User ID Password  
Home   |   Tentang Kami   |   Pasang Iklan   |   Index Berita   |   Iklan Baris Gratis   |   Hubungi Kami Daftar Menjadi Member   |   Login
Membangun Indonesia yang Lebih Baik
 
 
Berita Terkini Hari Ini
E-paper
Foto Berita
Kurs Valuta Asing
Mata Uang Beli Jual
USD 12,010.00 12,040.00
SGD 9,441.10 9,481.20
JPY 112.20 112.80
MYR 3,658.19 3,698.37
CNY 1,957.20 1,971.15
THB 369.79 373.62
HKD 1,548.00 1,552.80
EUR 15,270.75 15,334.25
AUD 10,536.45 10,588.05
GBP 19,351.75 19,425.45
Last update: 22 Okt 2014 09:00 WIB
Umum
Rabu, 09 Okt 2013 07:19 WIB - http://mdn.biz.id/n/55440/ - Dibaca: 969 kali
KPUD Sumut Diminta Ambilalih Pilkada
Dairi Kembali Rusuh, Satu Orang Ditembak
tangkap pengunjuk rasa Personel Brimob menangkap salah seorang pengunjuk rasa yang melakukan aksi menuntut perbaikan DPT Pilkada Dairi di kantor KPUD setempat, di Sidikalang, Dairi, Selasa, 8 Oktober 2013. Seorang pengunjuk rasa tertembak di paha kiri saat personel Brimob membubarkan paksa aksi massa yang berlangsung anarkis tersebut. (medanbisnis/rudy sitanggang)
MedanBisnis - Sidikalang. Kota Sidikalang, Dairi kembali rusuh, Selasa (8/10). Massa pendukung pasangan calon bupati menyerbu kantor KPUD setempat. Mereka marah karena anggota KPUD tidak ada yang menemui massa yang menuntut agar daftar pemilih tetap (DPT) diperbaiki sebelum Pilkada digelar besok (10 Oktober).
Personel Brimob pun dikerahkan untuk membubarkan paksa massa. Satu orang pendemo, Thamrin Manik (35), warga Desa Hutaimbaru, Kecamatan Siempat Nempu tertembak di paha kiri.

Sebelum kerusuhan, massa yang berada di depan Kantor KPUD, Jalan Palapa, Sidikalang meminta polisi agar menghadirkan para anggota KPUD. Polisi pun berjanji akan memenuhinya. Namun setelah dua jam menunggu, polisi tak kunjung memenuhi tuntutan warga.

Akhirnya, para pengunjuk rasa merengsek masuk ke dalam kantor KPU dan mengeluarkan sejumlah surat suara yang berserakan dilantai dan membuangnya keluar kantor.

Saat itu, jumlah aparat yang berjaga dengan massa tidak sebanding, sehingga massa leluasa masuk ke dalam kantor. Berselang sekitar 5 menit kemudian, ratusan personel Brimob bersenjata lengkap dan sebagian menggunakan kendaraan sergap roda dua memukul mundur pengunjuk rasa dengan ratusan tembakan ke udara. Satu orang korban tertembak. Sekitar 8 orang ditangkap.

Thamrin Manik dilarikan ke RSUD Sidikalang. Ia mengaku berada sekitar 30 meter dari kantor KPUD. Tiba-tiba petugas kemanan masuk ke kantor KPU untuk membubarkan massa dengan mengeluarkan tembakan ke udara. Massa pun melarikan diri, sebagian berhamburan ke tempat dimana dia berdiri.

Saat itulah petugas Brimob yang mengejar para pengunjuk rasa mengeluarkan tembakan, namun ia jadi korban.

Kaplores Dairi AKBP Donny Damanik yang coba dikonfirmasi melalui sambungan telepon tidak diangkat.

Ambilalih
Puluhan warga dan anggota DPRD Dairi mendatangi Kantor KPUD Sumut, Jalan Perintis Kemerdekaan, Medan. Mereka menuntut Pilkada Dairi ditunda, selanjutnya pelaksanaannya diambilalih KPUD Sumut.

Sukri Soleh Sitorus, salah seorang warga mengungkapkan, sebagai besar masyarakat sudah tidak percaya dengan independensi anggota KPUD Dairi, terutama terkait tidak beresnya DCT.

"Masih banyak masalah. Misalnya pemilih siluman sebanyak 50.000, kalau ini tidak selesai kami takut Pilkada Dairi akan rusuh," kata Sukri.
Menurutnya, banyaknya pemilih siluman dalam DPT ini dituding menguntungkan pihak tertentu. "Kami ingin KPUD Sumut mengambil alih, karena masyarakat sudah tidak percaya lagi pada KPUD Dairi," bebernya.

Ketua Komisi A DPRD Dairi, Pinto Padang, mengungkapkan, mereka khawatir ketidakpercayaan masyarakat terhadap kinerja KPUD Dairi berujung rusuh.

"Dalam beberapa pertemuan dengan kita (DPRD) untuk mengklarifikasi dugaan banyaknya pemilih siluman, KPU selalu muncul tanpa disertai data yang jelas. Tuntutan masyarakat agar KPUD Dairi membersihkan DPT dari pemilih siluman pun tak kunjung mereka lakukan," ungkapnya.

Ia menjelaskan, hingga 4 Oktober, KPUD Dairi hanya mencoret 670 pemilih siluman dari DPT. Padahal kata dia, masyarakat berasumsi sedikitnya 50.000 pemilih siluman dalam DPT.

Sementara itu, pimpinan parpol di Dairi meminta Gubsu menunda, sekaligus mengambilalih pelaksanaan Pilkada sampai suasana masyarakat kondusif.

Hal tersebut disampaikan Ketua DPC PDIP Dairi Ir Benpa Hisar Nababan, Sekretaris DPC PAN Dairi Marjan Lingga, serta Wakil Ketua Gerindra Dairi Haposan Pasaribu.
Ketiga pimpinan parpol itu mengatakan, jika Pilkada terus dilanjutkan, maka korban dipihak warga akan berjatuhan. Warga sudah marah atas sikap KPUD yang tidak merespon dengan baik aspirasi masyarakat untuk memperbaiki DPT.

Mereka juga meminta Kapoldasu untuk mengusut secara tuntas pelaku penembakan terhadap salah seorang pengunjuk rasa.

"Bagaimana sebenarnya prosedur pengamanan terhadap pengunjuk rasa. Masyarakat kan bebas menyampaikan aspirasi dan dilindungi undang-undang, kenapa aparat bertindak arogan dengan melakukan cara-cara kekerasan terhadap warga negara kita ini," tandas Benpa.(rudy sitanggang/iskandar)
Iklan Baris Gratis Dilihat lebih dari 15,000 visitor setiap harinya Pasang
BERITA TERKAIT
KIRIM KOMENTAR
Silakan login terlebih dahulu untuk bisa memberikan komentar atau
klik daftar untuk menjadi member MedanBisnisDaily.com
KOMENTAR ANDA
Tidak ada komentar pada berita ini!
Partisipasi Menggunakan Facebook