User ID Password  
Home   |   Tentang Kami   |   Pasang Iklan   |   Index Berita   |   Hubungi Kami Daftar Menjadi Member   |   Login
Membangun Indonesia Yang Lebih Baik
 
Ex. Pemudik
 
Berita Terkini
E-paper
Foto Berita
Kurs Valuta Asing
Mata Uang Beli Jual
USD 11,550.00 11,600.00
SGD 9,298.70 9,355.70
JPY 113.36 114.20
MYR 3,625.59 3,665.51
CNY 1,861.30 1,878.25
THB 361.65 365.75
HKD 1,489.90 1,497.25
EUR 15,550.95 15,642.65
AUD 10,855.85 10,937.75
GBP 19,615.45 19,724.75
Last update: 26 Jul 2014 09:00 WIB
Headline News
Minggu, 02 Jun 2013 07:13 WIB - http://mdn.biz.id/n/32575/ - Dibaca: 985 kali
Untung Lewat Salon Helm
Kreatif dan berinovasi, mungkin itulah yang menjadi andalan Fernando Hutabarat (33 tahun) menjalani usaha kreatifnya. Nando, panggilan akrabnya, bermula dari hobinya mengumpulkan helm kemudian membuka usaha menjual helm baru dan bekas, dan dinamai dengan Salon Helm. Usahanya ini sudah berjalan selama 7 tahun, bertempat di jalan Arca no 77, tepatnya di depan kampus ITM, Medan.
Fokus pada usaha menyediakan jasa perbaikan helm dan sekaligus jual helm baru berbagai merek, standar impor dari Korea dan Thailand dan juga buatan lokal memiliki tantangan tersendiri baginya.

"Saya harus mengikuti tren, dan terus kreatif mengembangkan usaha ini," ungkapnya. Persaingan usaha juga dirasakan Nando, banyak yang mengikuti jejak usaha seperti ini membuatnya terus berpikir maksimal, apa saja kebutuhan dan keinginan pelanggan. He
Dalam sehari, usaha salon helmnya itu menampung sekitar 40- 50 order/pesanan dengan berbagai macam masalah kerusakan.

Mulai dari ganti kaca, busa, kain, baut kaca, sampai dengan laundry plus rubbing polished yang rata-rata selesai dikerjakannya paling lama satu hari. Hampir seluruh jenis helm bisa diperbaiki Nando di tempat usahanya yang persis berseberangan dengan kampus ITM, Jalan Gedung Arca Medan. Merk-merk seperti BMC, MDS, AGV, INK, LTD, SHOEI, WTC, CABERG, KYT adalah pasien tetapnya.

"Biasanya, helm yang sudah masuk ke salon ini, ada saja aksesoris-nya yang harus diganti," ujar pria yang membutuhkan waktu 2-3 hari untuk me-laundry helm. "Karena semua atribut helm harus di bongkar dulu," ungkap Nando sembari menjelaskan urutan kerjanya.

"Busa dilepas, lalu direndam selama satu hari dengan sabun khusus pembersih helm dan pewangi. Lantas dicuci, kemudian dibilas. Terakhir, dijemur seharian agar benar-benar kering. Setelah itu, busa dipasangkan kembali dengan dipadatkan", jelasnya. Sistem beli dengan tukar tambah adalah yang paling diminati pelanggan yang datang kepadanya.

Sementara untuk pengerjaan cat ataupun air brush, Nando membutuhkan waktu lebih lama lagi. "Tergantung motif yang diinginkan pelanggan. Misalnya, untuk motif Detektif Conan, itu pengerjaannya sampai dua minggu," ujar Nando yang pelanggannya juga banyak datang dari luar kota.

Saat ditanyai soal omzet yang Ia hasilkan ia menjawab, "Lumayanlah… seharinya bisa sampai sekitar Rp 1,5 hingga Rp 3 jutaan," ungkapnya. Untuk membantu kerja, ia juga memiliki 2 karyawan. Untuk perbaikan helm, seperti ganti kaca, Nando mematok biaya Rp 10.000-Rp 60.000, tergantung merek dan tingkat kerumitannya.

Ganti busa dan kain baru (helm standar) Rp 50.000-Rp 90.0000. Sedangkan laundry plus rubbing dikenakan biaya Rp 10.000. Untuk mengecat bodi helm Rp 70.000 hingga Rp 80.000 (sekaligus ganti/pasang stiker baru).

"Menjalankan usaha salon helm ini yang penting adalah punya keahlian dan benar-benar serius, sabar dan teliti sehingga kita tak usah takut bersaing. Modal atau uang bukan segalanya.
Usaha pinggiran seperti ini ibarat tentara, mati satu tumbuh seribu. Seperti itulah persaingan dunia kerja ini," katanya mantap.(wina vahluvi)
KIRIM KOMENTAR
Silakan login terlebih dahulu untuk bisa memberikan komentar atau
klik daftar untuk menjadi member MedanBisnisDaily.com
KOMENTAR ANDA
21 Mar 2014 07:28 WIB - dulsmile24 mengomentari :
ada nomor contact yang bisa dihubungi tidak ?
Partisipasi Menggunakan Facebook