User ID Password  
Home   |   Tentang Kami   |   Pasang Iklan   |   Index Berita   |   Iklan Baris Gratis   |   Hubungi Kami Daftar Menjadi Member   |   Login
Membangun Indonesia yang Lebih Baik
 
 
Berita Terkini Hari Ini
E-paper
Foto Berita
Kurs Valuta Asing
Mata Uang Beli Jual
USD 11,990.00 12,020.00
SGD 9,427.60 9,467.65
JPY 112.01 112.62
MYR 366,605.00 370,623.00
CNY 1,954.80 1,968.15
THB 36,978.00 37,430.00
HKD 1,545.40 1,550.25
EUR 15,210.55 15,273.85
AUD 10,516.45 10,568.05
GBP 19,228.35 19,303.05
Last update: 23 Okt 2014 09:00 WIB
Aceh Bisnis
Sabtu, 12 Okt 2013 08:45 WIB - http://mdn.biz.id/n/56176/ - Dibaca: 329 kali
Mutasi Kepsek Menuai Protes Siswa SMPN3 Sawang
MedanBisnis - Tapaktuan. Kebijakan Bupati Aceh Selatan, HT Sama Indra SH melakukan mutasi kepala sekolah (kepsek) di jajaran Dinas Pendidikan setempat beberapa waktu lalu menuai aksi protes siswa SMPN3 Sawang, dengan melancarkan aksi mogok belajar sepanjang Kamis (10/10).
Para siswa tidak menerima kebijakan bupati memutasi Kepsek Drs Masrullah yang dijadikan guru biasa di SMPN2 Meukek. Dia digantikan Bisri Asyanuri SPd, guru asal SMPN2 Samadua. Alasan siswa, Masrullah telah berjasa bagi mereka, karena selama ini berhasil membangun sekolah tersebut hingga bagus seperti sekarang.

Keuchik Panton Luas, Dastur, menyampaikan ke wartawan di Tapaktuan, sebelum aksi mogok itu sekitar 30 siswa datang ke kediamannya untuk memberitahukan rencana tersebut.

"Kami sudah menyatu dengan Pak Mas, bahkan sekolah ini berdiri berkat perjuangan dan perintisan Beliau. Kami tidak mau kepala sekolah diganti dengan orang yang bukan putra daerah," ujar Dastur menirukan ucapan siswa.

Komite SMPN3 Sawang, Amiruddin menyatakan prihatin terhadap kelangsungan pendidikan di sekolah itu, jika pemerintah tidak menanggapi serius tuntutan siswa. Dinas terkait harus mencari solusi tepat, sehingga kendala dan persoalan yang dihadapi dapat selesai.

"Kita tidak menginginkan, gara-gara mutasi timbul gejolak. Pemerintah jangan tinggal diam, berikan yang terbaik kepada generasi muda. Jangan mengedepankan kepentingan perseorangan," ucapnya.

Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Aceh Selatan, H Yusafran SPd menyatakan, jika alasan mogok belajar karena mutasi kepsek, akan dicari jalan penyelesaian. Tapi menurutnya, mutasi adalah kebijakan dan hak perogratif pimpinan untuk penyegaran.

Mutasi Dinkes
Di luar itu, isu mutasi juga melanda Dinas Kesehatan (Dinkes) Aceh Selatan, Tapi kepala dinas Drs Syarifudin membantah dia akan melakukan mutasi para pejabat di Puskesmas serta pejabat struktural lain.

"Tidak benar isu itu, sebab terkait kebijakan mutasi pejabat murni hak pregroratif bupati. Sehingga kapan akan terjadi mutasi, hanya bupati yang tahu," kata Syarifudin, Kamis (10/10).

Isu tersebut merebak beberapa pekan terakhir, dan semakin santer pascadigelarnya mutasi kepala sekolah (kepsek).

Sementara anggota DPRK dari Fraksi Karya Bangsa, Deni Irmansyah SE meminta Dinkes dan bupati melakukan mutasi pejabat bukan atas dasar suka atau tidak suka. "Tapi lakukanlah proses mutasi sesuai hasil penilaian kinerja seobjektif mungkin," katanya.(ck 04)
Iklan Baris Gratis Dilihat lebih dari 15,000 visitor setiap harinya Pasang
BERITA TERKAIT
KIRIM KOMENTAR
Silakan login terlebih dahulu untuk bisa memberikan komentar atau
klik daftar untuk menjadi member MedanBisnisDaily.com
KOMENTAR ANDA
Tidak ada komentar pada berita ini!
Partisipasi Menggunakan Facebook