User ID Password  
Home   |   Tentang Kami   |   Pasang Iklan   |   Index Berita   |   Iklan Baris Gratis   |   Hubungi Kami Daftar Menjadi Member   |   Login
Membangun Indonesia yang Lebih Baik
 
Ex. Polisi
 
 
 
Berita Terkini Hari Ini
BANNER FREE MEMBER
E-paper
Kurs Valuta Asing
Mata Uang Beli Jual
USD 12,670.00 12,740.00
SGD 9,716.20 9,786.55
JPY 108.31 109.39
MYR 3,669.24 3,709.59
CNY 2,041.20 2,061.10
THB 389.18 393.36
HKD 1,633.50 1,643.60
EUR 15,833.75 15,947.95
AUD 10,397.05 10,481.25
GBP 19,922.35 20,059.25
Last update: 17 Des 2014 09:00 WIB
Berita Terkini
Selasa, 05 Feb 2013 15:33 WIB - http://mdn.biz.id/n/11051/ - Dibaca: 531 kali
KAI Tak Sudi Turunkan Tarif Kereta Medan-Bandara Kuala Namu Rp 80 Ribu
MedanBisnis-Medan. Meski mendapat protes karena tarif yang mahal, PT Kereta Api Indonesia (KAI) tetap mempertahankan tarif Rp 80 ribu sekali jalan untuk rute Medan-Bandara Kuala Namu. Kalau tidak suka, silakan pilih moda transportasi lain.
Di sela diujicoba kereta api rute Medan-Banda Kuala Namu, Selasa (5/2), Kepala Divisi KAI Sumut Regional I Sumut M. Nasyir menyatakan, kereta api hanyalah salah satu dari sekian banyak moda transportasi menuju Bandara Kuala Namu, yang rencananya beroperasi April 2013 mendatang tersebut.

Banyaknya perhatian terhadap kereta api, sebab saat ini hanya sarana kereta api sudah siap untuk memberangkatkan calon penumpang ke ke bandara pengganti Bandara Polonia tersebut. Padahal kereta api hanyalah salah satu moda transportasi ke Kuala Namu. Masih ada bus, kemudian bisa lewat jalan tol dan jalan nontol dengan kendaraan pribadi.

"Tetapi karena kita yang sudah siap dibanding moda transportasi yang lain, maka kereta api menjadi perhatian. Tidak mungkin semuanya naik kereta api," kata Nasyir kepada wartawan di Medan, Sumatera Utara (Sumut).

Pernyataan senada juga disampaikan pihak PT Railink, anak perusahaan PT Kereta Api Indonesia dan PT Angkasa Pura II, yang mengoperasikan kereta api itu. Humas PT Railink Mey Hasibuan menyatakan, rencana penerapan tarif Rp 80 ribu per sekali jalan itu sudah melalui banyak pertimbangan dan perhitungan.

"Baik itu biaya perawatan, operasional dan biaya lainnya," kata Hasibuan.

Mengenai banyaknya tuntutan agar tarif itu diturunkan karena dinilai terlalu mahal, termasuk dari kalangan DPRD Sumut dan Plt Gubernur Sumut Gatot Pujo Nugroho, Mey Hasibuan menyatakan setiap orang berhak memberikan pendapat. Tetapi penentuan tarif itu sudah melalui pertimbangan dan merujuk pada aturan yang ada. Dengan kata lain, tidak akan diturunkan. (dtf)





Advertisement
Iklan Baris Gratis Dilihat lebih dari 15,000 visitor setiap harinya Pasang
BERITA TERKAIT
KIRIM KOMENTAR
Silakan login terlebih dahulu untuk bisa memberikan komentar atau
klik daftar untuk menjadi member MedanBisnisDaily.com
KOMENTAR ANDA
Tidak ada komentar pada berita ini!
Partisipasi Menggunakan Facebook