Jumat, 18 Mei 2012
AgriBisnis Jumat, 20 Jan 2012 07:18 WIB
MedanBisnis – Jakarta. Pmerintah harus terus meningkatkan daya saing produk pertanian nasional untuk menghadapi serbuan produk impor. Pasalnya, naiknya daya saing produk pertanian akan  meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Hal itu dikatakan anggota Komisi IV DPR Hermanto di Jakarta, Kamis (19/1), menanggapi terjadinya surplus perdagangan komoditas pertanian nasional selama Januari-September 2011 yang mencapai US$ 17,02 miliar atau naik 44,2% dari 2010.

Menurut anggota DPR dari Dapil Sumatera Barat tersebut, pencapaian kinerja ekspor ini harus terus ditingkatkan khususnya untuk komoditas pertanian yang dihasilkan oleh kebun-kebun rakyat.

"Bahkan dengan terjadinya pertumbuhan PDB pertanian mencapai 3,07% yang lebih tinggi dibandingkan 2010 sebesar 2,86%, harus terus memacu pemerintah untuk memperkuat sektor pertanian dengan mengoptimalkan peran para penyuluh pertanian," ujarnya.

Sebagaimana terdapat di dalam UU Nomor 16 Tahun 2006 tentang Sistem Penyuluh Pertanian, Perikanan dan Kehutanan, secara jelas dinyatakan bahwa tentang fungsi sistem penyuluhan diantaranya memfasilitasi proses pembelajaran pelaku utama dan pelaku usaha, mengupayakan kemudahan akses pelaku utama dan pelaku usaha ke sumber informasi, teknologi, dan sumber daya lainnya agar mereka dapat mengembangkan usahanya.

"Dengan demikian, kedepan peran dan fungsi penyuluh pertanian perlu terus ditingkatkan tidak sebatas menfasilitasi pelaksanaan program-program peemrintah. Namun lebih dari itu harus mulai dioptimalkan untuk meningkatkan daya saing produk pertanian yaitu produk dengan kualitas tinggi yang dihasilkan dari sebuah proses yang efisien," katanya.

Sementara berdasarkan data Ditjen Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian Kementerian Pertanian, hingga Agustus 2011 ekspor komoditas pertanian nasional mencapai US$ 25,13 miliar, sedangkan impor sebanyak US$ 11,08 miliar atau masih surplus US$ 14,05 miliar.

Sedangkan dari segi volume, ekspor komoditas pertanian mencapai 17,3 juta ton dan impor sekitar 15,86 juta ton, sehingga mengalami surplus 1,49 juta ton.  Mengenai investasi pada sektor pertanian, khususnya subsektor tanaman pangan dan subsektor perkebunan, Mentan Suswono menyatakan pada tahun lalu mencapai Rp 8,3 triliun atau US$ 1,03 miliar.  (ant)
Baca Juga
Jumat, 11 Mei 2012 07:32 WIB
Pertanian Perkotaan Kembangkan Produk Organik
Selasa, 08 Mei 2012 08:10 WIB
Lima Sektor Dorong Pertumbuhan Ekonomi Aceh
 
Kirim Komentar
Nama Anda
E-mail
Komentar Anda
Kode Sekuriti
 
 
 
 
Pencarian Berita
 
Baca e-paper
Harian Medan Bisnis
Jumat, 18 Mei 2012
 
Stock Exchange
Nama Bursa Nilai   Perubahan
DJIA 12,551.00 -23.00
JSX 3,980.50 -65.15
NASDAQ 2,874.04 -19.72
NIKKEI 8,876.59 75.42
Last update: 18 Mei 2012 06:00 WIB
 
Jenis Lokasi Harga (Rp)
CPO Rotterdam,MEDAN 8,737 Rp/Kg
Karet TSR 20 SINGAPURA, Palembang 30,587 Rp/Kg
Kopi Arabika New York, Medan 0 Rp/Kg
Kopi Robusta LONDON, Lampung 18,883 Rp/Kg
Last update: 18 Mei 2012 06:00 WIB
 
Jenis Emas Harga (Rp)
24 Karat Rp. 469,000
22 Karat Rp. 466,000
18 Karat [75 %] Rp. 351,750
17 Karat [70 %] Rp. 328,300
Last Update: 18 Mei 2012 06:00 WIB
 
Mata Uang Jual Beli
USD 9,490.00 9,265.00
SGD 7,499.30 7,286.30
HKD 1,225.10 1,189.60
GBP 15,155.65 14,787.35
AUD 9,423.75 9,153.65
JPY 118.86 114.70
Last update: 18 Mei 2012 06:00 WIB
 

Oleh. Tony, SH, M.Kn

Oleh. Dr. Surya Hartanto

Oleh. Rudy Rachman, MBA

Oleh. Darmin, SE, MBA
MOBIL DIJUAL MOBIL - # DAIHATSU #
BURSA RUMAH DAIHATSU PAKET DP & ANGSURAN RINGAN - DIJUAL Rmh Baru - DIJUAL CEPAT - DIJUAL 1 UNIT RUKO - RUMAH DIJUAL
TANAH DIJUAL TANAH
LOWONGAN
RUPA-RUPA AL – MUHAJIR WATER - Kirim Barang Pindah dan Mobil Via Kargo Laut Kompas Express
 
copyright ©2010 Harian Medan Bisnis
all rights reserved