User ID Password  
Home   |   Tentang Kami   |   Pasang Iklan   |   Index Berita   |   Iklan Baris Gratis   |   Hubungi Kami Daftar Menjadi Member   |   Login
Membangun Indonesia yang Lebih Baik
 
 
Berita Terkini Hari Ini
E-paper
Kurs Valuta Asing
Mata Uang Beli Jual
USD 12,010.00 12,040.00
SGD 9,441.10 9,481.20
JPY 112.20 112.80
MYR 3,658.19 3,698.37
CNY 1,957.20 1,971.15
THB 369.79 373.62
HKD 1,548.00 1,552.80
EUR 15,270.75 15,334.25
AUD 10,536.45 10,588.05
GBP 19,351.75 19,425.45
Last update: 22 Okt 2014 09:00 WIB
Travel
Minggu, 30 Jun 2013 10:53 WIB - http://mdn.biz.id/n/37676/ - Dibaca: 1,555 kali
Catatan Perjalanan:
Hutan Lumut Deleng Sibuaten
Hutan Lumut
Sejenak kami melupakan kesibukan rutinitas kami sehari-hari, melupakan kebisingan suara kendaraan yang selalu hilir mudik dari kemacetan jalanan Kota Medan untuk menghirup segarnya dan sejuknya udara di areal pegunungan.

Kali ini tujuan kami adalah Deleng Sibuaten yang terkenal dengan pesona Hutan Lumutnya dan bunga tanaman perdu yang terdapat di sabana jalan menuju Pilar (Baca: Tanda titik ketinggian) Deleng Sibuaten. Deleng Sibuaten terdapat di Desa Naga Lingga, Kecamatan Merek, Kabupaten Karo yang berbatasan dengan Kabupaten Dairi.

Deleng yang berarti Gunung dalam bahasa masyarakat Karo ini memiliki tinggi 2.457 meter dari permukaan laut (mdpl) sedikit lebih tinggi dari Gunung Sinabung tetapi memiliki tipe yang berbeda dengan Gunung Sibayak 1.999 mdpl dan Gunung Sinabung 2.451 mdpl.

Karena Gunung Sibuaten tidak memiliki kawah Gunung di puncaknya. Kami berangkat dengan mengendari mobil teman kami yang ikut juga dalam perjalanan kali ini. Biasanya kalau kita menaiki angkutan umum jurusan antarkota Medan - Sidikalang Kabupaten Dairi, ongkosnya dari Kota Medan Rp 30.000.

Lama berjalan mobil yang kami naiki memasuki Gapura perbatasan Kabupate Deli Serdang menuju Kabupaten Karo. Berdurasi hampir 4-5 jam. Setelah melewati Gapura perbatasan biasanya kita melihat pemandangan yang berbeda. Maklum saja di areal ini, biasanya disebut Penatapan atau Bakaran Jagung banyak tersedia warung jajanan.

Makanan kas ditempat ini adalah jagung bakar dan jagung rebus serta anda juga bisa menikmati sajian hangatnya teh manis dan kopi sambil beristirahat sejenak menghilangkan rasa pegal dan letih sembari menghirup segarnya udara dan menikmati dinginya tempat ini.

Setelah beristirahat perjalanan dilanjutankan kembali. Dari penatapan bakaran jagung 2 jam perjalanan lagi menuju lokasi Desa Naga Lingga jalan masuk ke Deleng Sibuaten. Sesampainya di Desa Naga Lingga kami langsung memarkirkan kendaraan kami di rumah Pak Sinaga atau biasa kami memangilnya dengan sebutan akrab Opung. Pak Sinaga adalah salah satu warga yang tinggal di Desa Naga Lingga.

Biasanya kalau membawa kendaraan kami menyimpanya di rumah Pak Sinaga sembari pamitan untuk mendaki ke atas puncak Deleng. Setelah berpamitan kami pun menuju rumah kepala desa untuk memberitahukan tujuan kedatangan dan pendakian kami.

Dari simpang Desa Naga Lingga itu kita membutuhkan waktu 45 menit dengan berjalan kaki menuju pintu rimba (jalan masuk) menuju Deleng Sibuaten. Ya, kalau kita lagi beruntung, terkadang ada tumpangan gratis untuk menuju areal pintu rimba.

