putih dan komoditas-komoditas lain yang masih tergantung terhadap impor.

"Jika tidak ada anomali cuaca, maka tentunya kita bisa mengantisipasi dan stabilisasi harga bawang putih," tegas Gita.(ant)
Iklan Baris Gratis Dilihat lebih dari 15,000 visitor setiap harinya Pasang
KIRIM KOMENTAR
Silakan login terlebih dahulu untuk bisa memberikan komentar atau
klik daftar untuk menjadi member MedanBisnisDaily.com
KOMENTAR ANDA
Tidak ada komentar pada berita ini!
Partisipasi Menggunakan Facebook