User ID Password  
Home   |   Tentang Kami   |   Pasang Iklan   |   Index Berita   |   Iklan Baris Gratis   |   Hubungi Kami Daftar Menjadi Member   |   Login
Membangun Indonesia yang Lebih Baik
 
 
Berita Terkini Hari Ini
E-paper
Foto Berita
Kurs Valuta Asing
Mata Uang Beli Jual
USD 11,990.00 12,020.00
SGD 9,427.60 9,467.65
JPY 112.01 112.62
MYR 366,605.00 370,623.00
CNY 1,954.80 1,968.15
THB 36,978.00 37,430.00
HKD 1,545.40 1,550.25
EUR 15,210.55 15,273.85
AUD 10,516.45 10,568.05
GBP 19,228.35 19,303.05
Last update: 23 Okt 2014 09:00 WIB
Olahraga
Senin, 16 Jun 2014 09:44 WIB - http://mdn.biz.id/n/100962/ - Dibaca: 65 kali
Ghana vs Amerika Serikat
Misi Balas Dendam Pasukan The Yanks
LATIHAN - Pelatih kepala Amerika Serikat. Juergen Klinsmann (kiri), mengamati timnya selama sesi pelatihan di pusat pelatihan Sao Paulo FC di Sao Paulo, Brasil, Rabu (11/6). AS akan bermain melawan Ghana pada penyisihan Grup G Piala Dunia 2014, Selasa (17/6) dini hari WIB. (ap photo/julio cortez)
MedanBisnis - Natal. Ghana dan Amerika Serikat akan bertemu di Arena das Dunas untuk ketiga kalinya secara beruntun di Piala Dunia, Selasa (17/6) dini hari WIB. Rivalitas sejauh ini masih didominasi oleh The Black Stars.
Pada 2006, tim Afrika itu menang dengan skor 2-1 di pertandingan terakhir babak grup untuk memastikan lolos ke babak gugur, dan juga menyingkirkan Amerika Serikat. Empat tahun kemudian, skor 2-1 kembali terulang di babak 16 Besar.

Kali ini, kekalahan tidak akan membuat salah satu dari kedua tim tersingkir, namun melihat lawan mereka selanjutnya adalah Jerman dan Portugal, maka pertandingan ini jelas wajib dimenangkan untuk mejaga peluang lolos ke babak berikutnya di grup maut ini.

Empat tahun setelah nyaris menjadi tim Afrika pertama yang melaju ke semi-final, Ghana mempertahankan kebanyakan skuat 2010 dan gaya permainan yang sama: Solid di lini belakang dan berbahaya dalam serangan balik, namun masih kurang kreativitas dalam lini tengah.

Pelatih Kwesi Appiah akan memainkan formasi 4-2-3-1 di mana pemain kunci akan bermain sebagai bek kiri. Kwadwo Asamoah sebelumnya diyakini akan menjadi playmaker bagi The Black Stars, tetapi ia dikembalikan posisinya sebagai bek sayap di Juventus.

Dia masih bermain sebagai sayap kiri, tetapi itu tampaknya tempat untuk Jordan Ayew, yang mencetak hat-trick melawan Korea Selatan dalam laga uji coba terakhir Ghana. Saudaranya, Andre, akan bermain di sisi kanan.

Di belakang striker Asamoah Gyan, Kevin-Prince Boateng lebih berperan sebagai pembantu serangan daripada sebagai playmaker sejati. Michael Essien dan Sulley Muntari akan berduet di lini tengah yang tampak solid, meski kedua pemain tersebut tidak berada dalam puncak karir mereka.

Jonathan Mensah dan John Boye menampilkan duet yang kokoh di lini belakang dalam beberapa pertandingan terakhir, dengan Harrison Afful kemungkinan besar akan tampil sebagai bek kanan, meski dia bisa berpindah ke kiri jika Appiah memutuskan untuk memakai Asamoah sebagai gelandang. Adam Kwarasey akan menjadi kiper utama.

Di sisi lain, pelatih Jurgen Klinsmann juga membuat kejutan ketika dia meninggalkan Landon Donovan dari skuat The Yanks di Piala Dunia, tetapi keputusan yang lebih signifikan mungkin keputusannya untuk mengubah formasi dalam empat laga uji coba terakhir menjadi sistem 4-4-1-1 dengan lini tengah diamond, sebuah hal yang jarang di antara tim-tim di Brasil.

Formasi ini membuat Michael Bradley bisa lebih fokus dalam membantu serangan, bergabung dengan Clint Dempsey untuk mendukung striker Jozy Altidore. Masing-masing pemain tersebut memiliki ancaman besar bagi setiap gawang lawan.

Kyle Beckerman tampaknya akan dipercaya sebagai gelandang bertahan, dengan Alejandro Bedoya dan Jermaine Jones atau Graham Zusi di belakang Bradley. Namun, mempertimbangkan kekuatan rival di grup, Jones yang lebih seimbang bisa menjadi opsi yang lebih baik dari Zusi. Kiper Tim Howard akan menjadi andalan di belakang empat bek yang masih kesulitan ditentukan opsi terbaiknya.

Geoff Cameron dan Matt Besler kerap tidak bermain bersama di jantung pertahanan, sementara Fabian Johnson dan DeMarcus Beasley, dua pemain serba bisa, juga tidak sangat nyaman bermain sebagai bek sayap, mereka akan mampu memberi dukungan bagus dalam melakukan serangan, tetapi cukup diragukan ketika harus menjaga daerahnya. (onefootball)
Iklan Baris Gratis Dilihat lebih dari 15,000 visitor setiap harinya Pasang
KIRIM KOMENTAR
Silakan login terlebih dahulu untuk bisa memberikan komentar atau
klik daftar untuk menjadi member MedanBisnisDaily.com
KOMENTAR ANDA
Tidak ada komentar pada berita ini!
Partisipasi Menggunakan Facebook