Yaitu kendaraan penduduk yang hendak pergi keladang mereka, kita bisa menumpanginya karna banyak ladang masyarakat sekitar areal jalan masuk ke Deleng Sibuaten. Teryata kali ini kami tidak beruntung, tidak ada kendaraan masyarakat yang melintas ke ladang. maklum saja karna sudah sore hari kami tiba di desa ini, kami pun harus berjalan kaki menuju Pintu Rimba.

Setelah lelah berjalan akhirnya kami pun tiba di ujung ladang masyarakat setempat. Dengan menyeberangi sungai kecil akhirnya kami pun sampai di Pintu Rimba Deleng Sibuaten.

Karena hari sudah hampir gelap kami pun mendirikan tenda di areal kaki gunung yang tak jauh dari pinggiran sungai untuk beristirahat malam ini dan akan melanjutkan perjalanan keesokkan harinya.
Keesokan paginya 10 menit, setelah selesai sarapan pagi kami pun bersiap-siap untuk

melajutkan perjalan ke puncak gunung. Disarankan bagi Anda yang ingin mendaki Deleng ini, dengan cara pulang hari atau Menginap di puncak. Harus membawa banyak-banyak stok air minum dari bawah. Karena di Deleng Sibuaten ini tidak terdapat sumber air. Karena rencananya kami akan ngecamp (menginap) di puncak. Kami pun harus membawa banyak stok air buat keperluan makan minum dan memasak. Sedikitnya masing-masing harus membawa 4 botol besar air mineral dari bawah.

Lama pendakian Deleng Sibuaten ini 4-5 jam, tergantung fisik dan stamina setiap orang yang akan mendaki. Setelah melewati sungai kecil, akhirnya kami pun masuk kedalam kawasan hutan dengan panorama dan pemandangan yang berbeda. Walaupun di areal ini tidak banyak kita temui pohon yang berukuran besar, tetapi udara di tempat ini, sangat sejuk karena rapatnya pepohonan yang tumbuh.

Setelah 1 jam berjalan akhirnya kami tiba di areal landai. Teman kami menyarankan untuk beristirahat sejenak disini. "Dari tempat ini sudah tidak jauh lagi kita akan memasuki areal hutan lumut, ya palingan sekitar 30 menit," ujar Edi. Salah satu teman yang ikut dalam perjalanan dan sudah pernah mendaki Deleng Sibuaten sebelumnya.

Ternyata dari areal landai tadi tidak jauh lagi kita akan memasuki areal Hutan Lumut Deleng Sibuaten. Setelah rasa letih mulai hilang, kami pun melanjutkan perjalanan kembali.

Teryata benar apa yang dikatakan Edi. Setelah tak lama berjalan akhirnya kami pun tiba di areal Hutan Lumut Deleng Sibuaten. Ya, ini dia hutan Lumut Deleng Sibuaten. Di areal itu sejauh mata kita memandang ke arah kiri dan kanan. Jalur yang akan kita lalui, kita akan disuguhi oleh panorama yang berbeda, tumbuhan lumut berwarna hijau dan kekuning-kuningan yang menempel di pepohonan di sepanjang jalan.

Rasa haus serasa berkurang di Deleng Sibuaten. Sebab udara di areal pegunungan sangat sejuk dan lembab. Sinar matahari jarang menembus di Deleng Sibuaten. Ditambah lagi pohonan yang tumbuh sangat rapat. Tumbuhan lumut tumbuh dengan sangat subur dan tertata rapi, kendati liar. Dan dari areal Deleng Sibuaten kita dapat melihat panorama perkampungan dan lahan perladangan masyarakat tepat di bawah areal Deleng.

Menurut Deni teman yang ikut dalam perjalanan ini dan pernah mendaki deleng ini sebelumnya. Dari areal Panorama ini kita berjalan 2 jam untuk bisa sampai ke areal Sabana tanaman Perdu yang ada di areal jalan menuju Pilar Deleng Sibuataen. "Tapi jalan ya sedikit lebih menanjak dari rute-rute jalan yang dilewati," ujarnya.

Setelah berjalan melewti satu punggungan bukit. Akhinya kami pun hampir sampai di sabana deleng ini. Lalu Deni mengatakan, "Ayo bro semangat. Tinggal ini tanjakan terahir, setelah ini kita akan sampai di Sabana. Biar kita bisa ngeliat sun set ( matahari tengelam)," tambahnya.

