User ID Password  
Home   |   Tentang Kami   |   Pasang Iklan   |   Index Berita   |   Iklan Baris Gratis   |   Hubungi Kami Daftar Menjadi Member   |   Login
Membangun Indonesia yang Lebih Baik
 
Ex. JK
 
Berita Terkini Hari Ini
E-paper
Foto Berita
Kurs Valuta Asing
Mata Uang Beli Jual
USD 12,050.00 12,080.00
SGD 9,434.00 9,434.00
JPY 111.45 11,204.00
MYR 366,289.00 370,187.00
CNY 1,963.70 1,977.40
THB 37,002.00 37,454.00
HKD 1,552.80 1,557.65
EUR 15,237.25 15,300.55
AUD 10,525.75 110,577.35
GBP 19,307.75 19,381.25
Last update: 24 Okt 2014 09:00 WIB
Daerah
Jumat, 23 Agt 2013 09:32 WIB - http://mdn.biz.id/n/46569/ - Dibaca: 474 kali
Tuntaskan Sengketa Lahan dengan Rakyat
Wakil Bupati Warning Direksi PTPN4
SELESAIKAN PERSOALAN Wakil Bupati Madina Drs H Dahlan Hasan Nasution pada saat bertemu dengan Komisi A DPRD Sumut untuk menyelesaikan persoalan PTPN4, PT Palmaris Raya dan PT Rendi di Aula Kantor Bupati Madina.(medanbisnis/zamharir rangkuti)
MedanBisnis - Panyabungan. Wakil Bupati Madina Drs Dahlan Hasan Nasution, memberi warning manajemen PTPN4 untuk menyelesaikan sengketa lahan dengan rakyat, terutama lahan yang berada di Kecamatan Batahan, Ranto Baek dan Kecamatan Natal.
"Kita sudah memberikan waktu yang banyak kepada manajemen, untuk menyelesaikan sengketa antara PTPN4 dengan rakyat, namun tak kunjung selesai. Dalam satu minggu ini, saya berikan waktu untuk menyelasaikan persoalan. Saya minta SKPD terkait segera memfasilitasinya," kata Dahlan Nasution, di Panyabungan, Kamis (22/8).

Wakil Bupati Madina menyampaikan hal tersebut, pada pertemuan penyelesaian masalah perkebunan di Madina, dihadiri Komisi A DPRD Sumut, Ketua DPRD Madina, As Imran Khatamy Daulay SH dan pihak PTPN4.

Pada pertemuan tersebut, dari tiga perusahaan yang diundang Pemkab Madina, dua di antaranya tidak hadir yakni PT Palmaris Raya dan PT Rendi.

Wabup mengaku resah, mendengar cerita masyarakat bawah ketika membicarakan persoalan PTPN4, kasusnya dengan rakyat belum selesai. Namun, terkesan tidak ada niat menyelesaikan sengketa dengan masyarakat.

"Saya minta pertemuan ini segera dituntaskan. Saya minta dalam minggu ini semuanya telah selesai. Silakan SKPD terkait mencari formula menyelesaian. Saat ini, sekitar tiga hektar pengakuan pihak PTPN4 telah membuat plasma. Namun, bila kita berikan waktu 15 tahun lagi semuanya akan habis termasuk plasma masyarakat itu sendiri," katanya.

Terkait PT Palmaris Raya dan PT Rendi kata Wabup, pihaknya mendengar DPRD Madina telah membentuk Pansus dan kinerjanya sedang ditunggu.

"Saya tidak pernah menerima Pansus dari DPRD Madina terkait dengan PT Palmaris Raya. Kalau memang betul silakan siapkan segala sesuatu, kita akan eksekusi. Kita tidak boleh takut untuk menegakkan peraturan. Bila mereka tidak patuh terhadap peraturan dan perundang-undangan kenapa kita harus takut untuk mencabut izinnya," katanya.

Ketua Komisi A DPRD SU, Drs H Hasbullah Hadi di hadapan sejumlah SKPD dan pihak manajemen PTPN4 mengungkpkan, persoalan perkebunan yang ada saat ini, kepentingan masyarakat selalu dipinggirkan.

"Terkadang perusahaan perkebunan tidak memiliki itikad baik untuk menyelesaikan persoalan dengan masyarakat, karena telah merasa kuat dan berlindung dibelakang banyak mafia serta dengan banyak uang," kata Hasbullah.

Hasbullah mengatakan, DPRD Sumut meminta Pemkab segera menuntaskan sengketa ini, terutama dengan PTPN4, PT Palmaris Raya serta PT Rendi.

"Yang kami inginkan adalah penyelesaian secara administratif dan sosiologis dan berdasarkan prinsip - prinsip berkeadilan dan menegakkan peraturan UU," katanya.

Sejauh ini, kata dia, PT Palmaris Raya dan PT Rendi tidak ada niat baik untuk menyelasaian persoalannya dengan masyarakat setempat. Bahkan, telah keluar keputusan Pansus DPRD Madina terkait perusahaan tersebut. Untuk itu, DPRD Sumut mendukung sepenuhnya keputusan Pansus.
"Kami mendukung pencabutan izin PT Palmaris Raya dan PT Rendi. Silakan dieksekusi Pemkab Madina dan kita berharap areanya dikembalikan kepada masyarakat," katanya. (zamharir rangkuti)
Iklan Baris Gratis Dilihat lebih dari 15,000 visitor setiap harinya Pasang
BERITA TERKAIT
KIRIM KOMENTAR
Silakan login terlebih dahulu untuk bisa memberikan komentar atau
klik daftar untuk menjadi member MedanBisnisDaily.com
KOMENTAR ANDA
Tidak ada komentar pada berita ini!
Partisipasi Menggunakan Facebook