User ID Password  
HOME   |   Tentang Kami   |   Pasang Iklan   |   Index Berita   |   Iklan Baris Gratis   |   Hubungi Kami Daftar Menjadi Member   |   Login
Membangun Indonesia yang Lebih Baik
 
 
 
 
Berita Terkini Hari Ini
BERITA TERKINI SELENGKAPNYA
E-paper
Foto Berita
Efek Pencetak Laba (RPH)
BLTZ 800 14.04%
LPPF 500 3.4%
BJBR 450 20%
Last update: 08 Des 2016
Efek Pencetak Rugi (RPH)
GGRM -2,000 -2.97%
BRAM -700 -10%
ITMG -500 -2.99%
Last update: 08 Des 2016
Volume Terbesar
MYRX 1,416,408,448
BEKS 397,005,888
BUMI 316,739,488
Last update: 08 Des 2016
Transaksi Tertinggi
TLKM 287,001,028,000
BJBR 252,216,882,000
MYRX 238,112,888,100
Last update: 08 Des 2016
Efek Teraktif
BJBR 12,165 Freq
BABP 12,010 Freq
PBRX 10,089 Freq
Last update: 08 Des 2016
Kurs Valuta Asing
Mata Uang Beli Jual
USD 13,270.00 13,404.00
SGD 9,318.82 9,414.90
JPY 11,593.57 11,713.71
MYR 2,998.19 3,031.21
CNY 1,923.97 1,943.40
THB 372.23 376.20
HKD 1,710.76 1,728.05
EUR 14,059.57 14,206.90
AUD 9,887.48 9,994.02
GBP 16,696.31 16,696.31
Last update: 09 Des 2016 12:12 WIB
INDAG
Sabtu, 09 Mar 2013 07:38 WIB - http://mdn.biz.id/n/17027/ - Dibaca: 2,619 kali
SANIMAS Tetap Dikembangkan hingga 2015
MedanBisnis - Medan. Program Sanitasi Berbasis Masyarakat (SANIMAS) dinilai cukup berhasil mengatasi masalah sanitasi di permukiman padat penduduk. Hingga awal tahun 2013, sudah ada 573 lokasi SANIMAS yang tersebar di seluruh Indonesia. Program ini terus dikembangkan hingga 2015.
Seperti dikutip dari situs organisasi sanitasi Indonesia, tahun ini, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Cipta Karya menjaring minat 48 kabupaten/kota peserta program SANIMAS. Untuk kebutuhan ini, pemerintah menyediakan dana sebesar US$ 100 juta yang didapatkan dari pinjaman Islamic Development Bank (IDB).

Persyaratan bagi kabupaten/kota untuk mengikuti program ini antara lain telah memiliki Strategi Sanitasi Kota (SSK), lokasi kelurahan yang dipilih telah melakukan tiga kali program PNPM Mandiri Perkotaan dan terdapat sharing dana APBD sebesar lima persen untuk biaya operasional.

Sekretaris Ditjen Cipta Karya Kementerian PU Dadan Krinandar mengatakan, program ini rencananya akan dilaksanakan di 1.800 lokasi yang berada di 13 provinsi. Diharapkan program ini bisa mendukung pencapaian target pembangunan milenium (Millennium Development Goals/MDGs) pada 2015, yaitu menurunkan 50 persen jumlah penduduk yang belum memiliki akses sanitasi.

"SANIMAS ini merupakan program dengan konsep pemberdayaan masyarakat di mana tiap lokasi akan mendapatkan dana bantuan langsung masyarakat sebesar maksimal Rp 425 juta," katanya akhir Februari lalu.

Dari total bantuan langsung masyarakat (BLM) Rp 425 juta tersebut, lima persen di antaranya merupakan biaya persiapan, perencanaan dan operasional yang dilakukan oleh masyarakat. Dana itu tidak diperbolehkan untuk membayar gaji atau honor BKM atau fasilitator. Sedangkan upah tenaga kerja konstruksi maksimal 35 persen dan minimal 60 persen untuk biaya konstruksi.

Kepala Sub Direktorat Kerjasama Luar Negeri (KLN), Dwityo A Soeranto mengatakan, Maret nanti rencananya akan dilakukan penandatanganan pinjaman program SANIMAS ini. Program ini akan berlangsung selama empat tahun mulai dari 2013-2016.

"Apabila kabupaten atau kota telah menyatakan minat dan siap dalam tahun ini maka bisa segera dimulai. Apabila belum bisa tahun ini maka bisa dilakukan tahun depan. Hal ini tergantung kesiapan kabupaten atau kota penerima manfaat," tandasnya.

Workshop
Sementara itu, enam Pokja AMPL Provinsi dan enam Kelompom Kerja (Pokja) AMPL kabupaten/kota berpartisipasi dalam lokakarya keberlanjutan program SANIMAS, yang diselenggarakan oleh Pokja AMPL Nasional di Semarang tanggal 5 hingga 7 Maret 2013.

Isu menarik dari hasil evaluasi di tingkat pusat adalah pilihan opsi teknologi ternyata menyumbangkan andil yang sangat besar dalam menentukan tingkat keberlanjutan sarana. Fakta di lapangan, SANIMAS dengan IPAL komunal perpipaan ternyata memiliki tingkat keberlanjutan yang lebih dibandingkan dengan sarana MCK+.

Workshop ini sekaligus menjadi ajang berbagi pengalaman antar daerah peserta SANIMAS. Misalnya, Kota Mojokerto yang dengan MCK+ SANIMAS-nya mampu menyediakan ruang publik sebagai pusat aktifitas sosial masyarakat dan perpustakaan. Lain halnya dengan Kabupaten Sleman, yang dengan SANIMAS berhasil mentransformasi kawasan padat kumuh miskin (PAKUMIS) menjadi desa wisata lingkungan.

Peserta workshop ini sepakat untuk keberlanjutan program ini khususnya mengenai keberlanjutan sarana dan pengelolaannya oleh masyarakat. Hal ini dianggap hal yang mendesak dan tidak kalah pentingnya dibandingkan dengan tahapan konsruksi itu sendiri. (sanorid)
Iklan Baris Gratis Dilihat lebih dari 15,000 visitor setiap harinya Pasang
Informasi pemasangan barrier gate, jual barrier gate dan Barrier Gate Otomatis, hubungi NICE Automatic Gate sekarang juga! Terima kasih!
KIRIM KOMENTAR
Silakan login terlebih dahulu untuk bisa memberikan komentar atau
klik daftar untuk menjadi member MedanBisnisDaily.com
KOMENTAR ANDA
Tidak ada komentar pada berita ini!