User ID Password  
Home   |   Tentang Kami   |   Pasang Iklan   |   Index Berita   |   Iklan Baris Gratis   |   Hubungi Kami Daftar Menjadi Member   |   Login
Membangun Indonesia yang Lebih Baik
 
 
Berita Terkini
E-paper
Foto Berita
Kurs Valuta Asing
Mata Uang Beli Jual
USD 11,680.00 11,710.00
SGD 9,344.70 9,384.65
JPY 112.44 113.07
MYR 3,695.44 3,734.69
CNY 1,898.40 1,909.05
THB 364.39 364.39
HKD 1,506.80 1,511.25
EUR 15,382.55 15,446.75
AUD 10,912.65 10,965.35
GBP 19,358.45 19,432.85
Last update: 29 Agt 2014 09:00 WIB
Keuangan & Perbankan
Selasa, 21 Mei 2013 06:30 WIB - http://mdn.biz.id/n/30375/ - Dibaca: 242 kali
Realisasi PAD Kota Medan Baru Capai 18%
MedanBisnis - Medan. Realisasi pendapatan asli daerah (PAD) Kota Medan sampai saat ini baru sebesar 18% dari target yang dicanangkan sebesar Rp 1,7 triliun. Hal ini menujukkan belum maksimalnya SKPD bekerja mencari PAD.
Hal ini diketahui saat rapat kerja antara Komisi C DPRD Medan dengan Badan Pengelolaan Keuangan Daerah Kota Medan di ruang rapat Komisi C DPRD Medan, Senin (20/5).
Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Daerah Kota Medan Irwan Ritonga mengatakan, saat ini masih banyak SKPD yang masih minim dalam memberikan kontribusi PAD.

Dia mencotohkan, Dinas Kebersihan Kota Medan baru 5% memberikan PAD dari target sebesar sekitar Rp 70 miliar lebih. Begitu juga Dinas Pertamanan Kota Medan baru 20% dari target Rp 68 miliar, dan lainnya.

"Beberapa SKPD masih minim memberikan sumbangan PAD sampai Mei 2013 ini," jelas Irwan.
Dia menuturkan, selain itu tunggakan dari Pemprovsu sebesar Rp 500 miliar juga belum dibayarkan. Akibatnya, PAD Kota yang didapat digunakan untuk menutupi pembayaran pengerjaan sejumlah proyek 2012. Pasalnya, kondisi kas daerah tidak stabil.

"Utang Pemprovsu juga belum dibayar sampai saat ini. Tapi, kas daerah tidak pernah kosong," katanya. Untuk itu pria yang sebelumnya menjabat staf ahli wali kota ini meminta, Komisi C DPRD Medan memberikan tekanan atau desakan kepada SKPD yang menjadi mintranya khususnya mengelola PAD agar lebih giat lagi mengejar PAD.

"Kami mohon kepada komisi ini lebih memberikan streaching kepada mitra kerjanya dalam mengejar PAD," tegasnya.

Anggota Komisi C DPRD Medan Ilhamsyah menegaskan, lemahnya dalam penyerapan PAD membuktikan kinerja SKPD mengelola PAD, baik retribusi maupun pajak tidak beres.
Pasalnya, sampai Mei 2013 didapat baru sebesar kurang lebih Rp 300 miliar. Selain itu, dia menduga target yang ditetapkan tanpa kajian dan analisa mendalam.

"Ini menujukkan adanya ketidakberesan. PAD itu dicetuskan begitu saja, tanpa adanya kajian dan analisa kemampuan SKPD dalam menarik PAD," tegasnya.

Dia menambahkan, ketidakberesan ini juga dilihat dari apa yang disampaikan Kepala Badan Keuangan Daerah Kota Medan Irwan Ritonga yang sampai minta tolong agar SKPD ini lebih ditekan dalam mengejar target yang telah ditekankan.

"Artinya, SKPD ini tidak serius dalam mengejar target. Ini juga menjadi bukti, tidak tercapai target PAD di tahun-tahun sebelumnya akibat ketidakseriusan. Contohnya reklame berserakan, didapat baru 20%," tambahnya.

Bila kondisinya seperti ini, maka akan berpengaruh pada PAD dan APBD 2014. Bukan tidak mungkin PAD semakin mengecil. Untuk itu ini akan menjadi bahan evaluasi ke depannya. "Seharusnya setiap tahun ada perubahan. Bukan seperti ini saja. Bila dibiarkan, bukan tidak mungkin berpengaruh di tahun berikutnya," pungkasnya. (romi irwansyah)
Iklan Baris Gratis Dilihat lebih dari 15,000 visitor setiap harinya Pasang
BERITA TERKAIT
KIRIM KOMENTAR
Silakan login terlebih dahulu untuk bisa memberikan komentar atau
klik daftar untuk menjadi member MedanBisnisDaily.com
KOMENTAR ANDA
Tidak ada komentar pada berita ini!
Partisipasi Menggunakan Facebook