User ID Password  
Home   |   Tentang Kami   |   Pasang Iklan   |   Index Berita   |   Iklan Baris Gratis   |   Hubungi Kami Daftar Menjadi Member   |   Login
Membangun Indonesia yang Lebih Baik
 
Ex. Pemain atau PSMS
 
Berita Terkini Hari Ini
E-paper
Foto Berita
Kurs Valuta Asing
Mata Uang Beli Jual
USD 11,965.00 11,995.00
SGD 9,425.70 9,465.85
JPY 109.32 109.91
MYR 3,698.44 3,737.25
CNY 1,944.40 1,957.70
THB 370.13 374.19
HKD 1,543.40 1,547.80
EUR 15,433.65 15,497.65
AUD 10,693.15 10,745.25
GBP 19,715.95 19,791.85
Last update: 19 Sep 2014 09:00 WIB
Agribisnis
Senin, 29 Apr 2013 07:45 WIB - http://mdn.biz.id/n/26412/ - Dibaca: 2,914 kali
Sensasi Jambu Kesuma Merah dan Deli Hijau Hadirkan Rp 400 Juta
Jambu
Siapa yang bakal menyangka keuntungan Rp 400 juta bisa diperoleh dari bertanam jambu air? Siapa pula yang bakal menyangka uang sebesar itu bisa didapat dari pemanfaatan lahan hanya satu rante saja? Tapi hanya jambu air Kesuma Merah dan Deli Hijau merupakan jambu termanis dan termahal di seantero nusantara.

Dikatakan oleh penangkar dan pembudidayanya, Sunardi saat dijumpai di rumahnya yang berada di Desa Sei Remban, Kelurahan Paya Roba, Lingkungan VII, Jalan Kecipir, Kecamatan Binjai Barat, Binjai, jambu yang sudah dikembangkannya sejak 2006 yang lalu itu bisa dijual dengan Rp 30.000 - Rp 45.000 per kilogram.

Meskipun harganya tergolong mahal, namun dirinya tidak pernah kehilangan pembeli. Setiap hari, dirinya mampu menjual 10 - 15 kilogram setiap hari. Jumlah penjualan tersebut akan bertambah berkali lipat di hari minggu. Pembelinnya, mulai dari masyarakat sekitar sampai masyarakat dari luar Binjai. Dari yang berjalan kaki, hingga yang mengendarai mobil mewah.

Banyaknya pembeli yang berminat dan sangat penasaran dengan kelebihan jambu Merah Kesuma dan Deli Hijau yang tidak terpengaruh dengan tingkat kematangan jambu.

Padahal, jambu yang dipetik kemudian dibeli tingkat kematangannya masih 20 - 30 persen. Meski demikian, setiap pembeli tetap mengatakan bahwa jambu Merah Kesuma dan Deli Hijau merupakan buah yang rasanya sangat manis.

"Itu baru 20 - 30 persen, kalau mau menunggu beberapa minggu lagi, rasanya akan jauh lebih manis lagi, bahkan tingkat kemanisannya bisa terasa di jari yang basah terkena airnya saat makan," katanya kepada MedanBisnis, Kamis (25/4).

Sunardi mengungkapkan, kedua jambu air tersebut merupakan varietas unggul. Dari penelitian laboratorium Universitas Sumatera Utara (USU), ditemukan tingkat kemanisan buah jambu Merah Kesuma Mencapai 14,4 brix.

Sedangkan jambu air Deli Hijau mencapai 12,4 brix. Dengan demikian, menjadikannya sebagai buah dengan tingkat kemanisan tertinggi di Indonesia.

"Karena di Indonesia, rata-rata kemanisan buah berkisar antara 7 - 9 brix, berarti buah tersebut sudah dikategorikan sangat manis," katanya.

Alhasil, kadar kemanisan tinggi tersebut menimbulkan kontroversi di tingkat peneliti dan kalangan tertentu yag meragukan hasil penelitian tersebut.

