User ID Password  
Home   |   Tentang Kami   |   Pasang Iklan   |   Index Berita   |   Iklan Baris Gratis   |   Hubungi Kami Daftar Menjadi Member   |   Login
Membangun Indonesia yang Lebih Baik
 
Ex. Olyin
 
Berita Terkini Hari Ini
E-paper
Foto Berita
Kurs Valuta Asing
Mata Uang Beli Jual
USD 12,050.00 12,080.00
SGD 9,434.00 9,434.00
JPY 111.45 11,204.00
MYR 366,289.00 370,187.00
CNY 1,963.70 1,977.40
THB 37,002.00 37,454.00
HKD 1,552.80 1,557.65
EUR 15,237.25 15,300.55
AUD 10,525.75 110,577.35
GBP 19,307.75 19,381.25
Last update: 24 Okt 2014 09:00 WIB
Otomotif
Minggu, 14 Apr 2013 12:33 WIB - http://mdn.biz.id/n/23536/ - Dibaca: 1,909 kali
TKCI, Lain Sendiri
(medanbisnis/sri mahyuni)
TKCI (Toyota Kijang Club Indonesia) Medan tidak pernah membeda-bedakan siapa atau memakai mobil apa. Yang penting cinta Kijang, mau jenis apa atau keluaran tahun berapa, boleh bergabung. Karena TKCI adalah wadah berkumpulnya komunitas pecinta Toyota Kijang.
Didirikan pada 9 Februari 2008, TKCI Medan tidak seperti klub-klub mobil lainnya. Setidaknya hal ini dikatakan Wakil Ketua TKCI Medan, Husin. Menurutnya, TKCI Medan berdiri bukan berawal dari kumpul-kumpul karena satu hobi, tapi karena suatu peristiwa, yaitu terbentuk karena ketidaksepahaman visi dan misi beberapa anggota pecinta Kijang yang tadinya bernaung di IKC (Indonesia Kijang Club) yang sudah berdiri sejak tahun 1998.

Husin menjelaskan, sebenarnya klub pecinta Kijang pertama yang ada di Kota Medan itu adalah IKC. Namun karena beberapa benturan di internal klub, akhirnya mereka pecah sehingga beberapa anggotanya mendeklarasikan klub baru dan disepakati bernama TKCI Medan yang bernaung dalam TKCI Jakarta.

"Sebenarnya klub Kijang ini ada sejak tahun 1998. TKCI Jakarta sudah ada sejak tahun 2000 dan TKCI Medan berdiri pada tahun 2008. Kami independen, tidak bernaung di wadah mana pun kecuali di klub Kijang pusat yang ada di Jakarta dan bekerja sama dengan Toyota, karena kami membawa nama Toyota," papar Husin kepada MedanBisnis, di Medan.

Dalam usia kelima klub ini, TKCI Medan sudah melakukan serangkaian kegiatan, bahkan termasuk kegiatan kemanusiaan. Seperti sudah menjadi agenda tetap sebuah klub, rasanya tidak afdol jika tidak menjalankan aktivitas yang namanya touring dan bakti sosial.

Untuk urusan touring, perjalanan TKCI Medan sudah sampai ke Kota Jambi dalam rangka menghadiri Jambore komunitas Kijang yang ke-8. Sebagai solidaritas persaudaraan yang begitu tinggi, TKCI Medan langsung mengutus 6 unit Kijang untuk turun menghadiri even tersebut. Bahkan rencana selanjutnya mereka akan kembali menghadiri jambore komunitas Kijang ke-11 di Kota Bandung pada November 2013.

"Kita juga membuat acara Anniversary TKCI Medan yang ke-5 di Medan Club. Tamunya bukan hanya dari Medan, tapi dari tiap cabang seperti dari Aceh, Pekanbaru, dan lainnya. Kita juga mengundang klub-klub yang ada di Kota medan ini. Tidak hanya klub Kijang, tapi seluruh klub mobil yang ada," kata Wakil Ketua TKCI Medan ini.

