User ID Password  
Home   |   Tentang Kami   |   Pasang Iklan   |   Index Berita   |   Iklan Baris Gratis   |   Hubungi Kami Daftar Menjadi Member   |   Login
Membangun Indonesia yang Lebih Baik
 
 
Berita Terkini Hari Ini
E-paper
Foto Berita
Kurs Valuta Asing
Mata Uang Beli Jual
USD 12,125.00 12,145.00
SGD 9,339.80 9,372.00
JPY 102.88 103.50
MYR 3,606.02 3,644.55
CNY 1,974.60 1,986.75
THB 368.90 373.08
HKD 1,562.90 1,566.45
EUR 15,204.85 15,255.35
AUD 10,456.65 10,499.45
GBP 19,009.55 19,066.55
Last update: 22 Nov 2014 09:00 WIB
Agribisnis
Senin, 07 Jul 2014 08:24 WIB - http://mdn.biz.id/n/104899/ - Dibaca: 394 kali
Beragam Khasiat
bunga kamboja
Secara historis, bunga kamboja pertama kali ditemukan oleh seorang botanis berkebangsaan Perancis bernama Charles Plumier. Oleh sebab itulah, bunga kamboja mempunyai istilah Latin dengan sebutan Plumeria.
Secara umum, bunga kamboja sendiri hanya dapat dijumpai di tempat-tempat yang berbau religi seperti pemakaman dan tempat-tempat lain. Namun seiring berjalannya waktu, kini hal tersebut sudah mulai berubah, dengan ditemukannya bunga kamboja di halaman-halaman rumah dan emperan jalan.

Meskipun memiliki nama sebagai bunga kamboja, namun bunga tersebut justru tidak mempunyai hubungan sama sekali dengan negara Kamboja. Karena, asal bunga itu ternyata berasal dari Amerika Tengah yang meliputi Equador, Colombia, Cuba, Venezuela, dan Mexico.

Di Indonesia sendiri, keberadaan bunga kamboja sampai sekarang belum diketahui pastinya. Namun, bunga kamboja diperkirakan pertama kali dibawa ke Indonesia oleh bangsa Portugis dan Belanda yang mana keduanya merupakan bangsa yang peduli terhadap lingkungan dan sangat menyukai alam tropis.

Diperkirakan kamboja asli Indonesia adalah bunga kamboja yang berwarna putih dengan bagian dalam berwarna kuning, di mana kuntumnya tidak terbuka penuh serta berukuran kecil.

Selain itu, bunga kamboja tumbuh subur di dataran rendah sampai pada ketinggian 700 meter, namun secara umum tanaman ini bisa tumbuh subur di semua tempat.

Bunga kamboja sendiri juga diketahui tidak hanya terdiri dari satu jenis, melainkan bermacam-macam. Diantaranya adalah Plumeria Bali-Whirl. Bunga kamboja ini memiliki mahkota yang bertumpuk, sedangkan cara memperbanyak serta melestarikannya adalah dengan penyetekkan.

Selain itu, ada juga Plumeria Acuminata. Bentuk mahkotanya membulat serta bagian ujungnya menggulung. Selanjutnya, yakni Plumeria Acutifolia, bau bunganya harum dan berkhasiat untuk obat kencing nanah, bengkak serta bisul. Bunga kamboja jenis ini sering digunakan untuk upacara keagamaan oleh masyarakat di Bali.

Selanjutnya adalah Plumeria Cendana, meskipun berbau harum tetapi getahnya mengandung racun, racunnya tersebut dapat menimbulkan rasa gatal ditubuh. Sedangkan Plumeria Kok Putih, bunga kamboja ini sekalipun sudah mekar namun tetap terlihat agak kuncup.

Ada juga Adenium Obesum, biasanya orang-orang menyebutnya dengan bunga kamboja Jepang. Bunga ini bukan berasal dari negeri sakura melainkan dari Benua Afrika, tepatnya Tanzania, Kenya, dan Uganda. Tanaman ini juga terkenal dengan sebutan the rose of desert (mawar padang pasir), hal ini disebabkan karena dia mampu bertahan hidup meskipun tumbuh di padang pasir.

Dari segi manfaat, bunga kamboja diketahui mempunyai sejumlah senyawa yang berkhasiat sebagai obat. Senyawa tersebut yakni triterprenoid amirin, lupeol, dan fulvoplumierin. Zat-zat tersebut bersifat antipiretif (menurunkan demam), antiinflarnatif (mengatasi radang), dan analgesik (meredakan rasa sakit).

Atas kandungan-kandungan itulah, bunga kamboja berguna untuk mengurangi nyeri haid dan mencegah pingsan akibat udara panas atau terkena sinar matahari (heat stroke).

