User ID Password  
Home   |   Tentang Kami   |   Pasang Iklan   |   Index Berita   |   Hubungi Kami Daftar Menjadi Member   |   Login
Membangun Indonesia Yang Lebih Baik
 
Ex. BNPB
 
Berita Terkini
E-paper
Foto Berita
Kurs Valuta Asing
Mata Uang Beli Jual
USD 11,550.00 11,600.00
SGD 9,298.70 9,355.70
JPY 113.36 114.20
MYR 3,625.59 3,665.51
CNY 1,861.30 1,878.25
THB 361.65 365.75
HKD 1,489.90 1,497.25
EUR 15,550.95 15,642.65
AUD 10,855.85 10,937.75
GBP 19,615.45 19,724.75
Last update: 26 Jul 2014 09:00 WIB
Terkini
Senin, 22 Apr 2013 21:57 WIB - http://mdn.biz.id/n/25168/ - Dibaca: 382 kali
BPOM akan Seret Penjual Kosmetik Ilegal di Bandung ke Jalur Hukum
MedanBisnis - Bandung - Badan Pengawasan Obat dan Minuman (BPOM) gerah lantaran masih ditemukan peredaran produk kosmetik ilegal. Terbukti ratusan kosmetik tanpa izin edar disita dari salah satu klinik kecantikan di Kota Bandung. BPOM pun siap menyeret penjual kosmetik ilegal ke jalur hukum.
"Kami akan membawa kasus ini ke ranah hukum. BBPOM Bandung terus mengembangan atau menyelidiki lagi sumber kosmetik ilegal itu berasal dari mana. Apakah ada tempat pengolahannya atau lainnya," tegas Kepala BPOM RI Lucky S. Slamet saat jumpa pers di kantor BBPOM Bandung, Jalan Djunjunan (Pasteur), Senin (22/4/2013).

Menurut Lucky, pihak yang terbukti memproduksi, mengedarkan, dan menjual farmasi tanpa mimiliki izin edar, bisa terjerat pasal-pasal yang diatur dalam UU nomor 36 tahun 2009 perihal Kesehatan. "Ancaman hukumannya 10 tahun penjara dan denda 1,5 miliar rupiah," ucap wanita berkacamata ini.

Kepala BBPOM Bandung Supriyanto Utomo mengatakan terungkapnya penyimpanan obat dan kosmetik ilegal di salah satu klinik kecantikan itu berawal dari laporan masyarakat serta hasil pengembangan operasi antara pihaknya dengan Dinkes Kota Bandung. Penyedia menjualnya secara online atau via internet. BBPOM Bandung pun menggandeng petugas Ditkrimsus Polda Jabar guna investigasi.

Jumat lalu, ditemukan 116 jenis kosmetik tanpa izin edar yang jumlahnya lebih 500 pieces atau senilai Rp 300 juta. Seluruh kosmetik itu buatan impor atau berasal dari sejumlah negara seperti Amerika, Spanyol, Korea, Jerman, dan Jepang. Barang bukti kosmetik ilegal yang disita antara lain Serum Gold, Firming Amp, Open Pore, Soin Mandarin, Oxy Derma, Dermaclar, Dermeso, Inno, Puremed, Omeo Formula, Mesologica, Kojic Acid, Puremed, Blue Peel, SPF, WR, ACTC, VA, Purifiying, Grape, Lidocain, 3D Slim, Pear Instant, Pro Natural.

"Kami yakin enggak di satu tempat ini saja. Kayak begini biasanya banyak jaringan berjualannya. Polanya seperti MLM," tutur Supriyanto di lokasi sama.

Temuan barang bukti mengindikasikan klinik kecantikan yang berlokasi di wilayah Bandung Selatan itu sudah melanggar aturan hukum. BBPOM Bandung, sambung Supriyanto, bakal menggelar uji lab guna meneliti ada dan tidaknya bahan berbahaya mengandung mercury dalam kosmetik ilegal. "Nanti kami akan berkoordinasi dengan Polda Jabar untuk langkah-langkah hukum selanjutnya," papar dia.

Supriyanto enggan blak-blakan saat disinggung berapa orang diduga terlibat penjualan kosmetik ilegal di klinik kecantikan itu. (dtc)
KIRIM KOMENTAR
Silakan login terlebih dahulu untuk bisa memberikan komentar atau
klik daftar untuk menjadi member MedanBisnisDaily.com
KOMENTAR ANDA
Tidak ada komentar pada berita ini!
Partisipasi Menggunakan Facebook