User ID Password  
Home   |   Tentang Kami   |   Pasang Iklan   |   Index Berita   |   Iklan Baris Gratis   |   Hubungi Kami Daftar Menjadi Member   |   Login
Membangun Indonesia yang Lebih Baik
 
Ex. PDIP
 
Berita Terkini Hari Ini
E-paper
Foto Berita
Kurs Valuta Asing
Mata Uang Beli Jual
USD 12,035.00 12,065.00
SGD 9,445.10 9,485.20
JPY 112.09 112.70
MYR 370,254.00 374,196.00
CNY 1,959.70 1,973.60
THB 37,453.00 37,910.00
HKD 1,551.00 1,555.80
EUR 15,348.25 15,411.85
AUD 10,552.35 10,604.05
GBP 19,363.15 19,436.85
Last update: 20 Okt 2014 09:00 WIB
Interaktif Bisnis
Sabtu, 01 Jun 2013 09:18 WIB - http://mdn.biz.id/n/32537/ - Dibaca: 661 kali
Uang Kuliah Tunggal Untungkan Mahasiswa Kaya?
Mulai tahun ini, bagi mahasiswa baru di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) akan diberlakukan Uang Kuliah Tunggal (UKT). Hal tersebut berdasarkan surat edaran Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti) nomor 97/E/KU/2013 yang merupakan pelaksanaan dari UU Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi.
Berdasarkan UKT, maka mahasiswa baru 2013/2014 tidak perlu membayar uang pangkal atau yang lainnya. Mereka hanya akan dikenai biaya SPP yang besarnya dihitung melalui semua biaya kuliah yang harus dikeluarkan dibagi dengan masa kuliah (8 semester).

Pengamat pendidikan Sumut, M Juharis Lubis mengatakan jika diperhatikan sekilas UKT memang meringankan mahasiswa baru, yakni biaya pendidikan dibagi secara merata selama masa kuliah sehingga nominalnya akan menjadi lebih kecil pada semester pertama. Namun, sesungguhnya beban yang ditanggung selama kuliah tetaplah sama.

"Jadi, dengan kata lain UKT tidak membuat uang kuliah menjadi lebih murah tetapi hanya membuatnya terlihat ringan. Justru sebaliknya, UKT akan menimbulkan ketidakseimbangan uang kuliah. UKT secara langsung menguntungkan bagi masyarakat menengah ke atas, "katanya.

Bagaimana tidak, sebut Ketua Konsultan Pendidikan Sumut itu, masyarakat menengah ke atas akan membayar biaya yang sama dengan masyarakat menengah ke bawah. Hal ini bertentangan dengan Undang undang Pendidikan Tinggi Pasal 74 ayat 1.

Facebookers:

"Di satu sisi kebijakan ini membantu masyarakat menengah yang meringankan uang kuliah mahasiswa, tapi di sisi yang lainnya membuat orang kaya tambah kaya karena bayarnya sama. Kebijakan seharusnya mempermudah bukan mempersulit. Jika UU sudah bertentangan dengan hal demikian, kenapa UKT ini harus diberlakukan? Miris!"
Roy Martin Simamora

"klo bisa gratis kenapa harus bayar...dan kenapa pula pendidikan di bisniskan"
Donjuan Themarco

"binggu dgn kebijakan pemerintahan skrg..putar otak dulu lah mikiri solusi y.."

Alexander Arya Kaman Danu

"hidup mahasiswa.. Saya selaku alumni unimed tolak UKT..."

Rosario Manalu

"sama aja....justru mahasiswa akan semakin membebani, ini merupakan salah satu cara lagi dalam mengembangkan komersialisasi di dunia PTN. mau dibawa kemana? hanya beda aja, klo tujuan itu tetap sama"
Rudi Salam Sinulingga

"memang aturan yg dibuat pemerintah itu kebanyakan menguntungkan sikaya krn yg buat aturan itu kan sikaya jd mereka tdk ikut merasan bgaimana itu simiskin yg makin hari makin teraniaya dgn peraturan2 yg dibuat"
Zulfuadi Teuku

"mnrt sya,UKT justru mmbebani, sebab uang kuliah tidk dpt dccil,sperti uang PPL.biaya kuly bnyk tdk ppa, aslkn bs dicicil"
Rasti Ayundra

"dinegeri antah berantah mau bodoh aja mesti membayar apatah lg mau pintar, tdk demikian halnya dinegeri beta"

Lardi Astan

"Kemajuan Pendidikan menentukan masa depan bangsa..."
Mianus Siboro Mianus Mianus

"Kok Uang Kuliah Mahal aja Pada Ribut Ya..?? Tapi Beli Barang2 Konsumtif yang mahal tidak ada yang ribut ya..."
Pohan Lancat

"bagaimana dengan anak2 yg tdk lu2s tes seleksi PTN.apa ad jalan keluar'y???"
Zipora Aliana

"no comment,,, hehehehe habis kata2,,tak bs lg di ungkapkan,,,biarkan lah semua berjalan toh jg org bawah tk mampu berkata2 diatas sana kan?????"
Folma Delvierre Olivi Siagian

"antara setuju dan tidak setuju. Setujunya mungkin mahasiswa ga usah repot bayar uang smesteran. Tidak setujunya, tetep aja mahal uang buat kuliah. Lagi-lagi yang berduit saja yang bisa masuk. UIN selama ini universitas paling murah, akan terkena imbasnya juga"
Nurdiani Latifah

"Tanggapan utk komen bung Pohan:kalau saudara melihat mhsswa dg brg2 mewah yang tendensinya konsumtif, memang betul. tp coba telusuri lebih jauh lagi. saat ini saja, yg dapat mengikuti pendidikan tinggi yang konsumtif itu adalah mayoritas menengah ke atas.
masyarakat miskin sudah termarjinalkan utk masuk ke dlm pddkn tinggi dengan status universitas skrg adalah BHMN. wajar saja.nah, apalgi kalau sistem UKT diberlakukan. Sejatinya, pnddkn itu murah, bahkan harus gratis. krn menyelenggarakan pendidikan adalah kewajiban negara yang termaktub dalam cita2 nasional, yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa. Pendidikan saja tidak mendidik. wajar saja kita selalu dijajah dan pejabat kita yg korup. Krn pendidikan skrg tidak memanusiakan manusia seutuhnya. Salam"

Johenro Silalahi II
Iklan Baris Gratis Dilihat lebih dari 15,000 visitor setiap harinya Pasang
KIRIM KOMENTAR
Silakan login terlebih dahulu untuk bisa memberikan komentar atau
klik daftar untuk menjadi member MedanBisnisDaily.com
KOMENTAR ANDA
Tidak ada komentar pada berita ini!
Partisipasi Menggunakan Facebook