INDAG Kamis, 02 Feb 2012 07:35 WIB
MedanBisnis – Medan. Sepanjang tahun 2011, pertumbuhan produksi lima jenis industri manufaktur besar dan sedang di Sumatera Utara (Sumut) alami penurunan. Kelima industri tersebut yakni industri pengolahan tembakau, industri kayu dan barang-barang dari kayu (tidak termasuk furnitur), karet dan barang dari karet, barang dari plastik, industri barang-barang dari logam kecuali mesin dan peralatannya serta industri furnitur dan manufaktur lainnya.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Sumut, menurunnya pertumbuhan jenis industri pengolahan tembakau 14,47%, industri kayu, barang-barang dari kayu turun 8,48%, karet dan barang dari karet dan barang dari plastik 20,31%, barang-barang dari logam kecuali mesin dan peralatannya 11,57% serta industri furnitur dan manufaktur lainnya turun sekira 1,39%. Kepala BPS Sumut mengatakan, pembangunan bidang industri manufaktur merupakan bagian integral dari pembangunan, baik nasional maupun daerah yang harus direncakan dan dilaksanakan secara terpadu dan berkelanjutan. Sehingga pembangunan bidang industri manufaktur dapat memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat.
"Untuk itu perlu adanya kelanjutan fungsi sumber daya industri manufaktur itu sendiri sehingga dapat meningkatkan taraf hidup dan perekonomian masyarakat Sumut serta rakyat Indonesia pada umumnya," kata Suharno, kepada wartawan, Rabu (1/2) di Medan.
Dikatakannya, pertumbuhan produksi industri manufaktur besar dan sedang triwulan atau year on year pada triwulan IV tahun 2011 naik sebesar 6,06% dari triwulan yang sama tahun 2010. Kenaikan produksi tersebut disebabkan meningkatnya produksi industri barang-barang dari logam kecuali mesin dan peralatannya sebesar 24,60%, disusul industri makanan dan minuman sekira 20,14%, kertas dan barang dari kertas 10,22% serta industri barang galian bukan logam sebesar 10,21%.
Sementara untuk pertumbuhan produksi industri manufaktur mikro dan kecil pada triwulan IV 2011 naik sekira 5,52% dibandingkan triwulan III 2011. Kenaikan ini disebabkan meningkatnya permintaan dari pasar dalam rangka menyambut Hari Natal dan Tahun Baru.
"Jika dibandingkan dengan pertumbuhan produksi industri manufaktur mikro dan kecil nasional sebesar 4,54%, maka pertumbuhan di Sumut lebih tinggi. Sementara selama tahun 2011 produksi industri manufaktur mikro dan kecil Sumut tumbuh sekira 1,82%," ungkap Suharno.
Sekretaris Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sumut, Laksamana Adyaksa mengatakan, terjadinya penurunan pertumbuhan produksi manufaktur besar dan sedang ini disebabkan daya saing pasar yang berkurang. Apalagi saat ini negara lain yang memiliki industri yang sama lebih memiliki harga kompetetif dan barang tersebut juga masuk ke Indonesia.
"Daya saing produk kita menurun dibandingkan negara lain. Apalagi barang dari luar sudah masuk di Indonesia dengan harga lebih murah bahkan dengan kualitas yang lebih bagus," katanya. Dikatakannya, kita harus punya efisiensi harga, strategi, energi dan kualitas serta lainnya dalam memperkuat daya saing ini. “Kalau tidak industri produksi manufaktur kita akan terus menurun," katanya lagi.
Apalagi, saat ini kondisi market buyer (pembeli) sudah sangat selektif dan memicu menurunnya permintaan, sementara produsen terus memproduksi produknya. "Harus siap bersaing baik dari sisi harga dan kualitas. Jadi produsen yang memiliki produk berkualitas ini lah yang akan mempunyai pangsa pasar lebih baik dan bertahan sehingga produksi terus dapat tumbuh," pungkasnya. (yuni naibaho)
|
|
|
| Baca Juga |
|
|
| |
|
|
|
| |
|
|
| |
|
|
| |
| |
|
Baca e-paper Harian Medan Bisnis
Jumat, 18 Mei 2012
|
| |
| Stock Exchange |
|
| Nama Bursa |
Nilai |
|
Perubahan |
| DJIA |
12,551.00 |
 |
-23.00 |
| JSX |
3,980.50 |
 |
-65.15 |
| NASDAQ |
2,874.04 |
 |
-19.72 |
| NIKKEI |
8,876.59 |
 |
75.42 |
| Last update: 18 Mei 2012 06:00 WIB |
|
| |
 |
| Jenis |
Lokasi |
Harga (Rp) |
| CPO |
Rotterdam,MEDAN |
8,737 Rp/Kg |
| Karet TSR 20 |
SINGAPURA, Palembang |
30,587 Rp/Kg |
| Kopi Arabika |
New York, Medan |
0 Rp/Kg |
| Kopi Robusta |
LONDON, Lampung |
18,883 Rp/Kg |
| Last update: 18 Mei 2012 06:00 WIB |
|
| |
 |
| Jenis Emas |
Harga (Rp) |
| 24 Karat |
Rp. 469,000 |
| 22 Karat |
Rp. 466,000 |
| 18 Karat [75 %] |
Rp. 351,750 |
| 17 Karat [70 %] |
Rp. 328,300 |
| Last Update: 18 Mei 2012 06:00 WIB |
|
| |
 |
| Mata Uang |
Jual |
Beli |
| USD |
9,490.00 |
9,265.00 |
| SGD |
7,499.30 |
7,286.30 |
| HKD |
1,225.10 |
1,189.60 |
| GBP |
15,155.65 |
14,787.35 |
| AUD |
9,423.75 |
9,153.65 |
| JPY |
118.86 |
114.70 |
| Last update: 18 Mei 2012 06:00 WIB |
|
| |

Oleh. Tony, SH, M.Kn
|

Oleh. Dr. Surya Hartanto
|

Oleh. Rudy Rachman, MBA
|

Oleh. Darmin, SE, MBA
|
|
 |
|