User ID Password  
Home   |   Tentang Kami   |   Pasang Iklan   |   Index Berita   |   Iklan Baris Gratis   |   Hubungi Kami Daftar Menjadi Member   |   Login
Membangun Indonesia yang Lebih Baik
 
Ex. Ahok
 
Berita Terkini Hari Ini
E-paper
Foto Berita
Kurs Valuta Asing
Mata Uang Beli Jual
USD 12,070.00 12,100.00
SGD 9,476.30 9,516.45
JPY 111.56 112.17
MYR 370,318.00 374,280.00
CNY 1,969.90 1,983.65
THB 37,248.00 37,670.00
HKD 1,555.80 1,560.65
EUR 15,361.55 15,425.15
AUD 10,703.75 10,754.55
GBP 19,458.05 19,531.95
Last update: 30 Okt 2014 09:00 WIB
Umum
Sabtu, 17 Mei 2014 09:03 WIB - http://mdn.biz.id/n/95907/ - Dibaca: 232 kali
WN Thailand Ditangkap Bawa Sabu
WN Thailand Selundupkan Narkoba Petugas mengawal tersangka penyelundup narkotika saat paparan kasus di kantor Bea Cukai Tipe Madya Pabean B Medan, Jumat, 16 Mei 2014. Tipan Pruksa (27), warga Dob Bangkok, Thailand itu ditangkap saat tiba di Bandara Kualanamu karena menyelundupkan methamphetamine (sabu) seberat 579,6 gram. Narkotika tersebut disimpan di dalam sol sepatu yang dikenakannya, dan di dalam kemaluannya.(medanbisnis/hermansyah)
MedanBisnis - Medan. Bea Cukai Tipe Madya Pabean B Medan bersama petugas Polda Sumut menangkap seorang perempuan warga negara (WN) Thailand karena membawa narkotika jenis sabu.
Tersangka bernama Tipan Pruksa (27), warga Dob Bangkok, Thailand ini menyimpan barang haram itu di kemaluannya.

Kepala Seksi Penindakan dan Penyelidikan Kantor Pengawasan dan Pelayanan BC Medan, Ahmad Fathoni, menjelaskan, penangkapan dilakukan setelah tersangka tiba di Bandara Kualanamu, Kabupaten Deliserdang pada Rabu (14/5).

Tersangka tiba menggunakan Air Asia nomor penerbangan QZ 123 dari Kuala Lumpur - Medan, sekitar pukul 14.00 WIB. Berdasarkan profiling terhadap para penumpang yang turun, Customs Narkotic Team (CNT) mencurigai gerak-gerik tersangka.

"Atas kecurigaan tersebut, tim kemudian melakukan pemeriksaan," ucap Ahmad Fathoni, di Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean B Medan, Jumat (16/5).

Dari pemeriksaan itu, berhasil ditemukan barang berbentuk kristal bening dilapisi kondom yang dimasukkan ke dalam kemaluannya. Benda serupa juga ditemukan di dalam sol sepatu yang dikenakannya.

Hasil pemeriksaan laboratorium diketahui benda berbentuk kristal tersebut positif narkotika golongan 1, Methamphetamine dengan berat kotor seberat 579,6 gram. Di pasaran, barang tersebut nilainya Rp 1,1 miliar lebih.

Tersangka kemudian diciduk petugas. Untuk kepentingan proses hukum selanjutnya, tersangka berikut barang bukti diserahkan BC ke Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumut.
"Setelah kedapatan sabu dari sepatunya, tersangka diserahkan ke penyidik direktorat narkoba Polda Sumut yang kemudian membawa tersangka ke rumah sakit.

Waktu di rumah sakit pelaku sempat pergi ke kamar mandi, namun diikuti oleh perawat. Saat sampai di kamar mandi, ternyata pelaku masih menyimpan paketan sabu di kemaluannya menggunakan kondom yang disimpan sedalam 10 cm," ungkap Fatoni.

Dari temuan tersebut petugas kemudian meyakin bahwa tersangka merupakan kurir sabu dengan jaringan internasional. Petugas kemudian kembali menggelandang tersangka ke Mapolda Sumut untuk dimintai keterangan lebih lanjut, namun hingga sejauh ini pihak Polda Sumut mengaku kesulitan mengungkap jaringan tersangka Tipan di Medan karena terkendala penggunaan bahasa.

