User ID Password  
Home   |   Tentang Kami   |   Pasang Iklan   |   Index Berita   |   Hubungi Kami Daftar Menjadi Member   |   Login
Membangun Indonesia Yang Lebih Baik
 
 
Berita Terkini
E-paper
Foto Berita
Kurs Valuta Asing
Mata Uang Beli Jual
USD 11,545.00 11,595.00
SGD 9,299.20 9,356.20
JPY 113.26 114.10
MYR 3,620.38 3,659.30
CNY 1,860.80 1,877.75
THB 360.33 364.43
HKD 1,489.20 1,496.60
EUR 15,533.85 15,625.55
AUD 10,851.15 10,934.15
GBP 19,599.95 19,709.25
Last update: 25 Jul 2014 09:00 WIB
Keuangan & Perbankan
Sabtu, 30 Mar 2013 06:40 WIB - http://mdn.biz.id/n/20627/ - Dibaca: 1,201 kali
Penurunan Tarif PBB Dikhawatirkan Pengaruhi Harga Jual Rumah
MedanBisnis - Medan. Masyarakat Kota Medan khawatir nilai jual rumah atau bangunannya menjadi rendah akibat tarif Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) 2013 yang dibebankan rata-rata turun hingga 80% atau disesuaikan berdasarkan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 6 Tahun 2012 atas revisi Perda sebelumnya No 3 Tahun 2011.
M Hamdan, warga Jalan Kelambir V Kelurahan Tanjung Gusta Medan, mengatakan, penurunan tarif PBB ini sebenarnya sangat membantu masyarakat.
"Terkejut juga tarifnya turun drastis, untuk ukuran luas bumi 198 m2 dan bangunan 90 m2, tahun lalu kami dikenakan Rp 198.000 dan tahun ini turun menjadi Rp 92.046," ujarnya kepada MedanBisnis, Jumat (29/3).

Dia mengakui penurunan tarif PBB ini sudah diketahui dari sebelumnya ada kenaikan PBB di Kota Medan. Tapi dia tidak menyangka tarif itu turun drastis.
"Kami juga khawatir turunnya PBB akan mempengaruhi nilai jual bangunan. Karena tarifnya rendah dibanding tahun-tahun sebelumnya," ucap Hamdan.

Dijelaskan, dalam Surat Pemberitahuan Pajak Terhutang (SPPT) PBB tahun 2013, dengan luas objek bumi dan bangunan tersebut nilai jual objek pajak (NJOP) untuk penghitungan PBB 0,115% x 80.040.000 atau menjadi Rp 92.046.

"Memang untuk NJOP bumi dan bangunannya tidak ada perbedaan. Tapi pada tarif PBB persennya berkurang," katanya.

Sedangkan untuk masa jatuh tempo, tetap pada 30 Agustus 2013 dan pembayaran di Bank Sumut seluruh Kota Medan.

"Biasa nanti kepling kami ada mengutip uang PBB ini, jadi lumayan juga tidak repot-repot untuk membayar langsung ke Bank Sumut," akunya. Hal senada dikatakan Mulyadi warga Jalan Bawang 5 Perumnas Simalingkar Medan. "Khawatir aja kalau nanti ini berpengaruh pada harga jual rumah. Karena tarif ini turun dibandingkan sebelumnya seperti di tahun 2010 dengan ukuran rumah 72 meter dibebankan biaya Rp 30.000, sedangkan di tahun hanya Rp 7.100," katanya.

Berbeda halnya dengan Luthfi, warga Medan Helvetia. Ia yang belum menerima SPPT PBB nya khawatir kalau tarif PBB masih tinggi. Kepala Dinas Pendapatan (Dispenda) Kota Medan M Husni mengatakan, penurunan tarif PBB tahun ini berdasarkan Perubahan Perda Medan No 6 Tahun 2012 dari Perda sebelumnya Nomor 3/2011. Jadi ada penyesuaian tarif pada tahun 2013 sehingga otomatis terjadi penurunan.

Pada Perda No 6 Tahun 2012 tentang Perubahan Perda No 3 Tahun 2011 tentang PBB, perhitungan tarif PBB menggunakan 5 parameter. Untuk NJOP sampai dengan Rp499.999.999 tarif PBB dikali 0,115%. Sementara untuk NJOP Rp 500 juta sampai dengan Rp 999.999.999, tarif PBB dikali 0,215%, untuk NJOP Rp 1 miliar sampai dengan Rp 1.999.999.999 tarif PBB dikali 0,215 %, untuk NJOP Rp 2 miliar sampai dengan Rp 3.999.999.999 tarif PBB-nya dikali 0,225 %, dan untuk NJOP di atas Rp 4 miliar tarif PBB-nya dikali 0,275 %.

Sedangkan sebelum dilakukan perubahan Perda PBB No 3 Tahun 2011, parameter perhitungan tarif PBB hanya mengunakan dua parameter, yakni NJOP sampai dengan Rp 1 miliar tarifnya 0,2 % dan untuk NJOP di atas Rp 1 miliar sebesar 0,3%.

"Jadi kelebihan pembayaran PBB tahun 2012 yang telah dibayarkan wajib pajak atas berlakunya Perda No 6 Tahun 2012 tentang Perubahan Perda No 3 Tahun 2011 tentang PBB, akan dikompensasikan pada pembayaran PBB tahun berikutnya. Itu cara membayar kelebihan pembayaran PBB ini," jelas Husni.

Disinggung tentang adanya kekhawatiran jual rumah menjadi rendah, mantan Kabag Umum Pemko Medan ini menjelaskan, tidak akan berpengaruh terhadap penurunan tarif PBB karena NJOP nya tidak berubah.

"Yang turun itu tarif PBB bukan NJOP nya. Sedangkan untuk menjual rumah atau bangunan berdasarkan NJOP yang ditetapkan atas luas bumi dan bangunan," ungkapnya. Untuk memaksimalkan pengutipan PBB Tahun 2013, SPPT yang perhitungannya sesuai Perda No 6 Tahun 2012 yang perhitungannya menggunakan Perda No 3 Tahun 2011, telah dibagikan kepada wajib pajak.

Hingga sampai saat ini realisasi pembayaran PBB baru mencapai 4% dari target sekitar Rp 433 miliar dalam APBD Medan TA 2013.(yuni naibaho)
KIRIM KOMENTAR
Silakan login terlebih dahulu untuk bisa memberikan komentar atau
klik daftar untuk menjadi member MedanBisnisDaily.com
KOMENTAR ANDA
Tidak ada komentar pada berita ini!
Partisipasi Menggunakan Facebook