User ID Password  
Home   |   Tentang Kami   |   Pasang Iklan   |   Index Berita   |   Iklan Baris Gratis   |   Hubungi Kami Daftar Menjadi Member   |   Login
Membangun Indonesia yang Lebih Baik
 
 
Berita Terkini Hari Ini
E-paper
Foto Berita
Kurs Valuta Asing
Mata Uang Beli Jual
USD 12,180.00 12,200.00
SGD 9,349.80 9,381.15
JPY 102.82 103.43
MYR 3,617.31 3,655.91
CNY 1,976.60 1,990.00
THB 369.68 373.63
HKD 1,570.60 1,574.15
EUR 15,159.25 15,209.75
AUD 10,359.15 10,401.85
GBP 19,129.95 19,187.05
Last update: 28 Nov 2014 09:00 WIB
Tapanuli Bisnis
Rabu, 30 Apr 2014 08:19 WIB - http://mdn.biz.id/n/92999/ - Dibaca: 248 kali
Pemasaran Teh Celup Gambir Masih Terkendala
MedanBisnis - Pakpak Bharat. Teh celup gambir Pakpak Bharat yang menjadi salah satu produk andalan industri hilir hingga kini pemasarannya masih terkendala walaupun sudah memasuki usia hampir setahun.
Pengusaha teh celup gambir Pakpak Bharat Salomo Bancin saat berbincang dengan MedanBisnis, Jumat (25/4) di Desa Kuta Tinggi di lokasi pengolahannya menuturkan, memasuki usia satu tahun teh celup gambir hingga kini masih terkendala pemasarannya. Hal itu terjadi karena ijin dari Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM), label halal dan tanggal kadaluarsa yang tidak dicantumkan.

"Sampai saat ini, permintaan teh celup gambir datang dari Medan dan hanya untuk dikonsumsi sendiri, kemudian permintaan dari Pemkab untuk dibawa dalam pameran. Sebenarnya kalau untuk jumah produksi kita sanggup memproduksi dalam jumlah banyak kalau faktor - faktor pendukung pemasarannya sudah lengkap seperti ijin - ijin yang harus dicantumkan dalam suatu produk," kata Salomo Bancin.

Disebutkan, cara pembuatan teh celup gambir cukup sedehana, daun gambir dipetik dari pohonnya, kemudian dibilas dengan air bersih, diiris, setelah itu dijemur. Setelah daun gambir kering lalu diblender hingga halus, setelah itu dimasukkan dalam kertas kemasan teh celup.

Khasiat yang dimiliki, baik untuk obat gangguan pencernaan, dapat menambah nafsu makan, serta menyembuhkan sariawan. Menurut Bancin, sirup gambir, sudah tidak diproduksi lagi karena sirupnya tidak tahan lama setelah diproduksi.

Kepala Bidang Perindustrian Herlita Banurea ketika ditemui di ruang kerjanya, menuturkan hasil produksi teh celup gambir, masih kategori skala rumah tangga. "Jadi untuk skala rumah tangga hanya butuh ijin produksi industri rumah tangga (PIRT) dari Dinas Kesehatan setempat," katanya.

Dijelaskan, untuk tanggal kadaluarsa akan diterakan setelah dilakukan uji laboratorium oleh BPOM. "Sebenarnya untuk semua produk yang dikonsumsi harus menggunakan ijin BPOM, tapi mungkin karena jumlah yang masih sedikit dan keterbatasan modal pelaku usaha kecil dengan keterbatasan modal," jelasnya.

Menurut Herlita Banurea tahun ini untuk produk turunan gambir akan dilakukan pengujian oleh BPOM serta penggantian kemasan baru.

Sementara untuk label halal harus menuggu tahun depan karena di tahun anggaran 2014 belum ada dianggarkan.

"Untuk tahun lalu, Dinas Perindagkop memberikan bantuan, kemasan dan kotak teh celup serta satu set alat produksi teh celup gambir.

Di tahun 2014, Dinas Perindagkop telah membina 10 industri yang ada di seluruh kecamatan di Kabupaten Pakpak Bharat," ungkap Herlita Banurea.(ck 08)
Iklan Baris Gratis Dilihat lebih dari 15,000 visitor setiap harinya Pasang
KIRIM KOMENTAR
Silakan login terlebih dahulu untuk bisa memberikan komentar atau
klik daftar untuk menjadi member MedanBisnisDaily.com
KOMENTAR ANDA
Tidak ada komentar pada berita ini!
Partisipasi Menggunakan Facebook