User ID Password  
Home   |   Tentang Kami   |   Pasang Iklan   |   Index Berita   |   Iklan Baris Gratis   |   Hubungi Kami Daftar Menjadi Member   |   Login
Membangun Indonesia yang Lebih Baik
 
Ex. JK
 
Berita Terkini Hari Ini
E-paper
Foto Berita
Kurs Valuta Asing
Mata Uang Beli Jual
USD 12,050.00 12,080.00
SGD 9,434.00 9,434.00
JPY 111.45 11,204.00
MYR 366,289.00 370,187.00
CNY 1,963.70 1,977.40
THB 37,002.00 37,454.00
HKD 1,552.80 1,557.65
EUR 15,237.25 15,300.55
AUD 10,525.75 110,577.35
GBP 19,307.75 19,381.25
Last update: 24 Okt 2014 09:00 WIB
UKM
Selasa, 01 Apr 2014 07:52 WIB - http://mdn.biz.id/n/87579/ - Dibaca: 133 kali
Rea-Choc Targetkan Pasar Indonesia
COKLAT Nazli Ilhamsyah salah seorang owner Rea-Choc menunjukkan beberapa coklat dengan berbagai rasa. (medanbisnis/ledi munthe)
MedanBisnis - Medan. Bisnis olahan coklat semakin banyak saja peminatnya. Termasuk Rea-Choc, usaha yang dibangun Tika Ramadhani bersama rekannya Nazli Ilhamsyah dua tahun silam. Kendati masih terbilang baru, ke depan mereka ingin menguasai pasar Indonesia.
Usaha yang dibangun dengan modal Rp 100 ribu itu memberikan varian rasa yang berbeda dibandingkan coklat umumnya. Coklat dengan rasa markisa menjadi salah satu andalannya. Tidak hanya itu saja, masih ada banyak pilihan rasa lainnya seperti nenas, dodol durian, bluberry, keju, strawberri, almond, kismis, asam jawa, bandrek dan jeruk.

Kepada MedanBisnis, Tika menuturkan, menjalankan usaha ini dia menggandeng reseller dan juga distributor untuk memasarkan olahan coklat tersebut, disamping memanfaatkan media sosial.

Dari usaha yang mereka bangun ini, Rea-Choc sudah memiliki kemasan yang lebih menarik. Ini pula yang menjadi salah satu faktor yang membuat produk dari Rea-Choc ini, berkembang sampai ke berbagai daerah di Indonesia.

"Kemasan kita sudah bagus. Pemasarannya sudah sampai ke berbagai kota seperti Batam, Palembang, Semarang, Jakarta. Bahkan sudah sampai Sulawesi," ujar Tika yang juga binaan Inkubator Cikal USU ini, Senin kemarin.

Mahasiswa Fakultas Psikologi USU ini menyebutkan, usahanya kini memiliki pangsa pasar tersendiri, terutama siswa SD, SMP, SMA bahkan mahasiswa. Sementara pasar ke luar kota tergantung pemesan.

Tika mengisahkan, ketertarikannya berbisnis coklat tersebut, karena dia menemukan perusahaan coklat terbaik di dunia yang memiliki omzet miliaran saat berselancar di internet. Hal itu membuatnya bersemangat, selain memang ingin membuka lapangan pekerjaan bagi orang banyak.

Perempuan yang menjadi seorang Pelopor Kewirausahaan Dispora Sumut ini, menilai, melirik peluang pasar menjadi salah satu hal yang penting. "Terlebih coklat juga menjadi salah satu simbolis kasih sayang, dan peminatnya juga tidak sedikit. Sementara untuk kreasi dan inovasi rasa yang ditawarkan bagi konsumen juga belum banyak yang memasarkan," ujarnya.

"Hingga saat ini, dari beragam produk ini, markisa masih tetap menjadi idola," ungkap Tika lagi. Aneka rasa coklat itu dibanderolnya mulai Rp 12 ribu an per bungkus. Usaha coklat Rea-Choc pun terlihat berkembang, kini sudah memiliki dua tenaga kerja dengan kapasitas produksi yang meningkat dari hanya sati kilogram sekali produksi, menjadi tiga hingga empat kilogram. "Sepekan kita empat kali berproduksi," pungkas Tika. (ledi munthe)
Iklan Baris Gratis Dilihat lebih dari 15,000 visitor setiap harinya Pasang
KIRIM KOMENTAR
Silakan login terlebih dahulu untuk bisa memberikan komentar atau
klik daftar untuk menjadi member MedanBisnisDaily.com
KOMENTAR ANDA
Tidak ada komentar pada berita ini!
Partisipasi Menggunakan Facebook