Jumat, 18 Mei 2012
INDAG Kamis, 23 Feb 2012 07:31 WIB
MedanBisnis – Jakarta. Kontribusi industri jasa terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia berpeluang meningkat sampai 5% selama 2012.
Jacky Mussry selaku Vice President Markplus.Inc, sebuah perusahaan konsultan strategi pemasaran di Jakarta, Rabu (22/2) mengatakan, industri jasa tahun lalu memberikan sumbangan sampai sekitar 47% terhadap PDB Indonesia yang menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) mencapai Rp7.427,1 triliun (atas dasar harga berlaku).

"Kalau krisis Eropa tidak banyak berdampak, dengan kebijakan pemerintah sekarang dan makin banyaknya orang yang tinggal di kota dan berpotensi menggunakan produk jasa, kontribusi industri jasa bisa naik sampai lima persen jadi 50 persen lebih tahun ini," katanya.

Jacky mengatakan, industri jasa yang paling berkembang dan cukup kompetitif dalam beberapa tahun terakhir antara lain jasa transportasi udara dan perbankan. "Pertumbuhan industri jasa penerbangan terlihat dari peningkatan kapasitas bandara Cengkareng, dulu kapasitasnya 22 juta penumpang per tahun tapi sekarang sudah dua kali lipat dari itu," katanya.

Ia menambahkan, peningkatan pendapatan per kapita nasional menjadi faktor pendorong utama pertumbuhan industri jasa dalam negeri. "Tahun 2010 pendapatan per kapita penduduk sudah mencapai US$ 3.000 per tahun, tahun ini bisa naik jadi US$ 3.500. Bisa dibayangkan peningkatan kebutuhan orang akan jasa dan layanan pendukungnya," katanya.

Ia menjelaskan pula bahwa akses informasi yang makin baik membuat pola permintaan konsumen akan produk jasa berubah dalam beberapa tahun terakhir. "Tuntutan konsumen makin tinggi karena mereka mendapat banyak informasi dari internet dan yang lainnya," kata dia.

Perubahan pola permintaan konsumen, menurut dia, menjadi tantangan tersendiri bagi pelaku usaha yang bergerak di sektor jasa selain masalah klasik lain seperti infrastruktur dan sistem logistik yang belum juga selesai ditangani.

Meski demikian, Jacky menjelaskan, para pelaku usaha tetap bisa memanfaatkan peluang pasar jasa yang ada dengan menerapkan strategi pemasaran dan pendekatan konsumen yang tepat. "Perusahaan harus bisa mengikuti cara konsumen berkomunikasi, tidak hanya untuk melihat apa yang mereka butuhkan, inginkan dan harapkan saja, tapi juga melihat kekhawatiran hasrat mereka," kata dia.

Sementara pemerintah, menurut dia, bisa mendukung perkembangan sektor industri jasa dalam negeri hanya dengan menegakkan Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang pelayanan publik.

Menurut undang-undang itu, penyelenggaraan pelayanan publik antara lain harus berasaskan kepentingan umum, kepastian hukum, kesamaan hak, keseimbangan hak dan kewajiban, profesionalisme, persamaan perlakuan, keterbukaan, akuntabilitas, ketepatan waktu, kecepatan, kemudahan dan keterjangkauan. "Cukup itu saja deh, tegakkan, pastikan pelaksanaannya dan awasi. Karena orang yang mau investasi pasti melihat birokrasinya dulu. Kalau dengan kondisi sekarang saja bisa tumbuh baik, apalagi kalau hal-hal seperti itu benar-benar diterapkan," demikian Jacky. (ant)
Baca Juga
Rabu, 16 Mei 2012 08:02 WIB
Tata Niaga Industri Karet Miskinkan Petani
Rabu, 16 Mei 2012 07:55 WIB
Industri Galangan Kapal
Selasa, 15 Mei 2012 11:12 WIB
Gas Naik, Harga Produk Industri Menanjak 15%
Jumat, 11 Mei 2012 07:54 WIB
Jasa Titipan Diimbau Buat Laporan ke Pempropsu
Kamis, 10 Mei 2012 08:43 WIB
Kilas Bursa
Jasa Marga Bagi Dividen Rp 536 Miliar
Kamis, 10 Mei 2012 07:51 WIB
Tahun 2012-2013
Jasa Marga Mulai Bangun Konstruksi 2 Tol di Sumut
Rabu, 09 Mei 2012 07:36 WIB
HARGA GAS INDUSTRI NAIK
 
Kirim Komentar
Nama Anda
E-mail
Komentar Anda
Kode Sekuriti
 
 
 
 
Pencarian Berita
 
Baca e-paper
Harian Medan Bisnis
Jumat, 18 Mei 2012
 
Stock Exchange
Nama Bursa Nilai   Perubahan
DJIA 12,551.00 -23.00
JSX 3,980.50 -65.15
NASDAQ 2,874.04 -19.72
NIKKEI 8,876.59 75.42
Last update: 18 Mei 2012 06:00 WIB
 
Jenis Lokasi Harga (Rp)
CPO Rotterdam,MEDAN 8,737 Rp/Kg
Karet TSR 20 SINGAPURA, Palembang 30,587 Rp/Kg
Kopi Arabika New York, Medan 0 Rp/Kg
Kopi Robusta LONDON, Lampung 18,883 Rp/Kg
Last update: 18 Mei 2012 06:00 WIB
 
Jenis Emas Harga (Rp)
24 Karat Rp. 469,000
22 Karat Rp. 466,000
18 Karat [75 %] Rp. 351,750
17 Karat [70 %] Rp. 328,300
Last Update: 18 Mei 2012 06:00 WIB
 
Mata Uang Jual Beli
USD 9,490.00 9,265.00
SGD 7,499.30 7,286.30
HKD 1,225.10 1,189.60
GBP 15,155.65 14,787.35
AUD 9,423.75 9,153.65
JPY 118.86 114.70
Last update: 18 Mei 2012 06:00 WIB
 

Oleh. Tony, SH, M.Kn

Oleh. Dr. Surya Hartanto

Oleh. Rudy Rachman, MBA

Oleh. Darmin, SE, MBA
MOBIL DIJUAL MOBIL - # DAIHATSU #
BURSA RUMAH DAIHATSU PAKET DP & ANGSURAN RINGAN - DIJUAL Rmh Baru - DIJUAL CEPAT - DIJUAL 1 UNIT RUKO - RUMAH DIJUAL
TANAH DIJUAL TANAH
LOWONGAN
RUPA-RUPA AL – MUHAJIR WATER - Kirim Barang Pindah dan Mobil Via Kargo Laut Kompas Express
 
copyright ©2010 Harian Medan Bisnis
all rights reserved