User ID Password  
HOME   |   Tentang Kami   |   Pasang Iklan   |   Index Berita   |   Iklan Baris Gratis   |   Hubungi Kami Daftar Menjadi Member   |   Login
Membangun Indonesia yang Lebih Baik
 
 
 
 
Berita Terkini Hari Ini
BERITA TERKINI SELENGKAPNYA
E-paper
Efek Pencetak Laba (RPH)
GGRM 1,325 2.04%
UNTR 725 3.26%
ITMG 700 4.3%
Last update: 02 Des 2016
Efek Pencetak Rugi (RPH)
TBIG -275 -5%
INDF -250 -3.25%
TOWR -170 -4.42%
Last update: 02 Des 2016
Volume Terbesar
MYRX 1,618,938,496
BEKS 1,524,362,496
ARTI 873,186,304
Last update: 02 Des 2016
Transaksi Tertinggi
BBCA 403,992,217,500
TLKM 269,094,041,000
MYRX 262,461,039,500
Last update: 02 Des 2016
Efek Teraktif
ARTI 10,939 Freq
BEKS 10,842 Freq
TLKM 10,026 Freq
Last update: 02 Des 2016
Kurs Valuta Asing
Mata Uang Beli Jual
USD 13,456.00 13,592.00
SGD 9,428.91 9,525.54
JPY 11,813.87 11,934.32
MYR 3,018.73 3,052.67
CNY 1,955.98 1,975.75
THB 377.02 381.16
HKD 1,734.98 1,752.54
EUR 14,353.52 14,499.95
AUD 9,984.35 10,089.34
GBP 16,950.52 17,123.20
Last update: 02 Des 2016 11:06 WIB
Kesehatan & Keluarga
Minggu, 16 Des 2012 10:22 WIB - http://mdn.biz.id/n/2150/ - Dibaca: 633 kali
Awas, Obat Pelangsing Bikin Hati dan Ginjal Rusak
Obat Pelangsing
Memiliki berat badan ideal tak hanya sehat, namun juga impian banyak orang, terutama kaum wanita yang bermasalah dengan obesitas. Tak heran jika obat penurun berat badan laris manis. Tapi ada satu produk yang baru-baru ini ditemukan berbahaya karena dapat merusak organ.
Obat itu bernama Alli dengan kandungan bahan aktif Orlistat. Pemakaiannya diminum 3 kali sehari selama 12 minggu. Obat ini kabarnya dapat mengurangi 10 persen lemak tubuh. Cara kerjanya adalah menyimpan 25 persen lemak yang diserap dari sistem pencernaan.

Artinya, penggunanya dapat menurunkan berat badan hingga 50 persen ketimbang mengontrol asupan makanan. Namun sebuah laporan penelitian yang dimuat jurnal Biochemical Pharmacology menyebutkan obat ini dapat menyebabkan toksisitas hati, menghambat efektifitas obat kanker dan bisa menyebabkan kematian.

Para peneliti menemukan bahwa Orlistat menghambat enzim yang berperan penting dalam detoksifikasi hati dan ginjal. Oleh karena itu, para peneliti memperingatkan bahwa penggunaan obat pelangsing ini bisa berisiko menyebabkan kerusakan organ yang parah.

Hasil penelitian menemukan bahwa telah terjadi peningkatan kasus toksisitas yang drastis di kalangan pengguna Alli sejak obat ini dilepas ke pasaran. Bahan aktif dalam Alli menghambat enzim carboxylesterase-2 yang berfungsi mendetoksifikasi hati, ginjal dan saluran cerna.

"Ketika aktivitas enzim ini menurun pada organ, toksisitas meningkat dan mengubah khasiat beberapa obat. Enzim ini mampu memetabolisme berbagai obat-obatan, khususnya beberapa obat anti kanker," kata Bingfang Yan, profesor farmakologi dari University of Rhode Island seperti dilansir Daily Mail, Jumat (14/12).

GlaxoSmithCline, produsen Alli, menolak keras tuduhan ini dengan alasan bahwa obatnya telah diyakini aman digunakan oleh Food and Drug Administration (FDA). Perusahaan menuding bahwa penelitian yang dilakukan oleh Yan hanya dilakukan pada model hewan, bukan manusia.

"Awal tahun ini, pihak regulator di Eropa sudah menegaskan profil keamanan Orlistat berikut review obat dan kemungkinan efek sampingnya," kata juru bicara perusahaan.

Alli menjadi populer di beberapa negara sejak tahun 2009. Sampai sekarang, produk ini telah dipakai oleh 12 juta orang. Di Inggris, produk ini menghasilkan keuntungan 1 juta poundsterling atau sekitar Rp 15,5 miliar saat penjualan di hari pertama.(dth)
Iklan Baris Gratis Dilihat lebih dari 15,000 visitor setiap harinya Pasang
Informasi pemasangan barrier gate, jual barrier gate dan Barrier Gate Otomatis, hubungi NICE Automatic Gate sekarang juga! Terima kasih!
KIRIM KOMENTAR
Silakan login terlebih dahulu untuk bisa memberikan komentar atau
klik daftar untuk menjadi member MedanBisnisDaily.com
KOMENTAR ANDA
Tidak ada komentar pada berita ini!