Kanit II Subdit III Narkoba Polda Sumut, Kompol P Panjaitan saat menghadiri paparan di Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean B Medan, mengatakan, pihaknya sempat melakukan kontak dengan seseorang yang diduga mengendalikan tersangka via telepon seluler yang diamankan dari tersangka.

Namun, pengendali tersangka yang berada di Thailand tersebut diduga mengetahui bahwa tersangka tertangkap hingga akhirnya mengakhiri komunikasi.

"Kasus ini masih kita selidiki lebih lanjut. Kita belum bisa memastikan siapa yang akan menerima sabu-sabu itu," ujarnya. lTersangka bernama Tipan Pruksa (27), warga Dob Bangkok, Thailand ini menyimpan barang haram itu di kemaluannya.

Kepala Seksi Penindakan dan Penyelidikan Kantor Pengawasan dan Pelayanan BC Medan, Ahmad Fathoni, menjelaskan, penangkapan dilakukan setelah tersangka tiba di Bandara Kualanamu, Kabupaten Deliserdang pada Rabu (14/5).

Tersangka tiba menggunakan Air Asia nomor penerbangan QZ 123 dari Kuala Lumpur - Medan, sekitar pukul 14.00 WIB. Berdasarkan profiling terhadap para penumpang yang turun, Customs Narkotic Team (CNT) mencurigai gerak-gerik tersangka. "Atas kecurigaan tersebut, tim kemudian melakukan pemeriksaan," ucap Ahmad Fathoni, di Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean B Medan, Jumat (16/5).

Dari pemeriksaan itu, berhasil ditemukan barang berbentuk kristal bening dilapisi kondom yang dimasukkan ke dalam kemaluannya. Benda serupa juga ditemukan di dalam sol sepatu yang dikenakannya.

Hasil pemeriksaan laboratorium diketahui benda berbentuk kristal tersebut positif narkotika golongan 1, Methamphetamine dengan berat kotor seberat 579,6 gram. Di pasaran, barang tersebut nilainya Rp 1,1 miliar lebih.

Tersangka kemudian diciduk petugas. Untuk kepentingan proses hukum selanjutnya, tersangka berikut barang bukti diserahkan BC ke Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumut.
"Setelah kedapatan sabu dari sepatunya, tersangka diserahkan ke penyidik direktorat narkoba Polda Sumut yang kemudian membawa tersangka ke rumah sakit.

Waktu di rumah sakit pelaku sempat pergi ke kamar mandi, namun diikuti oleh perawat. Saat sampai di kamar mandi, ternyata pelaku masih menyimpan paketan sabu di kemaluannya menggunakan kondom yang disimpan sedalam 10 cm," ungkap Fatoni.

Dari temuan tersebut petugas kemudian meyakin bahwa tersangka merupakan kurir sabu dengan jaringan internasional. Petugas kemudian kembali menggelandang tersangka ke Mapolda Sumut untuk dimintai keterangan lebih lanjut, namun hingga sejauh ini pihak Polda Sumut mengaku kesulitan mengungkap jaringan tersangka Tipan di Medan karena terkendala penggunaan bahasa.

Kanit II Subdit III Narkoba Polda Sumut, Kompol P Panjaitan saat menghadiri paparan di Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean B Medan, mengatakan, pihaknya sempat melakukan kontak dengan seseorang yang diduga mengendalikan tersangka via telepon seluler yang diamankan dari tersangka.

Namun, pengendali tersangka yang berada di Thailand tersebut diduga mengetahui bahwa tersangka tertangkap hingga akhirnya mengakhiri komunikasi. "Kasus ini masih kita selidiki lebih lanjut. Kita belum bisa memastikan siapa yang akan menerima sabu-sabu itu," ujarnya.
(abimanyu/khairunas)
Iklan Baris Gratis Dilihat lebih dari 15,000 visitor setiap harinya Pasang
KIRIM KOMENTAR
Silakan login terlebih dahulu untuk bisa memberikan komentar atau
klik daftar untuk menjadi member MedanBisnisDaily.com
KOMENTAR ANDA
Tidak ada komentar pada berita ini!
Partisipasi Menggunakan Facebook