User ID Password  
Home   |   Tentang Kami   |   Pasang Iklan   |   Index Berita   |   Iklan Baris Gratis   |   Hubungi Kami Daftar Menjadi Member   |   Login
Membangun Indonesia yang Lebih Baik
 
 
Berita Terkini Hari Ini
E-paper
Foto Berita
Kurs Valuta Asing
Mata Uang Beli Jual
USD 11,965.00 11,995.00
SGD 9,425.70 9,465.85
JPY 109.32 109.91
MYR 3,698.44 3,737.25
CNY 1,944.40 1,957.70
THB 370.13 374.19
HKD 1,543.40 1,547.80
EUR 15,433.65 15,497.65
AUD 10,693.15 10,745.25
GBP 19,715.95 19,791.85
Last update: 19 Sep 2014 09:00 WIB
UKM
Selasa, 26 Mar 2013 08:10 WIB - http://mdn.biz.id/n/20077/ - Dibaca: 566 kali
Patah Tumbuhnya Bisnis Laundry di Medan
MedanBisnis - Medan. Bisnis jasa cuci pakaian atau laundry di Medan bisa dibilang agak unik. Dalam beberapa tahun terakhir, pemain di bisnis ini tumbuh pesat. Namun, perlahan ada yang gulung tikar akibat kalah dalam persaingan yang terlalu ketat.
Begitu pun, saat ini tetap saja terlihat ada usaha laundry yang tampil di sudut-sudut kota Medan. Mulai dari pinggir jalan besar hingga ke gang-gang kecil, dari pusat kota hingga pinggiran. Bak jamur, bisnis ini selalu memunculkan pemain baru.

Biasanya, usaha jenis ini mangkal di titik-titik yang ramai pemukiman, khususnya di dekat kampus, perkantoran yang kebetulan berdekatan dengan rumah indekos. Paling tidak, satu atau dua rumah usaha laundry ada di sekitar lokasi seperti itu, apalagi yang ramai.

Di kawasan Jalan Dr Mansyur misalnya, kini kian banyak usaha laundry yang bertebaran di sana. "Awalnya cuma beberapa tempat usaha, tapi karena melihat prospeknya bagus, saat ini sekira puluhan usaha laundry ada di sini," kata Mahmud, pengusaha laundry di kawasan itu, Senin kemarin. Awalnya, seperti dituturkan Mahmud, bisnis ini memang sangat menjanjikan. Bagaimana tidak, lima tahun silam saat dia membuka usaha ini, dia bisa menerima pakaian untuk dicuci antara 50 kg hingga 100 kg setiap hari. Angkanya lebih tinggi lagi pada akhir pekan.

Tapi, dengan banyaknya tumbuh usaha sejenis dari tahun ke tahun, usahanya kini hanya menerima pakaian tidak lebih dari 60 kg, itupun jika ramai. Kalau tidak, angka pesanan pasti lebih rendah, bahkan kadang-kadang hanya menerima 10 kg pakaian kotor saja sehari. Usaha Mahmud ini bisa dibilang usaha laundry yang relatif lebih besar dibanding usaha sejenis lainnya yang ada dikawasan itu.

Ratusan usaha rumah tangga seperti ini telah tumbuh di Medan. Pengamat Ekonomi dari Unimed, M Ishak mengatakan, kecenderungan masyarakat Indonesia yang mengikuit tren bisa jadi merupakan salah satu penyebab tumbuh pesatnya usaha ini. "Bukan hanya gaya hidup yang mengikuti tren, dalam bisnis pun masyarakat selalu mengikuti tren," katanya. Dijelaskannya, masyarakat cenderung mengikuti tren usaha yang sedang booming. Misalnya, ketika saat ini usaha online lagi tren, masyarakat ramai-ramai menggelutinya, begitu juga dengan usaha laundry.

Hal ini tentu bisa membawa dampak negatif, terlebih tanpa niat dan manajemen yang baik dalam berusaha. Maklum, dengan mengikuti tren, masyarakat hanya memikirkan keuntungan dengan membuka usaha secara spontan tanpa mengkaji kondisi pasar. Kalau itu yang terjadi, akan banyak usaha laundry yang bakal gulung tikar. Sedikit tidaknya, penjelasan Ishak ini terbukti.

Di Jalan Bilal misalnya, saat ini ada beberapa usaha laundry yang sudah tutup. Seperti diketahui, pengusaha di sana menyasar mahasiswa dan Sekolah Keperawatan dikawasan itu sebagai target pasar. Namun, dengan banyaknya usaha lonundry yang buka di kawasan itu, tidak sedikit rumah usaha yang tak mendapat jatah mencuci. Ujung-ujungnya kolaps karena tak mampu bersaing.
Seperti pengakuan Faizal, yang pernah menggeluti usaha ini. Dia memutuskan untuk berhenti berusaha karena pelanggannya sangat sedikit. "Daripada membuang tenaga lebih, usaha ini saya tutup sejak empat bulan lalu," katanya.

Bukan hanya Faizal, banyak usaha sejenis ini di Medan yang sudah tutup. Seperti yang dikatakan Ishak, manajemen dan kajian pasar yang lemah menjadi penyebab utamanya.
"Bisnis seperti ini juga mengandalkan kepercayaan konsumen. Pelayanan yang bagus juga menjadi salah satu indikator. Jika ingin berhasil dalam bisnis ini, tentu dua faktor itu harus bisa direbut," kata Ishak lagi. ( daniel pekuwali)
Iklan Baris Gratis Dilihat lebih dari 15,000 visitor setiap harinya Pasang
KIRIM KOMENTAR
Silakan login terlebih dahulu untuk bisa memberikan komentar atau
klik daftar untuk menjadi member MedanBisnisDaily.com
KOMENTAR ANDA
Tidak ada komentar pada berita ini!
Partisipasi Menggunakan Facebook