Selain itu, bunga kamboja juga banyak mempunyai khasiat lain, yakni sebagai obat luar maupun dalam. Sebagai contoh pengobatan terhadap gigi berlubang, caranya adalah dengan melumaskan getah kamboja pada kapas yang mana kapas ini nanti digunakan untu menutupi gigi yang berlubang, namun jangan sampai terkena gigi yang sehat. Kemudian sebagai obat dalam, contohnya digunakan sebagai obat oleh orang yang terkana penyakit disentri.

Langkah-langkahnya adalah dengan cara memasukkan 12-24 gram bunga kamboja kering lalu direbus dengan air 400cc dan menyisakan airnya sampai 200 cc.

Di samping obat, bunga komboja juga dapat digunakan untuk membuat berbagai macam jenis makanan ringan, seperti untuk membuat tempura bunga. Hanya dengan tinggal menambahkan bumbu yang berupa bawang putih, merica, garam lalu dicampur dengan tepung terigu serta baking powder akan menambah kreasi lain untuk bunga kamboja yang selama ini hanya menjadi penghias kebun.

Menurut Jojo, seorang pengumpul bunga kamboja kering, di Jalan Badur Bawah, Kelurahan Hamdan, Kecamatan Medan Maimun, di Negara China atau Korea, bunga kamboja lazim digunakan sebagai minuman teh.

Sebab bunga kamboja dianggap banyak mengandung khasiat serta kegunaan. Selain itu, manfaat lainnya sebagai bahan dasar dalam pembuatan parfum, minyak esensial atau bahan aromatik yang digunakan untuk spa.

"Karena manfaatnya itulah, bunga kamboja kering menjadi bernilai ekonomi tinggi. Sehingga banyak agen yang berani menampung berapapun jumlahnya yang dapat dikumpulkan masyarakat. Saya saja awalnya juga tidak mengerti kenapa bunga kamboja kering ini bisa sampai banyak dicari orang," ungkapnya.

Di samping kegunaan dalam kondisi kering, bunganya sendiri juga diketahui dapat digunakan sebagai pengusir nyamuk. Jadi dapat dikatakan, apabila ingin meminimalkan jumlah nyamuk di rumah, dapat dilakukan penanaman pohon kamboja, atau jika ingin mendukung daerah agar wabah demam berdarah atau malaria menurun penggalakkan penanaman pohon kamboja di tiap sudut jalan dapat dilakukan.

"Jadi manfaat dan khasiat dari bunga kamboja kering selain untuk sebagai wewangian dalam bentuk apapun, bisa dimanfaatkan untuk bidang kesehatan," sebutnya.

Namun sayang, untuk di Kota Medan sendiri, keberadaan bunga kamboja hanya lazim di areal pemakaman umum saja. Sementara di jalanan dan pekarangan, masih sangat sedikit, sehingga sulit ditemui.

"Makanya, kita yang kebetulan tinggal bukan di wilayah pemakaman menjadi kesulitan mencari bunga kamboja. Sehingga jumlah yang dapat dikumpulkan tidak bisa banyak," jelasnya.

Sementara, Asmaniah sendiri hanya mengetahui bunga kamboja kering yang dikumpulkannya hanya dapat digunakan sebagai bahan dasar alat-alat kosmetik, serta lotion anti nyamuk saja."Wanginya itu yang dicari. Karena bunga kamboja ini wanginya cukup menyengat dan dapat bertahan cukup lama," terangnnya.

Selebihnya, sambung Asmaniah, manfaat lainnya dari bunga kamboja ialah dari sisi ekonomis baik bagi pengumpul, atau agen pengumpul seperti dirinya.

"Kita sangat terbantu dengan harga jualnya yang tinggi. Apalagi jika harga bunga kamboja betul-betul meroket, untung besar kita," ungkapnya.

Begitupun kata dia, tak sedikit jumlahnya dari para pengumpul yang justru tidak mengetahui sama sekali manfaat dan kegunaan bunga kamboja itu.

Seperti pengakuan Yusra, pengumpul asal Kelurahan Sei Mati. Yang ia tahu, hanyalah menjadi pengumpul, segala kebutuhan rumah tangganya dapat sedikit terbantu. "Kata-katanya sih kegunaannya untuk kosmetik. Tapi saya kurang tahu pasti. Saya hanya mengumpulkan saja," jelasnya. (rozie winata/int)
Iklan Baris Gratis Dilihat lebih dari 15,000 visitor setiap harinya Pasang
KIRIM KOMENTAR
Silakan login terlebih dahulu untuk bisa memberikan komentar atau
klik daftar untuk menjadi member MedanBisnisDaily.com
KOMENTAR ANDA
Tidak ada komentar pada berita ini!
Partisipasi Menggunakan Facebook