User ID Password  
Home   |   Tentang Kami   |   Pasang Iklan   |   Index Berita   |   Iklan Baris Gratis   |   Hubungi Kami Daftar Menjadi Member   |   Login
Membangun Indonesia yang Lebih Baik
 
 
Berita Terkini Hari Ini
E-paper
Kurs Valuta Asing
Mata Uang Beli Jual
USD 11,965.00 11,995.00
SGD 9,429.40 9,469.60
JPY 109.94 110.53
MYR 3,690.78 3,730.85
CNY 1,942.90 1,956.25
THB 370.05 374.25
HKD 1,543.40 1,547.80
EUR 15,372.65 15,436.45
AUD 10,628.55 10,680.45
GBP 19,583.15 19,681.45
Last update: 23 Sep 2014 09:00 WIB
Spektrum
Minggu, 27 Jan 2013 08:28 WIB - http://mdn.biz.id/n/9227/ - Dibaca: 2,290 kali
Harga Tanah di Pinggiran Ikut Terkerek Naik
n medanbisnis/hermansyah
Melihat pertumbuhan harga tanah yang cukup menjanjikan di Medan, investasi tanah merupakan primadona dalam 10 tahun ke depan. Tak hanya di pusat-pusat kota, harga tanah di daerah penyangga atau daerah pinggiran perlahan juga merangkak naik. Dibangunnya infrastruktur seperti Jalan Tol, Hypermarket baru, adanya sarana Pendidikan dan pengembangan wilayah pemukiman menjadi faktor-faktor semakin naiknya harga tanah.
Kenaikan harga tanah di inti kota Medan dengan kian pesatnya pembangunan infrastruktur maupun proyek properti berdampak pada pengembangan wilayah pemukiman di daerah pinggiran. Karena sempitnya lahan di inti kota, banyak orang yang bekerja di Kota Medan kemudian memilih tinggal di daerah pinggiran yang aksesnya masih bisa ditempuh.

Daerah Tembung dan Batang Kuis contohnya. Dulu setiap kali ada yang bilang mau ke Tembung atau tinggalnya di Batang Kuis, semua pasti melenguh. Soalnya daerah ini cukup jauh dari pusat kota. Ditambah infrastrukturnya yang awut-awutan, juga sepinya lokasi dari rumah penduduk.

Namun 5 tahun terakhir perumahan-perumahan banyak muncul di daerah ini.Hal ini juga dipicu dengan pemindahan Bandara Polonia ke Kuala Namu.Sebagai kawasan yang tentunya akan menjadi jalan lintas menuju Kuala Namu, kesempatan ini tidak disia-siakan banyak pihak. Baik itu masyarakat yang melirik investasi, para pengusaha, pedagang, dan lain-lainnya. Namun yang paling mengambil kesempatan ini adalah para pengembang properti.

Tidak heran jika hal ini membuat harga tanah pun jadi mahal. Istilah lainnya, harga tanah di Batang Kuis ikut naik. Dulu, kata Warimin, harga tanah di Batang Kuis ini terbilang sangat murah. Satu meternya hanya Rp 20 ribu, bahkan ada yang lebih murah lagi.Tapi semenjak pembangunan dan perkembangan properti dilakukan secara jor-joran, maka perlahan-lahan lahan di Batang Kuis merambat naik mengikuti naiknya harga tanah di pusat kota. Sekarang harga tanah di Batang kuis sudah ada yang Rp 1 juta per meternya.

"Sebenarnya kalau nggak ada pembangunan Kuala Namu, harga tanah di sini tetap murah. Sekarang masih ada yang murah, tapi kalau tanah yang di pinggir-pinggir jalan ini yang mahal," ujar pria 45 tahun ini menuturkan.

Warimin yang sehari-harinya bekerja sebagai kuli bangunan mengungkapkan bahwa tingginya harga tanah di Batang Kuis ini terjadi sejak 5 tahun belakangan, tepatnya sejak pembangunan Bandara Kuala Namu mulai gencar dielu-elukan.

Kata dia, naiknya harga tanah di inti kota sebenarnya tidak berpengaruh sama sekali dengan harga tanah di Batang Kuis. Tapi karena pembangunan dan perkembangan properti mulai pesat serta jor-joran dilakukan, maka harga tanah di Batang Kuis pun ikut naik bersamaan naiknya harga tanah di pusat kota.

"Kebanyakan yang punya tanah di sini orang luar, bukan penduduk asli sini. Jadi mereka beli tanah di sini waktu harganya murah, terus mereka jual ke pengusaha waktu harganya mahal. Maka jadilah perumahan, supermarket, dan lain-lain. Kalau asli warga sini taunya cuma bercocoktanam. Mereka juga pasti nggak mau jual tanahnya," ujarnya lagi.

Sementara ditempat terpisah, Udin mengungkapkan bahwa perkembangan kawasan Batang Kuis yang begitu pesat menjadi kesempatan bagi masyarakatnya untuk mendapatkan keuntungan yang cukup besar dengan menjual tanah atau rumahnya.

