User ID Password  
Home   |   Tentang Kami   |   Pasang Iklan   |   Index Berita   |   Iklan Baris Gratis   |   Hubungi Kami Daftar Menjadi Member   |   Login
Membangun Indonesia yang Lebih Baik
 
 
 
 
Berita Terkini Hari Ini
E-paper
Foto Berita
Kurs Valuta Asing
Mata Uang Beli Jual
USD 12,050.00 12,080.00
SGD 9,434.00 9,434.00
JPY 111.45 11,204.00
MYR 366,289.00 370,187.00
CNY 1,963.70 1,977.40
THB 37,002.00 37,454.00
HKD 1,552.80 1,557.65
EUR 15,237.25 15,300.55
AUD 10,525.75 110,577.35
GBP 19,307.75 19,381.25
Last update: 24 Okt 2014 09:00 WIB
Berita Terkini
Selasa, 17 Jun 2014 15:12 WIB - http://mdn.biz.id/n/101190/ - Dibaca: 144 kali
Jero dan Syarif Hasan Dorong Koperasi Jualan Listrik
MedanBisnis - Jakarta. Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (KUKM) dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) hari ini menandatangani kerjasama pengembangan listrik dari energi baru terbarukan oleh Koperasi.
Kerjasama ini diyakini dapat mendorong percepatan pembangunan di daerah terpencil. Sedangkan dari segi bisnis, kerjasama ini dapat mendorong peningkatan taraf hidup masyarakat peserta koperasi. Secara bisnis, koperasi bisa balik modal dalam waktu 5 tahun.

Menteri ESDM Jero Wacik menerangkan, jenis penyediaan energi listrik dari sumber energi yang dapat diperbaharui adalah seperti pengembangan mikro hidro dan pengembangan pembangkit listrik tenaga surya.

"Contohnya yang pembangkit listrik tenaga surya itu saya habis resmikan di Sulawasi Utara tepatnya di Pulau Miangas. Kita bangunkan di sana 2,5 kilo watt. Pulaunya kecil, kira-kira 200 rumah. Sejak itu berdiri, tidak usah lagi ngangkut solar untuk pembangkit listrik. Bisa manfaatkan matahari. Biayanya hanya Rp 3 miliar atau Rp 2 miliar. UKM atau Koperasi bisa bila diminta kembangkan itu, saya percaya," papar Jero.

Jero pun menegaskan pelaku UMKM tidak perlu khawatir akan merugi. Karena dengan konsep penyediaan listrik oleh Koperasi ini dirinya memperhitungkan dapat balik modal dalam waktu tak lebih dari 5 tahun

"Misalnya masa operasi mikro hidro itu kan 9 tahun. Harga jual listrik ke masyarakat sudah ditetapkan Rp 1.075/kwh. Hitungan kami dengan harga segitu bisa balik modal dalam waktu 4 tahun. Sehingga di 5 tahun sisanya bisa mengambil keuntungan," pungkasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri KUKM Syarif Hasan menyebutkan, kerjasama penyediaan energi oleh koperasi dapat mempercepat pembangunan di daerah-daerah tertinggal.

"Program ini sangat bagus untuk pemerataan. Dari pengalaman kami di daerah yang agak jauh terpencil itu infrastruktur termasuk listrik sangat kurang. Dari MoU (penandatanganan dengan kementerian ESDM) ini dapat mempercepat pembangunan di daerah. Kita memiliki satu potensi yang dapat kita maksimalkan. Dan kita sinergikan dengan pelaku koperasi di daerah," kata syarif di Gedung Kementerian ESDM.

Dikatakan Syarif, bila penyediaan listrik dapat dilakukan oleh masyarakat lewat koperasi maka masyarakat dapat menikmati sumber listrik yang murah dan pembangunan di daerah yang bersangkutan dapat berjalan lebih cepat.

"Contohnya seperti Alor - NTT, tingkat kemiskinannya sangat tinggi. Di sinilah kami sedang buat pilot project. KUKM bisa memiliki daya listrik yang murah. Kalau ini dilakukan saya kira pemberdayaan ekonomi di daerah akan semakin unggul," tutur dia. (dtf)
Iklan Baris Gratis Dilihat lebih dari 15,000 visitor setiap harinya Pasang
BERITA TERKAIT
KIRIM KOMENTAR
Silakan login terlebih dahulu untuk bisa memberikan komentar atau
klik daftar untuk menjadi member MedanBisnisDaily.com
KOMENTAR ANDA
Tidak ada komentar pada berita ini!
Partisipasi Menggunakan Facebook