User ID Password  
Home   |   Tentang Kami   |   Pasang Iklan   |   Index Berita   |   Iklan Baris Gratis   |   Hubungi Kami Daftar Menjadi Member   |   Login
Membangun Indonesia yang Lebih Baik
 
Ex. Suarez
 
Berita Terkini Hari Ini
E-paper
Foto Berita
Kurs Valuta Asing
Mata Uang Beli Jual
USD 11,885.00 11,915.00
SGD 9,407.20 9,446.70
JPY 110.83 111.43
MYR 3,681.57 3,720.65
CNY 1,928.80 1,941.95
THB 365.93 370.05
HKD 1,533.20 1,537.60
EUR 15,378.05 15,441.95
AUD 10,734.55 10,785.55
GBP 19,285.85 19,359.55
Last update: 16 Sep 2014 09:00 WIB
Terkini
Rabu, 14 Mei 2014 10:23 WIB - http://mdn.biz.id/n/95547/ - Dibaca: 227 kali
Kondisi Listrik Sumatera Jauh Lebih Buruk Dari Jawa
MedanBisnis - Jakarta. Kondisi mati lampu di Jakarta 2 hari lalu akibat gangguan di Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) Muara Karang membuat masyarakat ibu kota 'teriak'. Namun kondisi ini masih lebih baik dari masyarakat Sumatera.
Menurut Direktur Operasional Listrik Jawa, Bali, dan Sumatera PLN Ngurah Adnyana, listrik di Sumatera bagian utara masih defisit sekitar 150-200 megawatt (MW) tiap harinya, ini harus jadi perhatian serius. Kondisi ini membuat mati listrik kerap terjadi tiap hari.

"Kondisi (listrik) Sumatera jauh lebih buruk daripada Jawa. Seperti Sumatera Utara masih defisit 150-200 MW. Tapi pelanggan umum tidak terasa (pemadaman). Yang kita padamkan yang punya genset. Jadi lebih buruk dari Jawa," jelas Adnyana.

Lantas usaha apa saja yang telah dilakukan PLN? Adnyana mengatakan, PLN sudah menyewa genset berkapasitas 150 MW untuk membantu kelistrikan di Sumatera bagian Utara. Namun usaha ini belum cukup mengatasi krisis listrik.

Ada rencana BUMN membangun transmisi listrik untuk mengantarkan listrik dari Sumatera bagian Selatan yang surplus listrik menuju Sumatera bagian Utara.

Adnyana mengatakan, proyek transmisi ini memang terlambat karena lagi-lagi masyarakat yang tidak memberikan izin penggunaan lahan untuk transmisi tersebut.

"Rencananya kami ingin membuat Sumatera seperti di Jawa-Bali. Di Jawa, PLTU Suralaya bisa mengalirkan listrik ke Paiton lewat kabel 50 kV. Untuk Sumatera kami juga ingin seperti itu," kata Adnyana.

Dia mengatakan, untuk mendukung perekonomian Indonesia yang terus tumbuh, pemerintah perlu menyiapkan infrastruktur yang andal termasuk infrastruktur listrik. "Jadi infrastruktur harus disiapkan dan perlu investasi," tutupnya. (dtf)
Iklan Baris Gratis Dilihat lebih dari 15,000 visitor setiap harinya Pasang
BERITA TERKAIT
KIRIM KOMENTAR
Silakan login terlebih dahulu untuk bisa memberikan komentar atau
klik daftar untuk menjadi member MedanBisnisDaily.com
KOMENTAR ANDA
Tidak ada komentar pada berita ini!
Partisipasi Menggunakan Facebook