Teryata benar yang di katakana teman saya tadi, setelah bejalan 10 menit. Akhirnya kami tiba di Sabana Deleng Sibuaten. Sesampainya di situ. Sontak saja teman-teman yang ikut dalam perjalanan mengatakan, "Sukses akhirnya kita. Sampai juga di Sabana dan bisa melihat sun set di sini".

Ya, biasanya itulah kalimat yang diucapkan para pendaki yang baru tiba di puncak Gunung atau titik ketinggian suatu daerah. Di areal Sabana ini banyak ditumbuhi tanaman Perdu.
Saya sangat terkejut, ternyata dari areal ini kita bisa melihat Danau Toba. Kami sangat beruntung kali ini, karena bisa melihat sun set dan ternyata ada beberapa tanaman Perdu sedang berbunga di tempat ini.

Setelah puas memandangi panorama alam dan sun set sore dari Sabana Sibuaten. Kami pun memulai aktivitas mendirikan tenda sembari memasak buat makan malam. Karena rencananya, pada malam hari kami akan menginap di areal Sabana Deleng Sibuaten.

Sambil makan malam kami pun ngobrol-ngobrol bersama teman yang ikut dalam pendakian. Saya sempat bertanya, Pilar (tanda titik ketinggian) Deleng ini sebelah mana? Lalu Deni mengatakan," Besok pagi saja kita ke sana. Hanya 15 menit berjalan dari areal ngecamp," ujar Deni.

Matahari Terbit
Keesokan paginya 05.30 Wib. Alarm telepon genggam saya berbunyi. dan saya mendengar suara teman yang telah lebih awal bangun. Dia mengatakan," Woy kalian mau liat sun rise," ujarnya menggebu-gebu.

Ada ungkapan sukses dalam pendakian kali ini, karena bisa melihat sun set dan sun rise dari sini puncak. Sontak saja teman-teman yang lagi tertidur di dalam tenda yang mendengar suara itu lari keluar untuk melihat sun rise pagi dan tidak mau kehilangan momen.

Ya, selain melihat keindahan pemandangan alam dari puncak gunung. Hal lain yang menarik dari perjalanan pendakian adalah melihat sun set dan sun rise dari dari atas Deleng Sibuaten. Setelah matahari meninggi. Kami kembali ke tenda untuk masak sarapan pagi. Usai selesai sarapan, kami melanjutkan perjalanan menuju Pilar Deleng.

Tak lama berjalan akhirnya kami pun tiba di Pilar Deleng Sibuaten. Saking asiknya berada di tempat itu. Kami hampir lupa kalau hari sudah semakin siang. Kami pun begegas kembali ke areal tenda untuk mempersiapkan peralatan dan kembali ke bawah.

Pukul 14.00 Wib kami meninggal area puncak Deleng untuk kembali ke bawah. Beberapa kali kami sempat beristirahat di jalur pendakian. Lalu 17.30 Wib kami tiba di areal Pintu Rimba.
Setelah beristirahat sejenak kami melanjutkan perjalan menuju rumah Pak Sinaga tempat kami menitipkan kendaraan.

Pukul 18.10 Wib kami tiba di kediaman Pak Sinaga, sambil bersih-bersih dan menganti pakaian. Kami sempat mengobrol sejenak dengan Pak Sinaga. Beliau mengatakan, "Tadi waktu turun dari atas kalian enggak kehujanan"? ujarnya. Lalu kami menjawab, enggak pak, tadi waktu kami mau turun memang sempat mendung dan hujan gerimis. Tapi hanya sebentar saja.

"Kalau begitu kalian beruntung. Soalnya tadi di sini hujan deras kali. Halaman rumah saya saja sampai tergenang air karena derasnya hujan," tambahnya. Pak Sinaga juga sempat bercerita tentang pengalamannya semasa muda dulu kepada kami.

Dia mengatakan, waktu masih muda, ia sering mendaki Deleng Sibuaten untuk mengambil tanaman rotan dan sesekali memasang jerat untuk menangkap kambing hutan. Tapi kalau sekarang sudah tak sanggup lagi," ujarnya sambil tertawa. ( thomas milala)
Iklan Baris Gratis Dilihat lebih dari 15,000 visitor setiap harinya Pasang
KIRIM KOMENTAR
Silakan login terlebih dahulu untuk bisa memberikan komentar atau
klik daftar untuk menjadi member MedanBisnisDaily.com
KOMENTAR ANDA
Tidak ada komentar pada berita ini!
Partisipasi Menggunakan Facebook