User ID Password  
Home   |   Tentang Kami   |   Pasang Iklan   |   Index Berita   |   Hubungi Kami Daftar Menjadi Member   |   Login
Membangun Indonesia Yang Lebih Baik
 
Ex. Samsung
 
Berita Terkini
E-paper
Foto Berita
Kurs Valuta Asing
Mata Uang Beli Jual
USD 11,550.00 11,600.00
SGD 9,298.70 9,355.70
JPY 113.36 114.20
MYR 3,625.59 3,665.51
CNY 1,861.30 1,878.25
THB 361.65 365.75
HKD 1,489.90 1,497.25
EUR 15,550.95 15,642.65
AUD 10,855.85 10,937.75
GBP 19,615.45 19,724.75
Last update: 26 Jul 2014 09:00 WIB
Daerah
Rabu, 14 Agt 2013 09:39 WIB - http://mdn.biz.id/n/45076/ - Dibaca: 668 kali
Sinabung Aman, Jangan Terprovokasi
LEVEL II Sejak kepulangan pengungsi ke desa masing- masing , sebulan pasca meletus pada akhir Agustus tahun 2010 lalu. Gunung Api Sinabung tetap berada di level II (status waspada). Saat ini banyak wisatawan yang datang menyaksikan Sinabung sebagai wisata Vulkanologi dari Bukit Gundaling.( medanbisnis / ck - 01)
MedanBisnis - Tanah Karo. Masyarakat Tanah Karo, khususnya yang berdomisili di kawasan kaki perbukitan Gunung Sinabung sekitarnya, dan para wisatawan diimbau tidak terpengaruh provokasi isu miring yang menyatakan gunung yang berada di ketinggian 2.460 m dpl itu, meningkat statusnya.
"Sesuai laporan bulanan pihak Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia, Badan Geologi, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Pos Pengamatan Gunung Berapi Sinabung, tertanggal 1 Agustus 2013 lalu, Sinabung masih tetap berada di level II (waspada), " ujar Kabid Humas Pemkab Karo, Jhonson Tarigan kepada MedanBisnis, Selasa (13/8).

Lebih lanjut ia mengatakan, status waspada atau yang lazim juga dikenal dengan sebutan level II yang diberlakukan terhadap Gunung Api Sinabung, jangan disalah pahami oleh masyarakat dan turis. Karena sejak kepulangan masyarakat pada akhir bulan September Tahun 2010 lalu, status gunung api yang sebelumnya menyandang tipe B (aktif dan belum tercatat letusannya) itu, tetap di level II.

"Disini dibutuhkan pemahaman agar tidak salah mengartikan status Gunung Sinabung yang dari tipe B berubah menjadi tipe A pasca letusan, hari Minggu 29 Agustus dini hari, Tahun 2010 lalu. Jadi kita jelaskan, bahwa hingga saat ini tidak ada peningkatan status Gunung Sinabung," papar Jhonson Tarigan didampingi stafnya, Toni Eden Tarigan.

Hanya saja, ungkap Jhonson lebih jauh, sehubungan aktivitas gunung api yang berada di Kecamatan Naman Teran itu, sesuai laporan pihak PVMBG pada awal bulan ini, berdasarkan data pengamatan secara instrumental (seismik) dan secara visual, ada mengalami sedikit peningkatan gempa vulkanik dalam (VA) dari bulan sebelumnya (Juni dan Juli 2013).

"Sekali lagi kita himbau agar jangan panik, khusus kepada warga yang beraktivitas di radius 2 Km dari kawah, apabila mencium bau belerang yang menyengat, disarankan menggunakan penutup mulut/masker. Apapun isu yang berkembang di lapangan, warga diminta berkoordinasi dengan aparatur pemerintahan setempat atau langsung bertanya ke Pos Pengamatan Gunung Sinabung di kawasan Desa Surbakti, Kecamatan Simpang Empat," kata Jhonson.

Kadis Pariwisata Seni dan Budaya (Parsenbud) Pemkab Karo, Dinasti Sitepu S Sos ditempat terpisah menyatakan status Gunung Api Sinabung saat ini, tidak perlu di provokasi apalagi dipolitisir. Karena pada kenyataannya sesuai catatan dan laporan PVMBG, Pos Pengamatan Gunung Berapi Sinabung, pada bulan Juni dan Juli 2013, tidak terekam adanya Tremor (getaran ditubuh gunung).

"Jangan salah artikan status gunung. Bukan menuduh, tetapi mungkin saja adanya isu peningkatan status Gunung Api Sinabung, dari ulah segelintir orang yang tidak bertanggung jawab, yang ingin merusak perekonomian warga, khususnya yang bergerak dibidang jasa wisata dan pertanian. Apabila status gunung api naik, tentunya pemerintah tidak akan tinggal diam," kata Dinasti. (ck - 01)
BERITA TERKAIT
KIRIM KOMENTAR
Silakan login terlebih dahulu untuk bisa memberikan komentar atau
klik daftar untuk menjadi member MedanBisnisDaily.com
KOMENTAR ANDA
Tidak ada komentar pada berita ini!
Partisipasi Menggunakan Facebook