Jumat, 18 Mei 2012
INDAG Selasa, 15 Mar 2011 06:42 WIB
MedanBisnis – Medan. Tekanan dan beban biaya yang dihadapi industri di Sumatera Utara (Sumut) membuat biaya operasional perusahaan semakin tinggi. Salah satu beban itu adalah biaya penggunaan listrik, yang semakin membebani tatkala pihak PLN memutuskan untuk melepaskan capping atau batas atas pembayaran tagian listrik sebesar 18%. Agar beban itu bisa berkurang, industri disarankan menggunakan listrik dengan sistem prabayar.
"Kami menyarankan agar industri di Medan dan Sumatera Utara agar menggunakan listrik sistem prabayar. Ini kami sarankan semata-mata agar industri bisa mengontrol pemakaian listriknya sendiri," kata Wakil Ketua Kamar Dagang dan Industri (Wakadin) Sumut bidang Kelistrikan, Pertambangan, dan Energi, Tohar Suhartono, kepada MedanBisnis, di Medan, Senin (14/3).

Tohar mengatakan, pemakaian listrik prabayar itu bisa dilakukan industri dengan mengajukan permohonan kepada PLN, setelah sebelumnya berkoordinasi dengan pihak Kadin Sumut. Dengan cara seperti itu, Tohar yakin pemakaian listrik bisa dikontrol oleh industri bersangkutan. "Sistem inikan sama juga bila digunakan oleh rumah tangga biasa, yang menggunakan pemakaian sistem prabayar guna menekan biaya pemakaian listrik setiap bulannya," kata penggemar motor gede ini.

Ia juga memersilahkan dan menyarankan industri agar mengajukan permohonan penambahan daya ke PLN untuk menunjang produktivitas kerja. Itu bisa dilakukan setelah berkoordinasi dengan Kadin, dengan tujuan agar semua permohonan bisa dikoordinasikan secara baik dengan PLN.

Tohar menyebutkan, Kadin sangat peduli dan berharap industri yang ada bisa bekerja maksimal tanpa ada gangguan sama sekali. Tapi ia juga mengingatkan industri untuk tetap berkoordinasi dengan Kadin bila ada keanehan dan kejanggalan dalam konsumsi listrik, misalnya segel yang rusak, hitungan pemakaian KWH yang mencurigakan, atau kemungkinan adanya pencurian listrik.

Bila kejanggalan pemakaian listrik itu bukan disebabkan oleh industri bersangkutan, Ketua DPD Asosiasi Profesionalis Elektrikal Indonesia (APEI) Sumut ini meminta industri berkoordinasi dengan Kadin agar ditempuh langkah-langkah persuasif dan komunikatif dengan pihak PLN.
(hendrik hutabarat)
Baca Juga
Senin, 07 Mei 2012 08:10 WIB
Kadin Madina Apresiasi Bupati Madina ke London
Senin, 02 Apr 2012 08:57 WIB
Kenaikan Harga BBM Ditunda
Dunia Usaha Bingung Harga Bahan Baku Telanjur Naik
Rabu, 28 Mar 2012 06:39 WIB
Ikut Pameran Dagang Internasional di Bulgaria
Kadin Medan Pasarkan Produk UKM dan VMY 2012
Rabu, 21 Mar 2012 08:03 WIB
Kadin Medan-PCC Malaysia Jalin Aliansi Strategis
Kadin Pamerkan Kuliner Medan di Penang
Sabtu, 17 Mar 2012 07:38 WIB
Kantor Kadin
Kamis, 16 Feb 2012 06:48 WIB
Industri Sumut Masih Andalkan Bahan Baku Impor
 
Kirim Komentar
Nama Anda
E-mail
Komentar Anda
Kode Sekuriti
 
 
 
 
Pencarian Berita
 
Baca e-paper
Harian Medan Bisnis
Jumat, 18 Mei 2012
 
Stock Exchange
Nama Bursa Nilai   Perubahan
DJIA 12,551.00 -23.00
JSX 3,980.50 -65.15
NASDAQ 2,874.04 -19.72
NIKKEI 8,876.59 75.42
Last update: 18 Mei 2012 06:00 WIB
 
Jenis Lokasi Harga (Rp)
CPO Rotterdam,MEDAN 8,737 Rp/Kg
Karet TSR 20 SINGAPURA, Palembang 30,587 Rp/Kg
Kopi Arabika New York, Medan 0 Rp/Kg
Kopi Robusta LONDON, Lampung 18,883 Rp/Kg
Last update: 18 Mei 2012 06:00 WIB
 
Jenis Emas Harga (Rp)
24 Karat Rp. 469,000
22 Karat Rp. 466,000
18 Karat [75 %] Rp. 351,750
17 Karat [70 %] Rp. 328,300
Last Update: 18 Mei 2012 06:00 WIB
 
Mata Uang Jual Beli
USD 9,490.00 9,265.00
SGD 7,499.30 7,286.30
HKD 1,225.10 1,189.60
GBP 15,155.65 14,787.35
AUD 9,423.75 9,153.65
JPY 118.86 114.70
Last update: 18 Mei 2012 06:00 WIB
 

Oleh. Tony, SH, M.Kn

Oleh. Dr. Surya Hartanto

Oleh. Rudy Rachman, MBA

Oleh. Darmin, SE, MBA
MOBIL DIJUAL MOBIL - # DAIHATSU #
BURSA RUMAH DAIHATSU PAKET DP & ANGSURAN RINGAN - DIJUAL Rmh Baru - DIJUAL CEPAT - DIJUAL 1 UNIT RUKO - RUMAH DIJUAL
TANAH DIJUAL TANAH
LOWONGAN
RUPA-RUPA AL – MUHAJIR WATER - Kirim Barang Pindah dan Mobil Via Kargo Laut Kompas Express
 
copyright ©2010 Harian Medan Bisnis
all rights reserved