User ID Password  
Home   |   Tentang Kami   |   Pasang Iklan   |   Index Berita   |   Iklan Baris Gratis   |   Hubungi Kami Daftar Menjadi Member   |   Login
Membangun Indonesia yang Lebih Baik
 
 
Berita Terkini Hari Ini
E-paper
Foto Berita
Kurs Valuta Asing
Mata Uang Beli Jual
USD 12,070.00 12,100.00
SGD 9,476.30 9,516.45
JPY 111.56 112.17
MYR 370,318.00 374,280.00
CNY 1,969.90 1,983.65
THB 37,248.00 37,670.00
HKD 1,555.80 1,560.65
EUR 15,361.55 15,425.15
AUD 10,703.75 10,754.55
GBP 19,458.05 19,531.95
Last update: 30 Okt 2014 09:00 WIB
Ekonomi Dunia
Rabu, 19 Feb 2014 07:45 WIB - http://mdn.biz.id/n/79904/ - Dibaca: 105 kali
Lithhuania Adakan Referendum Terkait Larangan Penjualan Lahan ke Pihak Asing
MedanBisnis - Vilnius. Para pejabat Lithuania pada Senin (17/2) mengatakan bahwa Lithuania akan mengadakan sebuah referendum untuk mempertahankan peraturan yang melarang penjualan lahan kepada pihak asing, sementara para analis memperingatkan langkah itu akan bertentangan dengan peraturan Uni Eropa mengenai praktik penanaman modal secara bebas.
Menurut otoritas pemilihan Lithuania, pemungutan suara itu mendapat persetujuan setelah para pendukung larangan penjualan tanah ke pihak asing - diantaranya partai yang dipimpin oleh salah satu pemilik lahan pertanian terbesar di Lithuania - berhasil mengumpulkan tanda tangan lebih dari sepersepuluh populasi negara itu, guna mendorong pelaksanaan referendum itu.

Sebelumnya, Lithuania telah berjanji untuk menghapuskan larangan tersebut setelah bergabung dengan Uni Eropa pada 2004, dan negara itu diberi masa transisi sampai bulan Mei untuk melaksanakan janjinya.

Namun, ada beberapa kampanye yang menyerukan agar larangan itu dibuat permanen, dengan argumen bahwa penjualan lahan ke pihak asing bisa mendorong peningkatan harga hingga di luar jangkauan penduduk setempat. Kepemilikan lahan adalah masalah emosional di negara yang sepanjang sejarahnya telah mengalami serangkaian penjajahan.

"Ketika berhubungan dengan soal kepemilikan lahan, masyarakat Lithuania cenderung sangat emosional. Kami bahkan mengatakan bahwa wajah orang sedih tampak seperti orang yang baru saja menjual tanahnya," kata Valdas Gaidys, kepala petugas pengumpul suara di Vilmorus.

Jajak pendapat menunjukkan bahwa dua pertiga dari warga Lithuania menentang praktik penjualan lahan kepada orang asing.

Referendum larangan penjualan lahan ke pihak asing itu digagas oleh Persatuan Nasionalis Lithuania dan Persatuan Petani Lithuania, yang dipimpin oleh Ramunas Karbauskis, salah satu pemilik lahan pertanian terbesar di negara Baltik tersebut.

Referendum itu ditentang oleh partai penguasa Sosial Demokrat dan partai-partai oposisi Homeland Union, serta Presiden Lithuania Dalia Grybauskaite, yang berpendapat bahwa voting untuk mendukung larangan itu sama saja dengan voting melawan keanggotaan Lithuania di Uni Eropa.

"Jika referendum itu berhasil, Lithuania jelas akan melanggar hukum Uni Eropa karena akan membatasi praktik bebas penanaman modal," kata Ignas Vegele, seorang profesor dari Universitas Vilnius Mykolas Romeris.

Menurut Vegele, Lithuania bisa didenda oleh Pengadilan Uni Eropa, dan akses pendanaan oleh Uni Eropa, yang menyumbang 16 persen dari pengeluaran publik negara itu, bisa dibatasi.
Kepala Komisi Pemilihan Lithuania mengatakan bahwa mereka yang berada dibalik inisiatif referendum itu telah mengumpulkan 300 ribu tanda tangan yang dibutuhkan untuk mengadakan pemungutan suara - inisiatif populer yang pertama kali berhasil dilakukan sejak negara itu memisahkan diri dari Uni Soviet pada awal 1990-an.

Oleh karena itu, Parlemen Lithuania harus memilih tanggal antara Mei dan Juli untuk pelaksanaan pemungutan suara itu. (ant/reuters)
Iklan Baris Gratis Dilihat lebih dari 15,000 visitor setiap harinya Pasang
BERITA TERKAIT
KIRIM KOMENTAR
Silakan login terlebih dahulu untuk bisa memberikan komentar atau
klik daftar untuk menjadi member MedanBisnisDaily.com
KOMENTAR ANDA
Tidak ada komentar pada berita ini!
Partisipasi Menggunakan Facebook