User ID Password  
Home   |   Tentang Kami   |   Pasang Iklan   |   Index Berita   |   Hubungi Kami Daftar Menjadi Member   |   Login
Membangun Indonesia Yang Lebih Baik
 
Ex. Relawan
 
Berita Terkini
E-paper
Foto Berita
Kurs Valuta Asing
Mata Uang Beli Jual
USD 11,475.00 11,505.00
SGD 9,252.50 9,292.60
JPY 112.96 113.60
MYR 3,615.82 3,654.68
CNY 1,848.50 1,862.05
THB 360.22 364.32
HKD 1,480.20 1,484.60
EUR 15,436.25 15,500.75
AUD 10,811.75 10,864.25
GBP 19,574.05 19,649.45
Last update: 23 Jul 2014 09:00 WIB
Daerah
Selasa, 13 Mei 2014 07:55 WIB - http://mdn.biz.id/n/95180/ - Dibaca: 214 kali
Sejumlah Ormas Tolak Pembangunan Hotel DL Sitorus
MedanBisnis - Labuhanbatu. Sejumlah organisasi kemasyarakatan (ormas) menolak rencana pembangunan hotel dan Balai Pertemuan Umum (Balperum) milik Darianus Lungguk (DL) Sitorus di Jalan WR Supratman Kelurahan Padang Matinggi Kecamatan Rantau Utara, Labuhanbatu.
Di antara ormas yang menolak, Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Front Pembela Islam (FPI) Kabupaten Labuhanbatu. Selain itu, Pimpinan Daerah (PD) Aisyiyah kabupaten Labuhanbatu.

Penolakan dari PD Aisyiyah yang merupakan organisasi di bawah naungan Muhammadiyah itu sendiri sudah dilakukan sejak awal. Penolakan karena faktor posisi lokasi rencana pembangunan berada di belakang Panti Asuhan Siti Khadizah, Rantauprapat.

Sekretaris FPI Kabupaten Labuhanbatu Ridwan, Senin (12/5) di Rantauprapat kepada wartawan mengakui, penolakan tersebut. "Dalam surat bernomor: 29/SB/DPW FPI/LB/JUMADIL ULA/1435 H tanggal 25 Maret 2014 lalu yang ditujukan ke PD Aisyiyah tegas disebutkan bahwa FPI menolak untuk itu," katanya.

Untuk itu pihaknya meminta dan menganjurkan kepada Pemkab Labuhanbatu agar tidak memberikan ijin bangunan hotel dan Balperum yang akan dibangun di lokasi tersebut. "Bukan menghambat, namun penilaian kita masih banyak lokasi lain yang pantas untuk dibangun, bukan harus di belakang panti asuhan. Bagaimana nanti perkembangan anak-anak ke depannya," terang Ridwan.

Informasi diterima, PD Aisyiyah Kabupaten Labuhanbatu tanggal 1 April 2014 juga telah melayangkan surat keberatan sekaligus penolakan dengan surat bernomor: 006/PDA/A/IV/2014. PD Ikatan Pelajar Muhammadiyah Labuhanbatu melalui surat bernomor: 35/A.1/IPM-LB/03/2014 yang ditujukan kepada PD Aisyiyah juga menyatakan dukungan sekaligus menolak pembangunan hotel dan Balperum tersebut.

Disebutkan, sebanyak 121 orang warga yang berdomisili di kelurahan Padang Matinggi sepakat menyatakan sikap tidak menerima bangunan Balperum yang direncanakan seluas kurang lebih 15.406 meter dan hotel seluas sekitar 17.876 meter persegi karena persis berdampingan dengan Panti Asuhan Putri Siti Khadizah.

Adapun alasan ormas dan warga menolaknya dikarenakan khawatir keberadaan bangunan nantinya akan mengganggu dan dapat merusak moral anak-anak panti, warga menyarankan agar dipindahkan ke lokasi lain serta adanya penolakan serupa yang terjadi sekitar tahun 1999 silam. "Secara tegas warga dan organisasi lainnya menolak pembangunannya, kalaupun jadi jangan di wilayah ini," tegas SA Siregar.

Penolakan keras kedua kalinya tersebut berawal dari adanya surat Pemkab Labuhanbatu bernomor: 005/691/Ptnh/2014 tanggal 12 Maret yang ditandatangani Plt Sekdakab H Ali Usman Harahap atas nama Bupati Labuhanbatu mengundang Ketua Yayasan Panti Asuhan Muhammadiyah untuk dapat hadir ke ruang Rapat Assisten Pemerintahan tanggal 17 Maret guna berkoordinasi terkait penindaklanjutan surat permohonan DL Sitorus untuk membangun hotel dan Balperum.

Plt Sekdakab Labuhanbatu H Ali Usman Harahap ketika dimintai tanggapannya mengakui masih melakukan proses sesuai ketentuan yang adan dan musyawarah terhadap rencana pembangunan itu. ""Kita sesuaikan dengan aturan dan peraturan berlaku," jelasnya dalam pesan singkatnya. "Kita coba musyawarah dan kita cek alasan keberatannya," tandasnya. (fajar dame harahap)
BERITA TERKAIT
KIRIM KOMENTAR
Silakan login terlebih dahulu untuk bisa memberikan komentar atau
klik daftar untuk menjadi member MedanBisnisDaily.com
KOMENTAR ANDA
Tidak ada komentar pada berita ini!
Partisipasi Menggunakan Facebook