User ID Password  
Home   |   Tentang Kami   |   Pasang Iklan   |   Index Berita   |   Iklan Baris Gratis   |   Hubungi Kami Daftar Menjadi Member   |   Login
Membangun Indonesia yang Lebih Baik
 
 
Berita Terkini Hari Ini
E-paper
Foto Berita
Kurs Valuta Asing
Mata Uang Beli Jual
USD 11,980.00 12,010.00
SGD 9,422.70 9,464.25
JPY 111.95 112.55
MYR 366,335.00 370,344.00
CNY 1,950.40 1,965.65
THB 36,978.00 37,430.00
HKD 1,543.70 1,548.50
EUR 15,315.25 15,378.85
AUD 10,530.45 10,582.05
GBP 19,348.95 19,422.65
Last update: 21 Okt 2014 09:00 WIB
Agribisnis
Senin, 22 Jul 2013 07:59 WIB - http://mdn.biz.id/n/41603/ - Dibaca: 568 kali
Iklim dan Hama Kresek Musuh Petani
Hama
Perubahan iklim berpengaruh besar terhadap kondisi pertanaman. Curah hujan yang turun semakin tidak menentu. Serangan hama juga bermunculan seringkali tanpa dibarengi kesiapan petani mengantisipasinya secara benar. Hama kresek merupakan musuh bagi petani karena serangannya yang membuat daun kering berpotensi merugikan petani.
Menurut Hari, panggilan akrab Hariyono, tanaman semangka merupakan tanaman yang tidak memerlukan banyak air. Jika lahan semangka terendam bisa menyebabkan kegagalan buah. Karena itu, pembuatan bedengan dengan dilengkapi parit di antara bedengan berfungsi untuk menghindari genangan. Namun, jika curah huja terlalu tinggi, debit air yang terlalu banyak tidak cukup jika hanya mengandalkan parit.

Jika lahan sudah terendam banjir, menurutnya, hal yang paling baik untuk dilakukan adalah membuang air tersebut dengan mengalirkannya ke daerah lain. Dengan demikian, menurutnya, bisa mengurangi potensi kerugian dari kegagalan panen. "Kalau setiap hari hujan terus seperti selama ini, harus waspada jangan sampai menggenangi tanaman atau rugi," katanya.

Menurutnya, yang harus diwaspadai ketika hujan adalah munculnya berbagai hama penyakit yang bisa menyebabkan kerusakan tanaman dan buah. Dalam beeberapa bulan terakhir, hama yang kerap muncul dan sulit diatasi adalah serangan hama kresek. Di lahan seluas 15 rante miliknya, 30% nya rusak akibat serangan kresek.

Dijelaskannya, serangan kresek secara perlahan namun cepat. Dari yang sebelumnya hanya 1 daun, dalam sehari bisa 1 tanaman daunnya langsung menguning kemudian mengering dan mati. Hal tersebut jika dibiarkan akan sangat merugikan karena biasanya bunga yang nantinya akan menjadi bakal buah akan mengering dan mati.

Selama ini, jika hama kresek menyerang, dirinnya langsung melakukan penyemprotan menggunakan obat-obatan yang menurutnya manjur untuk mematikan hama kresek. Ia mengakui, terbiasa menggunakan bahan non-organik lantaran penggunaan bahan organik tidak maksimal dalam mengatasi serangan hama dan penyakit yang muncul cepat dan merusak juga secara cepat. "Jadi, biar cepat ngatasinya, ya pakai yang non-organik lah," katanya.

Ia menjelaskan, sebenarnya dirinya juga berkeinginan untuk menggunakan bahan organik namun tidak tahu apa yang mesti dilakukan. Pasalnya, dirinya tidak memiliki pengetahuan untuk membuat bahan anti hama penyakit secara organik. "Jadi, bagaimana lagi, mau pakai apa lagi," katanya.

Selain dengan metode penyemprotan, kata dia, untuk menghentikan serangan kresek, ia melakukan pemotongan batang-batang yang sudah terserang. Selebihnya, ia menyemprotkan obat-obatan kimia yang menurutnya cepat dalam mengatasi serangannya.

