User ID Password  
Home   |   Tentang Kami   |   Pasang Iklan   |   Index Berita   |   Iklan Baris Gratis   |   Hubungi Kami Daftar Menjadi Member   |   Login
Membangun Indonesia yang Lebih Baik
 
Ex. KPLP
 
Berita Terkini
E-paper
Foto Berita
Kurs Valuta Asing
Mata Uang Beli Jual
USD 11,680.00 11,710.00
SGD 9,344.70 9,384.65
JPY 112.44 113.07
MYR 3,695.44 3,734.69
CNY 1,898.40 1,909.05
THB 364.39 364.39
HKD 1,506.80 1,511.25
EUR 15,382.55 15,446.75
AUD 10,912.65 10,965.35
GBP 19,358.45 19,432.85
Last update: 29 Agt 2014 09:00 WIB
Industri
Sabtu, 17 Mei 2014 07:32 WIB - http://mdn.biz.id/n/95800/ - Dibaca: 162 kali
LPK Gandeng Unimed Perkenalkan Masakan Jerman
MedanBisnis - Medan. Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Tata Boga Nusantara mengadakan demo masak ala Jerman di Kasuari Food Court, Kamis (15/5). Kegiatan ini bekerjasama dengan Fakultas Sastra Jerman Universitas Negeri Medan (Unimed).
Pelatihan memasak ini dipandu chef Riza. Puluhan mahasiswa yang hadir dalam demo memasak ini, anstusias mengikuti tahapan pembuatan menu ala Jerman. Masing-masing kelompok diberikan ruang dan waktu untuk menyajikan satu menu ala Jerman.

Pimpinan LPK Tata Boga Nusantara, Yan Ardi di sela-sela demo masak ini, menyebutkan melalui pelatihan yang melibatkan 30-an mahasiswa Fakultas Sastra Jerman Unimed untuk diperkenalkan makanan Jerman, termasuk proses pembuatannya hingga penyajiannya.

Yan Ardi menambahkan LPK yang merupakan lembaga pelatihan, konsultan bisnis dan manajemen di bidang tata boga dan kulinnary ini, mereka memberi pelatihan untuk menciptakan satu makanan tradisional food ataupun menu western. Semuanya tergantung pilihan. Ini karena Kota Medan ikonnya, kuliner. "Karena Kota Medan ini, menjadi salah satu baro meter kuliner nusantara,"ujarnya seraya menambahkan even seperti ini, merupakan yang kelima kalinya, yang digelar dengan bekerjasama dengan lembaga pendidikan.

"Dan juga menciptakan produk menu yang bisa bersaing dikuliner Kota Medan," katanya. Selain itu, LPK Tata Boga Nusantara juga akan melirik pelatihan master chef cilik. Ini karena saat ini peluangnya memang ada.

"Di sini, tehnik dasar memasak, outputnya menghasilkan produk, makanan,"ujarnya. Sebenarnya bukan ikutan, seperti yang lain, tapi melihat meluang yang ada. Kita akan ciptakan yang lain, indonesian food tradisonal,"ujarnya.

Dosen pendamping, Hafniati Lubis MA menyebutkan, pelatihan yang digelar untuk memberikan keterampilan bagi mahasiswa selain Bahasa Jerman. Di samping itu, pelatihan seperti ini akan membuat proses belajar lebih menyenangkan serta mendorong kreatifitas mahasiswa. "Dari sini, kita mengharapkan mereka bisa menambah wawasan dan mengenal masakan Jerman dengan praktik langsung pembuatannya. Karena masakan Jerman ini biasanya kentang dan daging," ujarnya. (ledi munthe)
Iklan Baris Gratis Dilihat lebih dari 15,000 visitor setiap harinya Pasang
KIRIM KOMENTAR
Silakan login terlebih dahulu untuk bisa memberikan komentar atau
klik daftar untuk menjadi member MedanBisnisDaily.com
KOMENTAR ANDA
Tidak ada komentar pada berita ini!
Partisipasi Menggunakan Facebook