Ini dikarenakan banyak investor atau masyarakat Kota Medan yang berbondong-bondong mencari rumah atau area strategi di sekitar wilayah tersebut. Tak ayal, harga pun melejit tinggi.
Padahal, lanjut perdagang gorengan ini, dulu harga tanah di Batang Kuis tidak lah semelejit sekarang ini. Sepengetahuan Udin yang sudah 30 tahun tinggal di kawasan tesebut, harga tanah yang dijual paling mahal Rp 100 ribu per meter. Bahkan untuk satu kapling tanah, hanya dijual dengan harga Rp 10 juta atau Rp 20 juta. Itu pun sangat sulit lakunya.

Tapi sekarang ini, harga tanah di Batang Kuis benar-benar melonjak tinggi. Karena untuk satu meter tanah saja bisa dihargai Rp 200 ribu hingga Rp 500 ribu. Bahkan, ada yang menjualnya dengan harga Rp 1 juta hingga Rp 2 juta per meter.

Tapi karena memang kawasan ini dinilai akan berkembang pesat, harga tersebut sepertinya tidak menjadi masalah. Ini terbukti karena tanah tersebut memang ada pembelinya. Dan tanah tersebut dibangun untuk gedung perkantoran atau dagang.

"Di dekat rumah saya, di Jalan Medan Batang Kuis yang tembus ke Jalan Pendidikan Batang Kuis, ada tanah yang mau dijual dengan harga Rp 40 juta. Itu bisa dibilang murah dan paling murah, karena orangnya lagi butuh uang makanya jualnya dengan harga segitu," ucapnya lagi.

Kata dia, tanah yang dijual dengan harga Rp 40 juta tersebut berukuran 6x17,5 meter. Andaikan pemiliknya tidak sedang membutuhkan uang, mungkin harganya tidak akan dipatokkan serendah itu, meskipun letaknya sedikit menjorok ke dalam.

"Di sini harga tanah bervariasi. Tergantung dari luas tanah dan di mana letak tanah itu. Kalau letaknya strategis dan luas, harganya bisa sangat mahal. Tapi kalau ukurannya nggak luas-luas kali tapi letaknya strategis, harganya tetap mahal tapi tidak semahal kalau ukurannya lebar. Bisa dibilang harga tanah di Batang Kuis ini sudah mahal-mahal lah. Dan semakin mendekati Bandara Kuala Namu, harga tanahnya semakin tinggi," ujar Udin lagi.

Hal senada juga diungkapkan Jumri. Penduduk Jalan Muspika Cemara 2, Batang Kuis, Deli Serdang, saat ini mencari tanah murah di sekitar kawasan Bandara Kuala Namu bisa dibilang sulit.

Tanah di area Jalan Muspika Cemara 3 saja diharga Rp 65 juta untuk satu rantai. Ini terbilang murah, karena pada umumnya, saat ini harga tanah untuk satu rantai di kawasan Batang Kuis mencapai Rp 100 ribu. Itu sudahlah harga termurah.

Menurut Jumri, patokan harga sekarang dengan dulu memang jauh berbeda. Sebelum adanya pembangunan Bandara Kuala Namu, masyarakat menjual tanahnya hanya dengan harga Rp 50 ribu per meter. Bahkan ada yang lebih murah dari itu.

Tapi semenjak banyaknya investor dan masyarakat yang membuka usahanya di kawasan tersebut, ditambah dengan makin pesatnya pembanguna perumahan di area jalan lintas menuju Bandara Kuala Namu ini, harga tanah pun tidak tanggung-tanggung mahalnya.

"Sekarang mana ada lagi yang jual tanah Rp 50 ribu pe meter di sini. Semua udah mahal-mahal. Karena udah banyak orang yang pada pindah ke sini semua. Tadinya tinggal di Kota Medan, sekarang bangun rumah dan usaha di sini. Makanya harga tanah pun jadi mahal," tuturnya menjelaskan.

Peruabahan ini lah yang membuat masyarakat Batang Kuis berbondong-bondong mencari keuntungan. Dengan menjual tanah atau tempat tinggalnya dengan harga mahal, mereka pindah ke kawasan yang menjual tanah dengan harga yang cukup murah.

"Dengan begitu, hasil penjualan tanah kan masih tersisa. Berarti mereka untung kan? Makanya sekarang ini lebih banyak pendatang dibanding penduduk asli yang tinggal di sini," kata Jumri.

Sedangkan untuk kawasan Medan Marelan, harga tanah tidak begitu mengejutkan seperti layaknya inti Kota Medan. Di area ini harga lahan masih terbilang murah. Paling mahal hanya berkisar antara Rp 40 juta sampai Rp 70 juta, tergantung dari besar dan lebarnya tanah. Harga tersebut adalah harga tanah yang berada di pinggir jalan raya. Kalau letaknya lebih ke dalam, harga lebih murah, berkisar Rp 200 ribu sampai Rp 500 ribu per meter. Malah ada juga yang Rp 40 ribu per meternya. (sri mahyuni)
Iklan Baris Gratis Dilihat lebih dari 15,000 visitor setiap harinya Pasang
BERITA TERKAIT
KIRIM KOMENTAR
Silakan login terlebih dahulu untuk bisa memberikan komentar atau
klik daftar untuk menjadi member MedanBisnisDaily.com
KOMENTAR ANDA
Tidak ada komentar pada berita ini!
Partisipasi Menggunakan Facebook