INDAG Kamis, 23 Feb 2012 07:31 WIB
MedanBisnis – Jakarta. Kontribusi industri jasa terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia berpeluang meningkat sampai 5% selama 2012.
Jacky Mussry selaku Vice President Markplus.Inc, sebuah perusahaan konsultan strategi pemasaran di Jakarta, Rabu (22/2) mengatakan, industri jasa tahun lalu memberikan sumbangan sampai sekitar 47% terhadap PDB Indonesia yang menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) mencapai Rp7.427,1 triliun (atas dasar harga berlaku).
"Kalau krisis Eropa tidak banyak berdampak, dengan kebijakan pemerintah sekarang dan makin banyaknya orang yang tinggal di kota dan berpotensi menggunakan produk jasa, kontribusi industri jasa bisa naik sampai lima persen jadi 50 persen lebih tahun ini," katanya.
Jacky mengatakan, industri jasa yang paling berkembang dan cukup kompetitif dalam beberapa tahun terakhir antara lain jasa transportasi udara dan perbankan. "Pertumbuhan industri jasa penerbangan terlihat dari peningkatan kapasitas bandara Cengkareng, dulu kapasitasnya 22 juta penumpang per tahun tapi sekarang sudah dua kali lipat dari itu," katanya.
Ia menambahkan, peningkatan pendapatan per kapita nasional menjadi faktor pendorong utama pertumbuhan industri jasa dalam negeri. "Tahun 2010 pendapatan per kapita penduduk sudah mencapai US$ 3.000 per tahun, tahun ini bisa naik jadi US$ 3.500. Bisa dibayangkan peningkatan kebutuhan orang akan jasa dan layanan pendukungnya," katanya.
Ia menjelaskan pula bahwa akses informasi yang makin baik membuat pola permintaan konsumen akan produk jasa berubah dalam beberapa tahun terakhir. "Tuntutan konsumen makin tinggi karena mereka mendapat banyak informasi dari internet dan yang lainnya," kata dia.
Perubahan pola permintaan konsumen, menurut dia, menjadi tantangan tersendiri bagi pelaku usaha yang bergerak di sektor jasa selain masalah klasik lain seperti infrastruktur dan sistem logistik yang belum juga selesai ditangani.
Meski demikian, Jacky menjelaskan, para pelaku usaha tetap bisa memanfaatkan peluang pasar jasa yang ada dengan menerapkan strategi pemasaran dan pendekatan konsumen yang tepat. "Perusahaan harus bisa mengikuti cara konsumen berkomunikasi, tidak hanya untuk melihat apa yang mereka butuhkan, inginkan dan harapkan saja, tapi juga melihat kekhawatiran hasrat mereka," kata dia.
Sementara pemerintah, menurut dia, bisa mendukung perkembangan sektor industri jasa dalam negeri hanya dengan menegakkan Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang pelayanan publik.
Menurut undang-undang itu, penyelenggaraan pelayanan publik antara lain harus berasaskan kepentingan umum, kepastian hukum, kesamaan hak, keseimbangan hak dan kewajiban, profesionalisme, persamaan perlakuan, keterbukaan, akuntabilitas, ketepatan waktu, kecepatan, kemudahan dan keterjangkauan. "Cukup itu saja deh, tegakkan, pastikan pelaksanaannya dan awasi. Karena orang yang mau investasi pasti melihat birokrasinya dulu. Kalau dengan kondisi sekarang saja bisa tumbuh baik, apalagi kalau hal-hal seperti itu benar-benar diterapkan," demikian Jacky. (ant)
|
|
|
| Baca Juga |
|
|
| |
|
|
|
| |
|
|
| |
|
|
| |
| |
|
Baca e-paper Harian Medan Bisnis
Jumat, 18 Mei 2012
|
| |
| Stock Exchange |
|
| Nama Bursa |
Nilai |
|
Perubahan |
| DJIA |
12,551.00 |
 |
-23.00 |
| JSX |
3,980.50 |
 |
-65.15 |
| NASDAQ |
2,874.04 |
 |
-19.72 |
| NIKKEI |
8,876.59 |
 |
75.42 |
| Last update: 18 Mei 2012 06:00 WIB |
|
| |
 |
| Jenis |
Lokasi |
Harga (Rp) |
| CPO |
Rotterdam,MEDAN |
8,737 Rp/Kg |
| Karet TSR 20 |
SINGAPURA, Palembang |
30,587 Rp/Kg |
| Kopi Arabika |
New York, Medan |
0 Rp/Kg |
| Kopi Robusta |
LONDON, Lampung |
18,883 Rp/Kg |
| Last update: 18 Mei 2012 06:00 WIB |
|
| |
 |
| Jenis Emas |
Harga (Rp) |
| 24 Karat |
Rp. 469,000 |
| 22 Karat |
Rp. 466,000 |
| 18 Karat [75 %] |
Rp. 351,750 |
| 17 Karat [70 %] |
Rp. 328,300 |
| Last Update: 18 Mei 2012 06:00 WIB |
|
| |
 |
| Mata Uang |
Jual |
Beli |
| USD |
9,490.00 |
9,265.00 |
| SGD |
7,499.30 |
7,286.30 |
| HKD |
1,225.10 |
1,189.60 |
| GBP |
15,155.65 |
14,787.35 |
| AUD |
9,423.75 |
9,153.65 |
| JPY |
118.86 |
114.70 |
| Last update: 18 Mei 2012 06:00 WIB |
|
| |

Oleh. Tony, SH, M.Kn
|

Oleh. Dr. Surya Hartanto
|

Oleh. Rudy Rachman, MBA
|

Oleh. Darmin, SE, MBA
|
|
 |
|