User ID Password  
Home   |   Tentang Kami   |   Pasang Iklan   |   Index Berita   |   Iklan Baris Gratis   |   Hubungi Kami Daftar Menjadi Member   |   Login
Membangun Indonesia yang Lebih Baik
 
Ex. PDIP
 
Berita Terkini Hari Ini
E-paper
Foto Berita
Kurs Valuta Asing
Mata Uang Beli Jual
USD 12,035.00 12,065.00
SGD 9,445.10 9,485.20
JPY 112.09 112.70
MYR 370,254.00 374,196.00
CNY 1,959.70 1,973.60
THB 37,453.00 37,910.00
HKD 1,551.00 1,555.80
EUR 15,348.25 15,411.85
AUD 10,552.35 10,604.05
GBP 19,363.15 19,436.85
Last update: 20 Okt 2014 09:00 WIB
Agribisnis
Sabtu, 14 Sep 2013 07:26 WIB - http://mdn.biz.id/n/50643/ - Dibaca: 213 kali
Peternak Khawatirkan Ekspansi Peternakan Sapi
MedanBisnis - Medan. Sejumlah peternak sapi lokal mengkhawatirkan rencana pemerintah yang akan melakukan ekspansi peternakan sapi di Australia. Pasalnya, hal tersebut menurut peternak bisa menekan harga daging sapi lokal tertekan.
"Rencana pemerintah tersebut akan melahirkan persaingan dengan peternak lokal, jadi akibatnya harga sapi pun akan menjadi turun. Yang berarti pendapatan peternak juga akan menurun," kata Yudi Setiadi Damanik, peternak sapi lokal di Kecamatan Bander Masilam, Kabupaten Simalungun, Sumut kepada MedanBisnis, Jum'at (13/9).

Seperti diwacanakan, pemerintah berencana membeli lahan peternakan seluas satu juta hektare di Australia. Sehingga, ke depan pemerintah RI tidak perlu melakukan impor daging sapi dari Australia untuk memenuhi pasokan daging sapi di dalam negeri.

Menurut Yudi, langkah yang diambil pemerintah RI untuk membeli sejuta hektare lahan di Australia tersebut kurang tepat, karena Yudi menilai tidak ada untungnya bagi peternak sapi lokal.

"Kalau pun kebijakan tersebut harus diambil, lebih baik di tanah air saja, karena kan di sini lahan juga banyak. Kalau di sana yang mendapatkan keuntungannya hanya masyarakat dan peternak Australia saja, tetapi jika dilakukan di sini masyarakat dapat diuntungkan walaupun persaingan daging sapi semakin besar," terangnya.

Sementara itu, pengamat ekonomi M Ishak, mengatakan, rencana tersebut terasa sangat janggal jika ditinjau dari sisi ekonomi. Malah menurut Ishak, langkah tersebut lebih memiliki nilai-nilai politis ketimbang ekonomi.

"Kebijakan tersebut agak ganjil saya lihat, apa memang Indonesia ini tidak punya lahan lagi? Atau memang sebegitu banyaknya kebutuhan sapi di tanah air sampai harus membeli lahan seluas itu?," ujarnya.

Menurutnya, membuka peternakan di Australia justru akan menimbulkan cost (biaya) yang besar. Sebab akan melahirkan penambahan biaya yang selanjutnya berdampak pada peningkatan harga penjualan.

"Sebenarnya lebih bagus kalau memanfaatkan operasional di tanah air sendiri walaupun harus terpencar-pencar.

Selain itu kan lebih baik jika mendatangkan tenaga ahli untuk penggemukan sapi dari Australia ketimbang membeli lahan di sana. Sebab jika begini terus, justru peternak dan petani kita akan tetap selamanya kerdil," pungkasnya. (cw02)
Iklan Baris Gratis Dilihat lebih dari 15,000 visitor setiap harinya Pasang
BERITA TERKAIT
KIRIM KOMENTAR
Silakan login terlebih dahulu untuk bisa memberikan komentar atau
klik daftar untuk menjadi member MedanBisnisDaily.com
KOMENTAR ANDA
Tidak ada komentar pada berita ini!
Partisipasi Menggunakan Facebook