Kegiatan dalam waktu dekat yang akan mereka gelar pada April ini juga yaitu mengadakan baksos dalam rangka merayakan Hari Paskah bagi yang merayakannya. Ini menunjukkan bahwa TKCI Medan menjunjung tinggi arti perbedaan dan menghormati antar sesama manusia yang beragama.

Dengan demikian TKCI Medan berharap solidaritas antar sesama anggota kian erat. Dilandasi kekompakan dan saling menghargai ini mereka berharap agar pecinta dan peminat Kijang semaki bertambah.

Husin yang sudah melanglang buana ke berbagai klub, baik klub sepeda motor dan mobil, hal tersulit menyatukan visi dan misi anggota adalah berawal dari kurangnya rasa pengertian dan hormat di dalamnya.

Itulah yang menjadikan salah satu alasan mengapa di TKCI tidak membedakan hak dan kewajiban setiap anggotanya, termasuk soal urusan mobil. Di TKCI Medan, semua mobil dari keluaran tahun pertama hingga produk terbaru boleh bergabung, asal judulnya Kijang. Juga tidak menutup kemungkinan untuk para pemilik mobil merek lain untuk bergabung di klub ini.

"Seandainya dia punya mobil merek lain, tapi dia suka kijang atau suka di klub Kijang, kita perbolehkan bergabung di klub kita tapi namanya kru karena dia sudah terdaftar sampai ke Jakarta," kata Husin lagi.

Adapun tugas dari kru adalah membawa dan menutup jalan saat mereka konvoi. Mungkin hanya pada aspek itu saja terjadi perbedaan antara anggota dan kru. Karena bagaimana pun juga yang diutamakan saat berkonvoi tetaplah pecinta kijang.

Saat ini TKCI sudah memiliki 34 cabang atau chapter yang menyebar di seluruh Marauke. Cabang TKCI yang masih belum diresmikan saat ini adalah Kupang dan Muara Bungo. Dari 34 cabang tersebut, Kota Medan merupakan salah satu di antaranya dengan jumlah anggota sekitar 40 orang, dengan keaktifan sekitar 33 anggota dari berbagai kalangan dan jenjang sosial.

Anggota TKCI Medan beragam, ada yang masih pelajar hingga pekerja, berkumpul menjadi satu membaurkan ide dan hobi. Dari yang berusia 14 tahun hingga 40 tahun, bersatu menjalin persaudaraan. Makanya tidak heran jika di TKCI Medan ini ada Kijang keluaran tahun 67 hingga yang terbaru. Karena memang tidak ada jurang perbedaan.

"Mobil kita di sini juga tidak harus yang sudah dimodifikasi. Di TKCI soal modifikasi terlahir dari diri sendiri," ucap Husin.

Bagi Husin sendiri dari pengalamannya keluar masuk klub otomotif, touring yang paling menantang adalah dengan mengendarai sepeda motor. Pasalnya touring pakai sepeda motor terkesan lebih ekstrem. Selama dalam perjalanan pengendaranya bertarung dengan alam. Hujan, badai, terik, siang dan malam dirasakan selama menempuh tujuan.

"Tapi kalau di dunia mobil, kita tidak perlu takut hujan atau panas. Kalau di suruh memilih, saya lebih suka tantangan di dunia sepeda motor," tandas Husin tentang sekilas suka duka yang pernah dialaminya saat touring mengendarai sepeda motor. (sri mahyuni)
Iklan Baris Gratis Dilihat lebih dari 15,000 visitor setiap harinya Pasang
KIRIM KOMENTAR
Silakan login terlebih dahulu untuk bisa memberikan komentar atau
klik daftar untuk menjadi member MedanBisnisDaily.com
KOMENTAR ANDA
Tidak ada komentar pada berita ini!
Partisipasi Menggunakan Facebook