User ID Password  
Home   |   Tentang Kami   |   Pasang Iklan   |   Index Berita   |   Iklan Baris Gratis   |   Hubungi Kami Daftar Menjadi Member   |   Login
Membangun Indonesia yang Lebih Baik
 
Ex. DPR
 
Berita Terkini Hari Ini
E-paper
Foto Berita
Kurs Valuta Asing
Mata Uang Beli Jual
USD 12,070.00 12,100.00
SGD 9,476.30 9,516.45
JPY 111.56 112.17
MYR 370,318.00 374,280.00
CNY 1,969.90 1,983.65
THB 37,248.00 37,670.00
HKD 1,555.80 1,560.65
EUR 15,361.55 15,425.15
AUD 10,703.75 10,754.55
GBP 19,458.05 19,531.95
Last update: 30 Okt 2014 09:00 WIB
Metropolitan
Sabtu, 07 Jun 2014 08:56 WIB - http://mdn.biz.id/n/99361/ - Dibaca: 1,134 kali
Shohibul Anshor Siregar:
Kekuatan Koalisi Dorong Popularitas Prabowo - Hatta
MedanBisnis - Medan. Pengamat politik Sumatera Utara, Shohibul Anshor Siregar menyebutkan, kekuatan masing-masing partai di koalisi kubu Prabowo-Hatta akan sangat bermanfaat bagi pasangan calon presiden/wakil presiden itu mengejar popularitas Jokowi-Jusuf Kalla.
"PKS yang hingga kini masih tetap sebagai 'gejala kota' tentunya diharapkan bisa mengambil suara Islam di perkotaan termasuk menjaga semua TPS (tempat pemungutan suara) pada pilpres mendatang," katanya di Medan, Kamis (5/6).

Sedangkan PAN yang berusaha mendekati basis utamanya yakni Muhammadiyah dan PPP yang dikenal dekat dengan Al-Washliyah dan NU dapat semakin merangkul suara Islam.

Adapun partai lainnya khususnya Golkar sendiri dinilai merupakan partai yang cukup solid hingga ke daerah dan kalangan intelektual sehingga bisa semakin menguatkan dukungan ke Prabowo-Hatta.

"Dengan kekuatan-kekuatan partai koalissi itu, maka pasangan Prabowo-Hatta dinilai mampu mengejar popularitas pasangan Jokowi-Jusuf Kalla yang sudah terlebih dahulu dengan kerakyatannya," ujar Shohibul yang dosen di Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU).

Kekuatan Prabowo-Hatta juga semakin bertambah setelah beredar kabar luas tentang kebijakan PDIP yang memata-matai kegiatan masjid dan khutbah yang melukai perasan umat Islam yang jumlahnya mayoritas.

Kabar ltu, mengingatkan orang terhadap masa Bung Karno memberlakukan demokrasi terpimpin ketika berkuasa dan kebijakan orde baru yang sangat ketat terhadap umat Islam. "Dua pasangan calon semakin sama-sama kuat sehingga untuk sementara masih sulit mendeteksi siapa pasangan yang unggul nanti di Pemilu Presiden," katanya.

Ketua Tim Pemenangan Prabowo-Hatta Sumut, H Gatot Pujo Nugroho mengaku menargetkan perolehan suara pasangan itu di daerah tersebut sebesar 65 persen hingga 70 persen dari 13 juta jiwa total penduduk.

Untuk mencapai target itu, Gatot mengaku sudah mengingatkan semua yang tergabung dalam Tim Pemenangan Prabowo-Hatta bekerja keras sampai ke pelosok-pelosok untuk meyakinkan masyarakat agar memilih pasangan Prabowo-Hatta.

Untuk mengingatkan masyarakat atas pasangan itu, pada massa kampanye atau menjelang pemilihan, tim akan melakukan "Panggung Dukungan" setiap hari di halaman kantor Gerindra Sumut atau Rumah Pattimura, Medan.

Pilpres Aman
Shohibul menyebutkan, Pilpres tahun ini dinilai akan lebih berlangsung aman, karena diselenggarakan saat Puasa Ramadhan. "Bulan suci Ramadhan akan bisa menahan masyarakat khususnya umat muslim untuk berbuat kericuhan dan termasuk segala macam bentuk dosa," katanya.

Gubernur Gatot Pujo Nugroho sendiri menegaskan, sudah terus melakukan koordinasi untuk menjaga kekondusifan Sumatera Utara menjelang, saat dan usai Pilpres itu. Dalam Pilpres yang dijadwalkan 9 Juli, tampil dua calon presiden dan wakil presiden yakni Prabowo-Hatta (nomor urut 1) dan Jokowi-Jusuf Kalla (2).(ant)
Iklan Baris Gratis Dilihat lebih dari 15,000 visitor setiap harinya Pasang
BERITA TERKAIT
KIRIM KOMENTAR
Silakan login terlebih dahulu untuk bisa memberikan komentar atau
klik daftar untuk menjadi member MedanBisnisDaily.com
KOMENTAR ANDA
Tidak ada komentar pada berita ini!
Partisipasi Menggunakan Facebook