User ID Password  
Home   |   Tentang Kami   |   Pasang Iklan   |   Index Berita   |   Iklan Baris Gratis   |   Hubungi Kami Daftar Menjadi Member   |   Login
Membangun Indonesia yang Lebih Baik
 
 
Berita Terkini Hari Ini
E-paper
Foto Berita
Kurs Valuta Asing
Mata Uang Beli Jual
USD 12,125.00 12,145.00
SGD 9,339.80 9,372.00
JPY 102.88 103.50
MYR 3,606.02 3,644.55
CNY 1,974.60 1,986.75
THB 368.90 373.08
HKD 1,562.90 1,566.45
EUR 15,204.85 15,255.35
AUD 10,456.65 10,499.45
GBP 19,009.55 19,066.55
Last update: 22 Nov 2014 09:00 WIB
Tapanuli Bisnis
Senin, 21 Jan 2013 13:58 WIB - http://mdn.biz.id/n/8329/ - Dibaca: 769 kali
PLTMH 8 MW akan Dibangun di Dairi
MedanBisnis - Sidikalang. Selain Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Renun, dalam waktu dekat Kabupaten Dairi kembali sebagai daerah pemasok listrik untuk Sumut. Sebab, pada tahun 2013 ini salah satu Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) di Desa Laugunung, Kecamatan Tanah Pinem akan beroperasi dengan daya sekitar 8 Megawatt (MW).
"Investasi pendirian PLTMH tersebut sekitar Rp 300 miliar, oleh salah satu pengusaha asal Kota Sidikalang, sekaligus pemilik PT Dairi Clean Energi, Robert Niu yang sukses di Jakarta," kata Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Dairi, Ir Sahala Tua Manik kepada MedanBisnis akhir pekan lalu di Sidikalang.

Dikatakan, semua izin sudah lengkap termasuk lokasi, kini dalam tahap kontruksi (pembangunan) seperti pendirian power house dan faktor pendukung lainya. Sahala menyebutkan, pemerintah daerah sangat mendukung pendirian PLTMH itu. "Nantinya kita harapkan akan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar terutama pemenuhan kebutuhan listrik bagi warga," sebut Manik.

Di samping itu, kata dia, pemohon (investor) tersebut juga merupakan putra Dairi, sehingga diharapkan pasti akan lebih memperhatikan kepentingan sosial masyarakat, setelah listrik itu nantinya dijual ke PLN. Selain di Desa Laugunung, satu lagi PLTMH yang akan mengambil lokasi di Desa Bakkal Sipoltong yakni anak Sungai Lae Renun, salah satu perusahaan sudah mengajukan permohonan.

"Tapi, saat ini baru memiliki prinsip, tapi karena itu sudah masuk kawasan hutan register sehingga perlu mendapat ijin dari Menhut," katannya. Sahala Manik mengatakan, pemerintah daerah akan tetap memberikan kemudahan dan bantuan bagi investor yang akan mengembangkan PLTMH terebut.(rudy sitanggang)
Iklan Baris Gratis Dilihat lebih dari 15,000 visitor setiap harinya Pasang
BERITA TERKAIT
KIRIM KOMENTAR
Silakan login terlebih dahulu untuk bisa memberikan komentar atau
klik daftar untuk menjadi member MedanBisnisDaily.com
KOMENTAR ANDA
Tidak ada komentar pada berita ini!
Partisipasi Menggunakan Facebook