"Banyak yang menyebut, setelah makan buah ini lalu bilang, buah ini direndam air gula ya, padahal tidak sama sekali, tanaman ini saya tanam sebagaimana tanaman lain di dalam pot," katanya.

Sehingga, dengan harga jual yang termasuk paling tinggi untuk ukuran buah jambu air, menjadikannya sebagai buah termahal dan termanis seantero nusantara. "Di Jawa misalnya, kada kemanisan berkisar antara 7 - 9 brix, kita di sini, di Binjai ini, bisa mencapai 12,4 brix- 14,4 brix," katanya.

Ia menuturkan, melihat fakta yang terjadi, membudidayakan jambu air Merah Kesuma dan Deli Hijau sangat menguntungkan. Tidak perlu lahan yang luas hingga berhektare-hektare untuk mendapat untung besar dari membudidayakannya. Berbeda dengan perkebunan yang untuk mendapatkan untung besar maka dibutuhkan minimal 2 hektare.

Untuk membudaidayakan jambu air dan kemudian untung, bisa dengan memanfaatkan lahan seluas 1 hektare. Dari luasan tersebut, keuntungan bisa mencapai Rp 400 juta.

Ia menjelaskan, untuk lahan 1 rante atau sama dengan 400 meter persegi bisa ditanami sebanyak 45 pokok. Dari 1 pokoknya, untuk jambu air Deli Hijau, 1 - 2 tahun, sudah bisa menghasilkan 10 - 15 kilogram.

Sedangkan Merah Kesuma pada usia 2 tahun baru belajar buah dan menghasilkan 7 - 10 kg. Dengan mengambil rata-rata produksi keseluruhan 10 kg, maka bisa menghasilkan 450 kg. Dengan harga jual Rp 30.000 per kg, maka dalam sehari bisa menghasilkan Rp 13.500.000. Kemudian jika dikalikan 30 hari, maka menghasilkan Rp 405 juta.

Angka tersebut bisa jauh lebih tinggi lagi karena di hari Minggu, jumlah yang terjual banyaknya bisa berkali lipat. "Apalagi, kalau kualitas buahnya bagus, dari sisi kematangan sudah 100 %, itu bisa dijual dengan harga Rp 45.000 per kilogram," katanya antusias.

Karena itu, menurutnya, sudah saatnya bagi masyarakat untuk berinvestasi dengan budidaya tanaman menghasilkan seperti buah. Pasalnya, dengan peluang yang sangat besar tersebut masih sedikit yang terjun di dalamnya.

Untuk saat ini yang menjadi programnya dan juga sejalan dengan kebijakan Pemerintah Kota Binjai yang akan menjadikan Kota Binjai sebagai kota buah, jambu Air Merah Kesuma dan Deli Hijau dapat menjadi alternatif pengembangan. "Ke depan Binjai tidak hanya dikenal sebagai kota rambutan, tapi sebagai kota yang memiliki beragam buah unggul," katanya.

Ia mencontohkan, saat ini sudah ada rencana agar jambu air ini dikembangkan secara luas di Binjai. Pihaknya bersama dengan Pemko Binjai berrencana untuk membagikan bibit jambu air

Merah Kesuma dan Deli Hijau sebanyak 16.000 batang agar ditanam masyarakat khususnya di Binjai. "Kelak harapannya, siapapun kalau mau berbicara jambu air, dia harus ke Binjai karena di sini pusatnya," katanya. (dewantoro)
Iklan Baris Gratis Dilihat lebih dari 15,000 visitor setiap harinya Pasang
KIRIM KOMENTAR
Silakan login terlebih dahulu untuk bisa memberikan komentar atau
klik daftar untuk menjadi member MedanBisnisDaily.com
KOMENTAR ANDA
Tidak ada komentar pada berita ini!
Partisipasi Menggunakan Facebook