Jumat, 18 Mei 2012
Terkini Senin, 30 Jan 2012 14:55 WIB
MedanBisnis-Jakarta. Asosiasi Pengalengan Ikan Indonesia (Apiki) menegaskan tak tahu menahu
soal dugaan banjirnya ikan makarel impor belakangan ini. Industri
mengharapkan ada investigasi agar tak menjadi sasaran tuduhan sebagai
penyebab tingginya arus impor ikan.
Hal ini disampaikan oleh Direktur Eksekutif Asosiasi Pengalengan Ikan
Indonesia (Apiki) Ady Surya, Senin (30/1)

"Kalau membanjiri pasar dalam negeri kita nggak tahu, harus ada
investigasi. Kalau industri sih mudah sekali mengeceknya, berapa yang
masuk, berapa kaleng yang keluar, mudah sekali bagi industri," kata
Ady.

Ia mengatakan saat ini memang produksi ikan di dalam negeri sedang
merosot karena masuk periode musim paceklik sehingga tak heran arus
impor ikan terjadi untuk konsumsi maupun industri.

"Kita harus jujur kenapa impor, kementerian kelautan dan perikan (KKP)
pun harus jujur sejauh mana KKP menyediakan bahan baku bagi industri.
Kalau memang ada ekses yang terjadi, ada pihak-pihak tertentu yang
melakukan kekeliruan jangan dijadikan kesimpulan umum. Banyak industri
yang benar, kalau yang salah ditindak," katanya.

Menurutnya KKP tidak hanya punya semangat mengurangi impor ikan, namun
yang penting bagi industri adalah keseimbangan antara pasokan dan
kebutuhan bahan baku. Pada dasarnya industri lebih memilih ikan lokal
daripada ikan impor karena lebih murah dan segar.

"Harusnya negara punya peran untuk bahan baku, pabrik kan menyerap
tenaga kerja, proses pembangunan, bayar pajak, ekspor, dan suplai
untuk masyarakat lokal," katanya.

Ady menambahkan faktanya saat ini periode waktu tangkap ikan di
Indonesia hanya 7 bulan, karena harus dipotong periode paceklik 3
bulan dan 2 bulan masa terang bulan. Saat ini produksi ikan untuk
suplai industri dalam negeri masih belum optimal, misalnya ikan lamuru
75% baru dipasok dari lokal.

"Kita akui pilihan terakhir adalah impor keniscayaan yang ironis, kita
negara banyak ikan tapi karena tidak tertata dengan baik akhir seperti
ini. Kebutuhan lamuru (sarden) 230.000 ton setahuan sekitar 24 pabrik.
Produksi lamuru nasional 165.000 ton," katanya.
(dtf)
Baca Juga
Rabu, 16 Mei 2012 08:02 WIB
Tata Niaga Industri Karet Miskinkan Petani
Rabu, 16 Mei 2012 07:55 WIB
Industri Galangan Kapal
Selasa, 15 Mei 2012 11:12 WIB
Gas Naik, Harga Produk Industri Menanjak 15%
Rabu, 09 Mei 2012 07:36 WIB
HARGA GAS INDUSTRI NAIK
Senin, 23 Apr 2012 09:24 WIB
Penjualan Mobil Nasional Bisa 2 Juta/Tahun
 
Kirim Komentar
Nama Anda
E-mail
Komentar Anda
Kode Sekuriti
 
 
 
 
Pencarian Berita
 
Baca e-paper
Harian Medan Bisnis
Jumat, 18 Mei 2012
 
Stock Exchange
Nama Bursa Nilai   Perubahan
DJIA 12,551.00 -23.00
JSX 3,980.50 -65.15
NASDAQ 2,874.04 -19.72
NIKKEI 8,876.59 75.42
Last update: 18 Mei 2012 06:00 WIB
 
Jenis Lokasi Harga (Rp)
CPO Rotterdam,MEDAN 8,737 Rp/Kg
Karet TSR 20 SINGAPURA, Palembang 30,587 Rp/Kg
Kopi Arabika New York, Medan 0 Rp/Kg
Kopi Robusta LONDON, Lampung 18,883 Rp/Kg
Last update: 18 Mei 2012 06:00 WIB
 
Jenis Emas Harga (Rp)
24 Karat Rp. 469,000
22 Karat Rp. 466,000
18 Karat [75 %] Rp. 351,750
17 Karat [70 %] Rp. 328,300
Last Update: 18 Mei 2012 06:00 WIB
 
Mata Uang Jual Beli
USD 9,490.00 9,265.00
SGD 7,499.30 7,286.30
HKD 1,225.10 1,189.60
GBP 15,155.65 14,787.35
AUD 9,423.75 9,153.65
JPY 118.86 114.70
Last update: 18 Mei 2012 06:00 WIB
 

Oleh. Tony, SH, M.Kn

Oleh. Dr. Surya Hartanto

Oleh. Rudy Rachman, MBA

Oleh. Darmin, SE, MBA
MOBIL DIJUAL MOBIL - # DAIHATSU #
BURSA RUMAH DAIHATSU PAKET DP & ANGSURAN RINGAN - DIJUAL Rmh Baru - DIJUAL CEPAT - DIJUAL 1 UNIT RUKO - RUMAH DIJUAL
TANAH DIJUAL TANAH
LOWONGAN
RUPA-RUPA AL – MUHAJIR WATER - Kirim Barang Pindah dan Mobil Via Kargo Laut Kompas Express
 
copyright ©2010 Harian Medan Bisnis
all rights reserved