User ID Password  
Home   |   Tentang Kami   |   Pasang Iklan   |   Index Berita   |   Iklan Baris Gratis   |   Hubungi Kami Daftar Menjadi Member   |   Login
Membangun Indonesia yang Lebih Baik
 
Ex. CPNS
 
Berita Terkini
E-paper
Foto Berita
Kurs Valuta Asing
Mata Uang Beli Jual
USD 11,660.00 11,690.00
SGD 9,335.40 9,376.10
JPY 112.20 112.82
MYR 3,666.14 3,705.16
CNY 1,891.30 1,907.50
THB 363.17 367.03
HKD 1,504.30 1,508.70
EUR 15,479.85 15,544.25
AUD 10,858.95 10,911.55
GBP 19,328.75 19,403.15
Last update: 23 Agt 2014 09:00 WIB
Daerah
Senin, 15 Jul 2013 10:50 WIB - http://mdn.biz.id/n/40450/ - Dibaca: 402 kali
Dishub Tobasa Diminta Atasi Kemacetan di Balige
MedanBisnis - Balige. Arus lalu lintas di Jalan Patuan Nagari, mulai depan Rumah Makan Gumarang hingga Jalan Sisingamangaraja di Pusat Kota Balige Kabupaten Toba Samosir (Tobasa) sering mengalami kemacetan, khususnya setiap jumat pekan.
Tidak setuju kondisi itu terus berlanjut, warga masyarakat yang ramai datang dari berbagai desa berbelanja untuk kebutuhan dapur, meminta Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) daerah itu meningkatkan penertiban arus lalu lintas.

"Tiap Jumat pekan, jalan pusat kota ini selalu macet, akibatnya arus lalu lintas sering terganggu. Untuk itu kami harapkan Dishubkominfo Tobasa dan instansi terkait lainnya meningkatkan penertiban arus lalu lintas sepanjang jalan, supaya lancar," ujar seorang warga Murni Adelina Harianja, di Balige, Jumat (12/7).

Murni mengatakan, kemacetan itu terjadi disebabkan masih kurangnya kesadaran para sopir angkutan umum, mobil pribadi dan abang beca dalam memarkirkan kendaraannya, bagaimana supaya teratur dan tidak mengganggu arus lalu lintas.

"Begitu juga saat menaikkan dan menurunkan penumpang, sering tidak pada tempatnya," katanya.
Adil M Ambarita, salah seorang anak rantau yang sengaja turun berbelanja di pekan Balige ketika diminta pendapatnya mengatakan hal serupa.

Dikatakannya, Balige adalah Ibukota Kabupaten Tobasa dan sekaligus menjadi indikator penilaian tingkat kesadaran warga, khususnya para sopir angkutan dan abang beca dalam membangun dan memelihara kelancaran arus lalu lintas.

Dia mengatakan, jika tinggal di ibukota, tingkat kesadarannya tentu sudah lebih tinggi dibanding warga desa.

Pantauan MedanBisnis, setiap Jumat pekan, jalan di pusat ibukota Kabupaten Tobasa sering macet. Selain dikarenakan badan jalan termakan tempat parkir para kendaraan pribadi dan angkutan barang.

Faktor lain, disebabkan abang beca dan sopir angkutan umum yang sering menaikkan dan menurunkan penumpangnya di jalan meskipun petugas Dishub Tobasa sudah berjaga-jaga namun sopir angkot dan pengemudi beca tidak menghiraukan keberadaan mereka.(tumbur tumanggor)
Iklan Baris Gratis Dilihat lebih dari 15,000 visitor setiap harinya Pasang
KIRIM KOMENTAR
Silakan login terlebih dahulu untuk bisa memberikan komentar atau
klik daftar untuk menjadi member MedanBisnisDaily.com
KOMENTAR ANDA
Tidak ada komentar pada berita ini!
Partisipasi Menggunakan Facebook