Kepala UPT Balai Proteksi tanaman Pangan dan Hortikultura Sumatera Utara (BPTPH Sumut), Bahrudin Siregar mengungkapkan, seharusnya petani menghindari penggunaan pupuk non-organik ataupun obat-obatan kimia yang berdampak negatif pada tanaman dan tanahnya.

Lebih lanjut dijelaskannya, penggunaan agens hayati berpotensi untuk mengurangi ketergantungan pada pestisida kimia sintetik sehingga sistem pertanian berkelanjutan (ramah lingkungan) dapat dipertahankan. "Salah satu agens hayati yang telah dikembangkan di Laboratorium PHP dan Laboratorium Agens Hayati Medan Johor pada UPT BPTPH Medan adalah Trichoderma spp," ujarnya.

Ia menjelaskan, Trichoderma-spp berkembang dengan cepat. Mula-mula koloni berwarna putih membentuk benang-benang miselium, lalu berangsur-angsur berubah warna menjadi hijau/tahap sporulasi membentuk spora kemudian berwarna hijau tua/tahap pematangan spora dan mempunyai daya adaptasi yang tinggi terhadap kondisi lingkungan. "Ini bentuknya bubuk, jadi bisa lebih tahan lama," katanya.

Cendawan ini merupakan jamur imperpecti yang dapat ditemukan pada hampir semua lahan pertanian, perkebunan serta kehutanan. Pada tahap miselium, kata dia, jamur memiliki kemampuan untuk tumbuh pada miselium jamur lain, melilit hifa melalui reaksi yang dijembatani oleh lektin dan menghancurkan sel patogen sasarannya.

"Trichoderma-spp merupakan cendawan yang bersifat antagonis terhadap patogen/penyebab penyakit pada tanaman yang dibudidayakan. Hidup sebagai saprofit di dalam tanah yang agak masam dengan pertumbuhan yang sangat cepat. Bersifat antagonis terhadap beberapa patogen tular tanah seperti Fusarium sp dan Sclerotium sp," jelasnya.

Dikatakannya, Trichoderma spp ini berfungsi sebagai penghambat timbulnya toksin atau racun yang dikeluarkan patogen penyebab penyakit tanaman. Trichoderma spp mempunyai kemampuan tinggi untuk mengendalikan penyakit layu dan bercak daun yang menyerang tanaman pada fase pembibitan atau di lahan pertanaman.

Dikatakan Utema, manfaat yang paling berharga dari aktivitas cendawan Trichoderma sp adalah untuk menjaga keseimbangan ekologis, menciptakan keharmonisan interaksi di antara komponen ekosistem yang ada di lahan pertanian. Juga dapat mengurangi penggunaan asupan kimia beracun (agrochemical) yang mengandung residu kimia dan berbahaya bagi kesehatan.

Trichoderma spp mempunyai kemampuan tinggi untuk mengendalikan penyakit layu dan bercak daun yang menyerang tanaman pada fase pembibitan atau di lahan pertanaman. Manfaat lainnya adalah memiliki ketahanan tanaman dari serangan patogen terutama tular tanah (soil borne), meningkatkan perkembangan akar, berfungsi sebagai dekomposer yang dapat memperbaiki kesuburan tanah,menyediakan hara yang lebih berimbang dan menghasilkan senyawa zat pengatur tumbuh.

Menurutnya, manfaat yang paling berharga dari aktivitas cendawan Trichoderma sp adalah menjaga keseimbangan ekologis, menciptakan keharmonisan interaksi diantara komponen ekosistem yang ada di lahan pertanian, mengurangi penggunaan asupan kimia beracun (agrochemical) produk bebas kandungan OPT dan kandungan residu kimia berbahaya bagi kesehatan.

"Trichoderma sp cocok digunakan untuk mengendalikan penyakit-penyakit pada tanaman hortikultura dan tanaman pangan bahkan perkebunan," katanya.(dewantoro)
Iklan Baris Gratis Dilihat lebih dari 15,000 visitor setiap harinya Pasang
BERITA TERKAIT
KIRIM KOMENTAR
Silakan login terlebih dahulu untuk bisa memberikan komentar atau
klik daftar untuk menjadi member MedanBisnisDaily.com
KOMENTAR ANDA
Tidak ada komentar pada berita ini!
Partisipasi Menggunakan Facebook